http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005040601255514
Anggota KPUD Ramai-Ramai 'Ngutang'
KESIBUKAN terlihat di Kantor KPU Kabupaten Agam di Jl Veteran No 2 Lubuk Basung, Agam, kemarin. Akhir-akhir ini rapat selalu intens diadakan oleh lembaga yang paling bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di daerah ini. Tak jarang, walau hari sudah larut sekalipun, rapat persiapan untuk memilih pemimpin daerah terus digelar.
Ketua KPU Agam Asrinaldi beserta tiga orang anggotanya seperti tak merasa lelah bekerja, walau sebenarnya dalam menjalankan aktivitasnya mereka harus ngutang ke sana-kemari agar jadwal pilkada terlaksana.
Ibarat pepatah Minang 'Tak kayu jenjang dikeping' yang maksudnya, apa pun usaha akan dilakukan untuk mencapai tujuan. "Karena belum ada dana yang jelas untuk pilkada, makanya kita terpaksa ngutang dulu. Coba bayangkan, persiapan pilkada sudah dimulai sejak empat bulan lalu. Namun dana belum ada. Jadi pandai-pandai kita saja," kata Asrinaldi menanggapi lambannya distribusi dana pilkada ke KPUD.
Bon demi bon, sebagai bukti berutang terus menumpuk setiap harinya sampai-sampai ia tidak bisa menyebut angka pasti berapa sebenarnya hutang KPUD. "Ya, bayangkan saja, kalau sudah empat bulan operasional berapa besarnya biaya yang mesti dikeluarkan?," katanya lagu.
Lebih jauh Asrinaldi mengungkapkan, dalam APBD setelah diketuk palu, untuk pelaksanaan pilkada dianggarkan sebesar Rp4 miliar. Namun dana sebesar itu tidak dirinci secara pasti, berapa sebenarnya yang akan dipakai untuk KPUD. Dana sebesar itu jika diperhitungkan tidak memungkinkan untuk menggelar jalannya pilkada di Agam.
Kekhawatiran KPUD juga terbayang dari dana yang Rp4 miliar itu belum tentu akan jatuh semua untuk KPUD dan panitia pengawas (panwas) dalam menggelar pilkada.
"Dana sebesar itu, untuk membayar honor penyelenggara pilkada saja sudah tekor," katanya. Sebab jika merujuk pada kesepakatan Depdagri, maka dana untuk pilkada sebesar Rp12 miliar. Ironisnya jika merujuk pada kesepakatan provinsi maka cukup sekitar Rp10 miliar. Itu baru untuk honor, belum lagi hal-hal lain, seperti logistik dan biaya operasional.
Hal itu karena jumlah penyelenggara pilkada sekarang ini mencapai 1191 orang untuk KPPS dan 229 orang PPS kemudian sebanyak 15 orang PPK, kata Asrinaldi.
Dalam kesepakatan Depdagri, setiap anggota PPK misalnya, mendapat honor Rp250 ribu, sementara sesuai kesepakatan provinsi hanya Rp150 ribu. "Jadi kita mau pakai yang mana?" katanya.
Asrinaldi berharap semua persoalan itu bisa dicarikan solusinya. Salah satu solusi yaitu berharap pada hasil kepergian Sekda Kabupaten Agam dan juga Ketua KPUD ke Depdagri pada 7 April mendatang untuk membicarakan bagaimana mengatasi masalah keuangan dalam penyelenggaraan pilkada itu.
Besaran dana yang ada itu, menurut Asrinaldi, hanya untuk satu putaran saja. Namun bagaimana kalau nanti terjadi dua kali putaran dan harus diadakan lagi penghitungan ulang. Tentunya hal ini membutuhkan penambahan dana lagi.
Pendataan pemilih
Hampir sama dengan keadaan daerah lain dalam persiapan pilkada, Kabupaten Agam pun mengalami kesulitan dalam pendataan pemilih. Data jumlah pemilih sekarang ini sedang dikerjakan oleh catatan sipil. Lagi-lagi, sayangnya sampai sekarang data yang dikerjakan belum siap.
"Data dari catatan sipil belum siap. Kelihatannya mereka akan menyodorkan kembali data dari pilpres jilid II," tegasnya.
Dalam pilpres putaran ke dua terdapat 283 ribu pemilih. Namun kemudian setelah dilakukan pendataan ulang tercatat 289 ribu pemilih. Perbedaan itu muncul karena dalam data tersebut anggota polisi juga didata.
Kemudian setelah diklarifikasi ke KPUD, didapatlah data 281 ribu orang. Itu pun belum pasti. Padahal KPUD sangat membutuhkan data tersebut. Untuk itu paling lambat pada 7 April ini Catatan Sipil harus menyerahkan data tersebut. Karena, PPS harus segera melakukan validasi data ke nagari-nagari. Sebab pada 20 April data pemilih sudah harus jelas lantaran berapa jumlah logistik akan dipesan yang juga terkait dengan data pemilih tadi.
"Jadi kita berharap data tersebut cepat diselesaikan kemudian akan divalidasi ke nagari-nagari untuk mengulang nama-nama siapa saja yang belum terdaftar dalam pilkada itu. Kemudian pada 20-an April data logistik sudah harus siap. Jika logistik sudah dipesan, maka tidak akan ada lagi penambahan pemilih," tegasnya.
Sementara sampai sekarang beberapa partai sudah mendaftar, seperti Partai Golkar yang mendaftarkan Gustiar Agus dan Bukhari, kemudian PBB mengusung Aristo dan Ardinal Hasan, PAN mengusung Indra Catri dan Herman L, kemudian PKS mengusung Sofyan dan Rafdinal. Sedangkan Koalisi Agam Bersatu sudah mengambil formulir namun belum mendaftarkan nama.
Kemudian PPP juga belum mendaftarkan calonnya. Namun nama yang mengapung dari PPP menurut Asrinaldi yaitu Bastiam dan Yosiano Muchtar.
Ditanya masih adanya poster beberapa tokoh yang terpasang di berbagai tempat, anggota Panwas Agam Deni mengaku tidak bisa berbuat banyak dan memilih menyerahkan hal itu pada pemerintahan kabupaten. "Untuk sekarang kita serahkan saja pada pemkab, apakah mereka membayar pajak atau tidak," katanya.
Ia menambahkan, panwas tidak bisa berbuat banyak lantaran orang-orang tersebut belum tentu maju sebagai balon. "Penetapan dari KPUD belum ada. Tapi kalau sudah ada penetapan dari KPUD maka tentu kita akan bersihkan poster-poster itu," katanya lagi.
Menurut Deni, setelah diambil sumpahnya pada 21 Maret lalu, sekarang Panwas Kabupaten Agam sedang membentuk panwas di tingkat kecamatan. Panwas tingkat kecamatan yang berjumlah 45 orang itu akan diambil sumpahnya pada 11 April mendatang.
Menyoal operasional panwas selama ini, Deni mengaku juga mempunyai utang. "Ya karena belum lama dilantik, jadi utangnya masih kecil, sekitar Rp5 jutaanlah," jelasnya. Kemudian menyangkut dana keseluruhan dari panwas ia mengatakan panwas butuh sekitar Rp1 miliar. "Itu baru satu putaran, namun kalau sudah dua putaran, tentu akan ada penambahan lagi," jelasnya.
Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com ====================================================================== Alam Takambang Jadi Guru ======================================================================
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

