Assalamu'alaikum WW
Walau di RN Indra Catri banyak penggemar... si Z mah keukeuh sama Aristo Munandar......
Pak Pati yang low profile dan merakyat.......
Sayang jadi hilang satu suara karena si Z milih di Depok...hiks......
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005040601255512
Pilkada Kabupaten Agam Panggung Dua Mantan Bupati
PILKADA di Kabupaten Agam tampaknya menjadi panggung bagi dua mantan bupati, Aristo Munandar dan Gustiar Agus, untuk 'beradu gaya' merebut hati rakyat. Aristo calon dari PPB dan Partai Merdeka, sedangkan Gustiar diusung oleh Partai Golkar. Siapa pun yang keluar sebagai pemenang, tugas berat telah menanti yaitu mengeluarkan masyarakatnya dari lembah kemiskinan.
Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar), yang terbentang dari pantai barat Sumatra hingga ke arah timur di sekitar Kota Bukittinggi, (untuk pertama kali) akan memilih bupati dan wakil bupati secara langsung pada 27 Juni.
Hampir seluruh partai yang memenuhi syarat ikut dalam bursa pencalonan telah mengambil formulir pendaftaran calon bupati (cabub) dan calon wakil bupati (cawabup). Calon dari PBB dan Partai Merdeka, yaitu mantan Bupati Agam Arsito Munandar (cabub) dengan pasangan wabupnya, Ketua PBB Agam Ardinal Hasan sudah mengembalikan formulir ke KPUD.
Menurut Ketua KPU Agam Asrinaldi, calon lain yang sudah mengambil formulir adalah cabup dan cawabup dari PKS Saiful Sofyan (Kepala Dinas Catatan Sipil Agam) yang berpasangan dengan anggota DPRD Sumbar Rafdinal. Calon dari PAN Cabup Indra Catri (Asisten II Pemkot Padang) dan mantan anggota DPR Herman L sebagai cawabup, juga sudah mengambil formulir.
Sementara itu, mantan Bupati Agam Brigjen (Purn) Gustiar Agus yang berpasangan dengan mantan Kepala Dinas PU Agam Bukhari Rasyid, sudah dideklarasikan sebagai cabup dan cawabup oleh Partai Golkar pada Minggu (3/4). Sedangkan PPP akan mencalonkan Mayor Bastiam sebagai cabup dan Ketua PPP Agam Yosiano Muchtar, sebagai cawabup.
Partai-partai tersebut memang sudah memenuhi syarat minimal 15 persen atau 6 kursi dari total 40 kursi di DPRD Agam. Komposisinya adalah; Partai Golkar 11 kursi, PAN 8, PKS 7, PPP 7, PBB 5, Partai Merdeka 1, dan Partai Bintang Reformasi (PBR) 1 kursi.
Sementara itu partai-partai kecil yang tidak punya kursi di DPR akan bergabung dalam Koalisi Agam Bersatu. Dengan penggabungan itu maka akan terkumpul 26.467 suara, atau 13,40% dari total suara sah pada pemilu legislatif. Jika bergabung dengan PBR, koalisi tersebut sudah bisa mengusung satu pasang calon. Sampai saat ini sejumlah nama masih mengapung dari koalisi tersebut. Di antaranya, mantan Ketua DPRD Agam Putra Utama, mantan Wakil Bupati Agam Syafruddin Arifin, Ketua KONI Sumbar Syahrial, Nazwar Rismadi, Syahril Sutan Kayo, dan Yurnalis.
Potensi daerah
Menurut tokoh masyarakat Agam Anas Syafei, siapa pun yang terpilih menjadi Bupati Agam, harus meningkatkan pembangunan sektor pendidikan. ''Agam itu miskin sumber daya alam. Makanya, pengelolaan sumber daya manusia harus lebih difokuskan. Anggaran pendidikan harus ditingkatkan,'' kata mantan anggota DPRD Sumbar tersebut.
Selain itu, kata Anas, bupati terpilih harus lebih profesional menggarap potensi pariwisata. Danau Maninjau dan Puncak Lawang, yang sudah dirintis Aristo Munandar, ketika menjadi Bupati Agam pada periode sebelumnya, misalnya adalah potensi besar. Lokasi tersebut, bukan hanya menjual kecantikan alam. Tapi, juga sangat layak untuk olahraga paralayang dan gantole. ''Pengembangannya selama ini sudah cukup baik, tapi belum fokus. Itu yang mesti digarap bupati terpilih,'' kata Anas.
Senada dengan itu, tokoh Agam yang juga guru besar Universitas Negeri Padang (UNP) Mohammad Ansyar menilai pengelolaan pariwisata selama ini belum optimal. ''Lihat saja, akses jalan menuju Maninjau dari Bukittinggi tak bisa dilalui kendaraan besar. Maninjau sendiri belum digarap optimal,'' kata Ansyar. Termasuk di dalamnya, pengelolaan lingkungan untuk menjaga danau tersebut agar tetap bersih.
Selanjutnya menurut mantan Rektor UNP tersebut, bidang lain yang berpotensi besar dan harus segera digarap secara lebih baik adalah peningkatan pertanian, industri kecil, dan perikanan. ''Bupati mendatang harus punya visi jauh ke depan,'' katanya.
Agam diharapkan juga memiliki bupati yang sanggup berkomunikasi dengan pemerintah kota Bukittinggi untuk menyelesaikan konflik perbatasan antara kedua daerah. Jika memang tak mau wilayahnya masuk ke Bukittinggi, Agam seharusnya membangun dan mengurus wilayah di sekitar kota tersebut. Karena, selama ini, kesemrawutan di Kota Bukittinggi, tak lepas dari kesemrawutan di wilayah Agam yang berada di batas Kota Wisata tersebut.
Pasar Padang Lua, di gerbang selatan Kota Bukittinggi, misalnya, dibiarkan semrawut, sehingga membuat jalan macet. Entah itu disengaja atau tidak, yang pasti kondisi tersebut mengganggu alur lalu lintas antara Padang-Bukittinggi.
Peta politik Agam
Pertanyaannya, siapa di antara kandidat cabub dan cawabub yang paling mampu menyelesaikan persoalan tersebut? Masyarakat yang tahu. Mereka yang menentukan. Tapi, sebagai gambaran dapat dikatakan, peta pilihan masyarakat akan terbelah antara Agam Timur dan Agam Barat.
Para calon sudah memprediksi hal tersebut. Sehingga, seluruh bakal calon melakukan kombinasi pasangan dari kedua wilayah. Calon PBB dan Partai Merdeka Aristo Munandar berasal dari Ampek Angkek (Agam Timur), sementara calon wabupnya, Ardinal Hasan berasal dari Maninjau (Agam Barat). Cabup PKS Saiful Sofyan kampungnya di Maninjau (Agam barat) berpasangan Rafdinal dari Banuhampu (Agam timur).
Cabup PAN Indra Catri berasal dari Baso (Agam timur) berpasangan dengan Herman L dari Maninjau (Agam barat). Demikian juga cabup Golkar Gustiar Agus, kampungnya di Banuhampu (Agam timur), sementara pasangannya, Bukhari, dari Lubuk Basung (Agam barat).
Hal serupa juga terjadi di PPP, Bastiam berasal dari Matur (Agam barat) dan pasangannya Yosiano dari Sungai Pua (Agam timur).
Berapa besar potensi pemilih antara dua wilayah itu? Wilayah Agam Timur yang terdiri atas Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Mutiara, IV Nagari, Tanjung Raya (Maninjau), Palembayan dan Kecamatan Matur punya potensi pemilih sekitar 80 ribu jiwa.
Sementara wilayah Agam Timur yang terdiri atas Kecamatan IV Koto, Banuhampu, Sungai Pua, Ampek Angkek, Canduang, Baso, Tilatang Kamang, Kamang Magek, dan Palupuah punya potensi pemilih sekitar 120 ribu jiwa.
Makanya, calon kepala daerah sengaja memilih pasangan dengan kombinasi dua wilayah tersebut. Hal ini tentunya agar bisa menarik suara dari kedua wilayah Agam tersebut.
Pilkada di Agam akan diwarnai pertarungan dua mantan bupati. Aristo Munandar (Bupati Agam 2000-2005) akan bersaing dengan Gustiar Agus (Bupati Agam 1990-1995). Keduanya mempunyai kelebihan, sudah sama-sama dikenal masyarakat Kabupaten Agam. Aristo unggul karena baru satu bulan berhenti jadi bupati, masyarakat belum akan lupa padanya. Walau hanya didukung PBB dan Partai Merdeka, namun figurnya terkenal dekat dan didukung bawahan sampai ke tingkat nagari, bukan hanya di Agam timur, kampungnya, tapi juga di Agam barat.
Namun itu tidak menjamin sepenuhnya, karena Gustiar didukung mesin Partai Golkar yang memenangkan pemilu di Agam. Mantan bupati yang merealisasikan pemindahan ibu kota Agam dari Bukittinggi ke Lubuk Basung itu, masih punya banyak pendukung di akar rumput. Di luar itu, ada Indra Catri, mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang dan kini menjabat Asisten II Wali Kota Padang. Baru-baru ini Indra bahkan sudah diangkat jadi datuk di kampungnya. Ia diusung PAN yang tentunya didukung Muhammadiyah. (Hendra Makmur)
Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com ====================================================================== Alam Takambang Jadi Guru ======================================================================
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

