C) HUBUNGAN CINTA DENGAN JIWA MANUSIA

Cinta adalah suatu ungkapan/gerakan/gejolak asasi
didalam kehidupan manusia dengan segala aspeknya. Ia
juga merupakan sudut pandang dari ungkapan perasaan
yang cukup dalam, di dalam jiwa manusia dimana sangat
sulit untuk menembusi setiap cabang-cabang tubuh itu.

Gejolak cinta dalam jiwa manusia merupakan suatu hal
yang fitrah (suci), namun perlu untuk dinetralisirkan,
diatur dan diarahkan agar tidak menyimpang dari
jalannya, sehingga cinta suci ini tidak hilang dari
koridor yang benar, dan tidak menuju ke arah yang
samar-samar penyebab dari timbulnya bekas yang jelek
dalam pendidikan jiwa itu sendiri.

Syeikhul islam Ibnu Taymiyah mengatakan : �
Sesungguhnya dasar dari setiap perbuatan dan gerakan
yang ada di alam ini bersumber dari rasa cinta dan
keinginan, maka adanya perbuatan tidak lain berasalkan
adanya rasa cinta dan keinginanan sehingga mendorong
seseorang melakukan setiap aktivitas baik kecukaan
ataupun kebenciannya �( Undang-undang cinta hal 7-8)

Apabila seseorang rasa cintanya terhadap Allah sangat
tinggi, maka ia akan konsekwen dengan melakukan
hal-hal yang disuruh Allah dan menjauhi hal-hal yang
dilarangnya, sebagaimana yang disinyalir oleh Allah
dalam firmanNya : � Walladziinaaamanuu asyaddu hubban
lillaah �( Dan orang-orang yang beriman itu jauh lebih
mencintai Allah dari segalanya sebesar-besar cinta).

Apabila kita mencintai seseorang, biasanya kita
mengikuti apa yang diinginkannya( tapi ingat dalam hal
ini tidak ada ketaatan, atau ketundukan dalam maksiat
pada Allah, juga tiada sumpah atau janji dalam hal-hal
yang melampaui kekuasaan Allah, contoh bila seseorang
bersumpah atas nama Allah pada istri/suaminya agar tak
melakukan hal-hal yang dibenci oleh istrinya,
sementara hal tersebut halal disisi Allah, ini suatu
cinta yang sudah salah kaprah.).

Rasulullah SAW pernah ditegur oleh Allah karena beliau
tidak mau makan suatu masakan dimana masakan tersebut
tidak disukai oleh istrinya, lantas Allah
memperingatkan beliau, kenapa harus mengharamkan apa
yang dihalalkan oleh Allah ?

Sering sekali seorang istri atau suami minta
pasangannya untuk bersumpah atas nama Allah, agar sang
suami/istri tak boleh menikah dengan perempuan
lain(ini bagi suami), sementara sang suami meminta
sang istri agar bersumpah sepeninggalnya, atau setelah
diceraikannya sang istri di suruh bersumpah agar tak
boleh menikah lagi dengan lelaki lain. Kita kira ini
sudah menyalahi undang-undang dan wewenang  Allah SWT
dalam menetapkan suatu hukum yang sudah ditetapkanNya.

� Awas kalau kamu kawin lagi ,..kudamprat!,.atau
awas..kalau kamu menikah lagi setelah aku meninggal,
maka roh ku akan bergentayangan disekeliling kamar
untuk mengganggu tidurmu !�. (Duh..galak amat nih
istri/suami). Padahal ruh, jiwa dan tubuh kita hanya
semata-mata milik Allah tak milik siapa-siapa, kita
hanyalah sipeminjam, kita sipemakai sementara.



Ini adalah rasa cinta yang mendalam terhadap manusia
yang sudah salah kaprah.

Bila kita benar-benar mencintai pasangan kita, maka
disaat hidup bersamanya, maka pergaulilah pasangan itu
dengan baik, berusaha untuk membahagiakannya.

Bila kita mencintai anak-anak kita maka berusaha
keraslah dalam mendidik mereka sebaik-baik pendidikan,
perhatikan perkembangan jiwa mereka.

Bila kita mencintai atau menyukai suatu makanan, maka
nikmatilah makanan  itu disaat memakannya.

Bila seseorang mencintai suatu jenis transportasi
tertentu, maka biasanya ia akan selalu menunggu
transportasi itu walaupun harganya mahal.

Bila seseorang mencintai suatu mazhab tertentu yang
diikutinya, maka pelajarilah sebaik-baiknya mazhab
tersebut dan sebarkanlah pada orang lain, dan bela ia
tatkala mendapat suatu tantangan.

Jika seseorang cinta akan negerinya, maka bersahamlah
dalam pembangunannya dan kemajuan negeri tersebut bela
dan Bantu ia dari segala halangan dan rintangan,
terutama disaat mendapat cobaan , ketimpa musibah dan
saat-saat krisis.

Ibnu Qayyim mengatakan : � Segala sesuatu yang
berlandaskan dengan cinta maka engkau tidak akan
bergerak selain untuk yang dicintai, sampaipun
terhadap makanan, engkau tidak akan memakan sesuatu
makanan yang tidak engkau sukai � (Ini dasar-dasar
dari pengaruh cinta dan hubungannya terhadap jiwa
manusia).

Imam Ibnu tayyimiyah mengatakan : � Cinta dan
keinginan itu ada yang berdasarkan dengan perantaraan
atau tanpa perantaraan, contoh ia melakukan sesuatu
yang sebenarnya tidak ia sukai, seperti minum obat,
dan tidak suka melakukan sesuatu yang bertentangan
dengan hawa dan kesabarannya, maka inipun, walau ia
melakukan sesuatu yang pada dasarnya tidak ia sukai,
maka pada hakikatnya ia melakukannya juga atas dasar
cinta dan keinginan, karena ingin sembuh cinta akan
kesembuhan, maka obat yang pahitpun akan diminum
juga�. 

Karena cinta akan keselamatan dari api neraka, walau
pun ia terpaksa meninggalkan apa-apa yang disukainya
dari hawa nafsunya, ia akan tinggalkan juga, semua itu
karena landasannya cinta juga, yaitu cinta akan
kemenangan dan terlepas dari api neraka. Contoh karena
cinta kita pada seseorang, namun kita mampu
melepaskannya, walau kita tidak suka melepaskan orang
yang kita cintai itu dalam genggaman lelaki/wanita
lain, ini semua karena apa..? Karena rasa cinta kita
padanya, kita sadar ia dapat hidup bahagia bila
bersama orang lain, ketimbang hidup bersama kita. 

Inilah yang dikatakan cinta melalui perantaraan. Cinta
akan kesehatan, kesembuhan minum obat pahit yang tidak
kita sukaipun kita mau. Cinta akan kebahagiaan orang
yang kita cintai dan sayangi, kita rela melepaskannya
berada dalam genggaman orang lain.

=== Kecintaan Jiwa terhadap kebaikan dan akhlak yang
mulia.

Al Julainid mengatakan : � Pada hakikatnya Allah SWT
memberikan fitrah rasa cinta akan kebaikan pada jiwa
setiap manusia, juga benci akan kemudharatan yang
mencelakakan tubuh dan jiwa. Pada hakikatnya seseorang
suka akan akhlak yang mulia, walau ia sendiri tak
biasa berbuat baik, tak biasa berakhlak mulia, tapi
kalau ditanya hati nuraninya, maka ia akan jujur
mengatakan, ia cinta kebaikan dan benci kejahatan itu.

=== Kecintaan manusia terhadap apa-apa yang ia tahu
itu akan memberi mudharat padanya.

Terkadang datang kecintaan manusia pada suatu yang
dapat memberikan kecelakaan baginya. Contoh ia
mencintai harta yang haram, cinta akan kesombongan dan
berlebih-lebihan, bermegah-megah, suka menganiaya dan
membuat kerusakan. Lantas kenapa hal ini sampai
terjadi..?

Pertama : Ketidaktahuannya akan hal-hal yang memberi
mudharat tersebut. Maka terbiasalah ia melakukannya,
ini cinta tanpa ilmu yang jelas, maka jatuhlah ia
terhadap apa yang mencelakakannya dan mengikuti hawa
nafsunya.

Kedua : Menganiaya diri sendiri. Jiwa dan hatinya
keras dan kesat. Terhadap sesuatu yang bisa memberikan
mudharat padanya, dan melupakan hal-hal yang akan
memberikan manfaat untuk dirinya..

===Hubungan Cinta dengan rasa senang dan pahit.

Ibnu Tayyimiyah mengatakan : � Telah kita ketahui
bahwa setiap ada cinta dan benci maka sesungguhnya ia
akan selalu diikuti oleh rasa lezat dan pedih. 
Mencapai, atau mendapatkan sesuatu yang kita cintai
maka hati akan merasa lezat, dan pisah dengan yang
dicintai terasa luka. Dan dalam mencapai atau
mendapatkan sesuatu yang tidak kita sukai, maka akan
kita rasakan kedukaan, sementara bila kita sembuh dari
kepedihan-kepedihan itu akan dirasakan kesenangan. �.


D) CINTA DAN RASA CINTA TERHADAP ALLAH.

Bersambung�

Wassalam. Cairo 11 April 2005 Rahima. Sikumbang.  ( 36
tahun)





__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke