Assalamu'alaikum.w.w.
   
 .... kito sambuang nan kapatang....

Muslimin dan Muslimat yang dirahmati Allah. 
Allah swt. Maha berkuasa, marilah kita menyadari 
hakikat ini, dan marilah kita kembali kepada 
undang-undang dan peraturan-peraturan Allah swt. Untuk

mengelak, mudah-mudahan tsunami tidak akan terjadi 
lagi.
   Yang kedua, tsunami adalah bala atau malapetaka 
dari Allah seperti kita sebut kemarin. Kenapa ?, 
seperti sudah kita sebut kemarin, Allah sudah 
memberitahu lama dalam Al Qur-an. Surat Al Isra (17) 
ayat 16.
   "Wa iza aradna an nahlika karyah, amarnaa 
mutsrafiha, fafasaqu fihaa, fahaqqa 'alaihal qaulu, 
fadaramarnaa ha tadmiiraa."
Dan apabila Allah kehendaki untuk membinasakan 
atau menghancurkan suatu negeri,....bagaimana ?.
Amarnaa mutsrafiihaa, Allah perintahkan kepada 
golongan mewah ...(siapakah golongan mewah ini ?). 
fafasaqu fiihaa, akan tetapi golongan mewah yang 
telah diamanatkan oleh Allah supaya mentaati 
perintah Allah yang terkandung dalam al-Qur-an 
itu , mereka ini fasiq, kata Allah. Mereka menentang 
dan melanggar peraturan-peraturan dan undang-undang 
Allah. Fahaqqal qaulu, maka selayaknyalah negeri itu 
Kami binasakan, fadamarnaaha tadmiraa, maka ketika 
itu Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. 

Bumi Aceh,.. hancur oleh tsunami. 400 ribu nyawa, 
sekarang sudah ndak macet Aceh lagi. Orang sudah tidak
 banyak,... Sepatutnya Jakarta dilanda tsunami,
... ha ha baru nggak macet. .. Tapi janganlaah.. , 
makanya kita mesti bertaubat tuan-tuan.
  Kenapa bala itu, malapetaka itu menimpa negeri 
kita ?.
Jawabannya ada dalam ayat ini, kita kembali kepada 
pengertian ayat tadi. Allah memerintahkan golongan 
mewah , siapakah golonganmewah itu ?.
Inilah yang telah ditafsirkan oleh para ulama, 
termasuk H. Zainuddin Hamidi, menyebut... Empat
perkara 
yang merupakan punca suatu negeri akan dihancurkan 
oleh Allah swt. pada suatu hari nanti. Tiada 
terkecuali, kalau ada salah satu dari empat perkara 
ini, aaa tunggulah.
  Yang pertama, kemewahan. Siapa yang dimaksud 
golongan mewah ?.
Merujuk pada tafsir, golongan mewah yang dimaksud 
ialah :
Ketua-ketua dan orang-orang terkemuka. Ketua-ketua 
maknanya pemimpin-pemimpin, aparat-aparat. Orang-
orang terkemuka,... Siapa lagi kalau bukan,...
Taipan-taipan,.. korporat-korporat atau 
konglomerat-konglomerat dsb, yang setaraf.
   Kenapa dikatakan mereka ini golongan mewah ?. 
Karena memiliki keistimewaan yang tidak ada pada 
kita tuan-tuan.
Yang pertama mereka memiliki kekuasaan
Yang kedua mereka ini berpengaruh
Yang ketiga mereka memiliki uang miliaran.
    Coba tuan-tuan bayangkan dan lihat, sekarang dalam
 negara kita begitu banyak kemungkaran-kemungkaran 
yang terjadi. Siapa yang membuka ruang untuk ini ?, 
siapa yang memberi jalan kalau bukan golongan ini ?. 
Penguasa dan aparat.. dia ada kuasa, konglomerat� 
mereka ada uang. Mereka hendak mengembangkan 
perusahan-perusahan dan usaha mereka, 
tidak memperhitungkan halal haram dosa dan pahala. 
Mereka dapat bersepakat dengan golongan yang berkuasa.
 Maka berkembanglah kemungkaran-kemungkaran dalam 
sebuah negara.  Kita tidak dapat menafikan hal ini.  
Bukan kita yang mengembangkan maksiat, tapi mereka 
golongan mewah. Merekalah yang melakukan dosa yang 
tak pernah putus... Bukan saya yang menyebut ..Qur-an 
yang menyebut dalam suratul waqiah (56:45-46). Secara 
jelas Allah menyebut
"Innahum kaanu qabla dzalika mutsrafiin, wakaanu 
yusirruu na 'alal hintsil 'azhiim".
Sesungguhnya sebelum ini mereka hidup bermewah-mewah..
Mereka itu ialah, yang memiliki kekuasaan, berpengaruh

dan juga uang miliaran.
Karena mereka memiliki keistimewaan ini
Wakaanu yusirruu na �ala hintsil �azhiim
Dan adalah mereka ini kata Allah, yang terus menerus 
melakukan dosa-dosa besar.
..Coba tuan-tuan,.. Siapakah yang mengizinkan judi ?.
Siapa yang memberi izin penjualan Alkohol ?, siapa 
yang melokalisasi dan mengizinkan
Pelacuran ?.. siapa  !?. Siapa yang mengizinkan 
consert-consert�pertunjukan-pertunjukan yang membuat 
pergaulan bebas pemuda pemudi ?. Siapa yang
mengizinkan
TV kabel ?, Penayangan film-film dengan sensor yang 
sangat tipis ?.
Tidak mau membatalkan sambutan tahun baru dan membuat
pergaulan muda mudi semakin rusak, padahal tsunami 
sudah melanda sebagian negeri kita.
Kalaulah Jakarta yang terkena, apa kata mereka ?.
Siapa yang memberi jalan semua hal ini terjadi ?.
Ketua-ketua dan orang-orang besar.
Itulah sebabnya berkembang maksiat. 
Kita mau menafikan ?.
Jangan jadi munafiq kita.
Siapa golongan mewah ?, Inilah dia golongan mewah.
Ada pengaruh, ada uang, ada kekuasaan.
   Yang kedua,

... lah panjang pula, beresok kita sambung...

Wassalam

St. Sinaro





                
Yahoo! Mail
Stay connected, organized, and protected. Take the tour:
http://tour.mail.yahoo.com/mailtour.html


_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke