Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Dunsanak-dunsanak di RN yang sama-sama ciptaan Allah SWT.
Terketuk juga hati saya untuk mencari bentuk kebenaran yang haqiqi dari 
perbedaan pendapat yang timbul dalam diskusi tentang Al-Qur'an dan Hadis.

Hal ini terkait dengan cuplikan Al-Qur'an di Al-Baqarah ayat 286 bahwa Allah 
tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat 
pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari 
kejahatan) yang dikerjakannya... (diteruskan dengan doa).

Dalam 'mencari' kita bisa saling tukar pendapat dalam hal ini.
Bolehkah saya memohon penjelasan yang lebih detail terhadap pernyataan Pak 
TufiqMalin tentang
QUOTED >>>Perbedaan kedua dgn HMNA dan kawan2 di Hidayatulullah adalah lagi 
lagi soal Hadist, sebagaimana saya dengan Rahima. Bagaimanapun juga Allah sudah 
katakan Hadist2 adalah sumber perpecahan umat islam, karena sudah diakui bahwa 
buku2 hadist yang ada di pasaran banyak yang palsu, tidak sahih. Makanya Ulama2 
mengatakan berhati hatilah dengan hadist2. Yang suci dan terjamin hanya al 
Quran saja. <<<

Kapankah hadis itu disebut palsu ataupun sahih?
Bagaimana dengan Al-Qur'an dalam pelaksanaan shalat, sementara rukun shalat itu 
dari Rasulullah yang menerima perintah dari Pemberi Al-Qur'an itu???
Bagaimana pula dengan thaharah (mandi junub, wudhu, dan tayamum)? sumber mana 
yang mau dipakai Al-Qur'ankah atau hadis???


Alngkah indahnya bila kita membaca Al-Qur'an itu dengan utuh, terutama ayat 
berikut yang pernah disampaikan Pak TaufiqMalin:
QUOTED >>> 1.QS.49:13. Aku jadikan manusia berbangsa bangsa dan bersuku 
suku,(bermacam bahasa, agama, budaya) agar satu sama lain saling kenal 
mengenal(saling bersahabat, dan tolong menolong dalam kebaikan) <<<<

Lengkapnya ayat ini adalah "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu 
dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - 
bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang 
yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa 
diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Ini adalah seruan Allah melalui lisan Rasullullah SAW bahwa saling mengenalnya 
kita untuk mencari predikat 'termulia' di hadapan Allah di antara manusia yang 
diciptakan-Nya. Lucunya adalah kita tidak pernah tahu kapan kita sudah taqwa, 
juga gak pernah tahu kalau pekerjaan kita berpahala, juga gak pernah tahu kalau 
kita berdosa. Maksud saya adalah tidak ada hitam di atas putihnya.
Tetapi justifikasinya sangat kuat dan bisa dirasakan ketika melihat orang yang 
sudah berwudhu ataupun shalat tampak kecerahan dan keceriaan di wajahnya. Juga 
semakin yakin bahwa Al-Qur'an itu benar bahwa "Shalat itu mencegah dari 
perbuatan keji dan mungkar"; Insha Allah di antara yang melakukan punya 
pengalaman sendiri untuk membuktikan ayat ini.
Lalu, di sisi lain di-sinyalir setan/iblis bergerak dengan lincah untuk 
mengumbar riya yang timbul. Bayangkan betapa ruginya orang yang shalat begitu 
riya sudah mampir. Justifikasinya... ketidaktenangan menghiasi perjalanan 
aktivitas berikutnya.
Wallahu'alaam bish shawaab.

Titip satu lagi untuk saliang mengingatkan, diri saya juga para netters bahwa: 
ada sentilan ringan dari Allah, tapi tajam di surat Ash-shaf (61) ayat 2-3
"Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak 
kamu kerjakan?
"Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak 
kamu kerjakan."

Untuk semua RN-netters, saya mengucapkan jazakumullahu khairan katsiraan atas 
pelajaran dan dakwah yang dishare dalam forum ini.

Salah satu member 'pasif'
Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

M. Razi di jkt


-----
This message has been certified virus free by Medcoenergi Antivirus

_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke