Assalamu'alaikum wr wb
Bismilahirrhamanirrahiim.
Angku Mhd. Razi yang disayangi Allah swt.
Semoga Allah menunjukan dan membimbing hati2 kita kejalan yang Allah 
senangi,amin
Terimokasih banyak atas respondnya dan nasehat nya. 
Lebih baik kironyo awak mencari persamaan dalam perjuangan dari pada mencari 
cari perbedaan dgn HMNA. Kalau Angku Mhd Razi ingin tahu bana, lebih baik 
diliek di Milist Muhammadiah. Barikut dibawah ambo tulisan Angku Razi ambo 
silipkan respond2nya semoga ada manfaatnya. 

Muhammad Razi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Dunsanak-dunsanak di RN yang sama-sama ciptaan Allah SWT.
Terketuk juga hati saya untuk mencari bentuk kebenaran yang haqiqi dari 
perbedaan pendapat yang timbul dalam diskusi tentang Al-Qur'an dan Hadis.

Hal ini terkait dengan cuplikan Al-Qur'an di Al-Baqarah ayat 286 bahwa Allah 
tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat 
pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari 
kejahatan) yang dikerjakannya... (diteruskan dengan doa).

Dalam 'mencari' kita bisa saling tukar pendapat dalam hal ini.
Bolehkah saya memohon penjelasan yang lebih detail terhadap pernyataan Pak 
TufiqMalin tentang
QUOTED >>>Perbedaan kedua dgn HMNA dan kawan2 di Hidayatulullah adalah lagi 
lagi soal Hadist, sebagaimana saya dengan Rahima. Bagaimanapun juga Allah sudah 
katakan Hadist2 adalah sumber perpecahan umat islam, karena sudah diakui bahwa 
buku2 hadist yang ada di pasaran banyak yang palsu, tidak sahih. Makanya Ulama2 
mengatakan berhati hatilah dengan hadist2. Yang suci dan terjamin hanya al 
Quran saja. <<<

Quoted>>Kapankah hadis itu disebut palsu ataupun sahih?Bagaimana dengan 
Al-Qur'an dalam pelaksanaan shalat, sementara rukun shalat itu dari Rasulullah 
yang menerima perintah dari Pemberi Al-Qur'an itu???
Bagaimana pula dengan thaharah (mandi junub, wudhu, dan tayamum)? sumber mana 
yang mau dipakai Al-Qur'ankah atau hadis???<<

________TMalin. 

Bagi ambo diajarkan oleh ibu ambo dan guru2 ambo waktu kecil apa difinisi 
Hadist itu. Hadist adolah penjelasan ayat2 Allah yang kurang jaleh bagi umat, 
maka Rasul memberikan contoh2nya. Apa yang dilakukan oleh Rasul itu adolah 
sunnah.

Bagi ambo Hadist sahih bukanlah berdasarkan kepada perawi2nya, dan bukan pula 
kepada Hadist2 Muslim dan Bukhari. Tapi berdasarkan kepada Al Quran, sebagai 
filter hadist2 yang diucapkan oleh Rasul. Apokah benar hadist2 itu untuk 
manjalehkan ayat2 Allah atau tambahan2 lainnya.

 Misalnya. Rasul mendapat perintah melaksanakan shalat, bacaannya pun ada di al 
Quran, waktunya dan 5 kali sehari tertulis dalam dalam al Quran, cuma cara 
melaksanakannya dan jumlah rakaatnya tidak ditulis dalam Al Quran. Maka Rasul 
mencotohkannya, cara Rasul ini, atau sunnah harus dikuti oleh umat islam 
sebagai peraturan/ syariat Islam.Begitu pula cara berwuduk dll.

Waktu shalat Rasul memakai baju putih longgar, panjang, pakai saroban, jenggot, 
berbahasa Arab, yang dipakai Rasul ini bukanlah syariat islam, tapi adalah 
budaya Arab. Kenapa? karena sebelum perintah shalat datang, Rasul sudah 
memakainya begitu pula orang2 Nasrani dan Yahudi juga memakainya.

Dalam al Quran di tulis," Ikutlah Allah dan ikutuliah Rasul(sunnah)" Disikolah 
titik letak perbedaan menafsirkannya. Ulama2 Arab atau keturunan Arab 
mengartikan semua sunnah wajib dilakukan, kalan tidak berati ingkar Rasul dan 
ingkar Allah.

Penafsiran bagi saya, yang wajib di ikuti oleh umat islam yang bukan Arab, 
adalah sunnah yang menjelaskan ayat2 Allah oleh Rasul.

Bagi saya, selain dari pada penjelasan2 ayat2 Allah bukanlah Hadist sahih, 
bukanlah syariat agam Islam, bukanlah peraturan2 agama islam. Tugas Rasul2 
hanya menyampaikan ayat2 Allah saja kepada umat. Rasul tidak berani menambah 
dan mengurangi peraturan2 Allah swt. 

Jadi kalau ambo pelajari Hadist2  itu yang jumlahnya puluhan rubu itu, lebih 
banyak dari peraturan2 Allah, dan perawi2nya pun juga beberapa orang, yang satu 
sama lian saling tuduh menuduh sampai sekarang, dan ulama2 juga memperingatkan 
berhati hati akan buku2 hadist karena hadist2 sudah di sisipin oleh tangan2 
yang tidak suka akan islam maju.Kebanyakan adalah Hadist2 yang menjelaskan 
budaya Arab dan peraturan2 lokal(Arab). 

Contoh2 Hadist yang bertentangan dgn ayat2 Allah sudah ambo kirimkan. Kalau 
ambo salah memahaminya, boleh di koreksi, tapi tidak ada yang dapat 
menjelaskanya, hanya saya dituduh anti Hadist dan sunnah sajo oleh HMNA dan 
kawan2nyoo.

______


Alngkah indahnya bila kita membaca Al-Qur'an itu dengan utuh, terutama ayat 
berikut yang pernah disampaikan Pak TaufiqMalin:
QUOTED >>> 1.QS.49:13. Aku jadikan manusia berbangsa bangsa dan bersuku 
suku,(bermacam bahasa, agama, budaya) agar satu sama lain saling kenal 
mengenal(saling bersahabat, dan tolong menolong dalam kebaikan) <<<<

Lengkapnya ayat ini adalah "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu 
dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - 
bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang 
yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa 
diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

____________TMalin

Terimakasih akan nasehatnya, kalau di artikel2 ambo selalu ambo tulis dgn 
lengkap. Hanya kalau menjawab cepat atau mengulangi lagi, saya ambil ringkasnya 
saja. Sebenarnya lebih baik lengkap sebagaimana angku katakan.

_____

Ini adalah seruan Allah melalui lisan Rasullullah SAW bahwa saling mengenalnya 
kita untuk mencari predikat 'termulia' di hadapan Allah di antara manusia yang 
diciptakan-Nya. Lucunya adalah kita tidak pernah tahu kapan kita sudah taqwa, 
juga gak pernah tahu kalau pekerjaan kita berpahala, juga gak pernah tahu kalau 
kita berdosa. Maksud saya adalah tidak ada hitam di atas putihnya.
Tetapi justifikasinya sangat kuat dan bisa dirasakan ketika melihat orang yang 
sudah berwudhu ataupun shalat tampak kecerahan dan keceriaan di wajahnya. Juga 
semakin yakin bahwa Al-Qur'an itu benar bahwa "Shalat itu mencegah dari 
perbuatan keji dan mungkar"; Insha Allah di antara yang melakukan punya 
pengalaman sendiri untuk membuktikan ayat ini.
Lalu, di sisi lain di-sinyalir setan/iblis bergerak dengan lincah untuk 
mengumbar riya yang timbul. Bayangkan betapa ruginya orang yang shalat begitu 
riya sudah mampir. Justifikasinya... ketidaktenangan menghiasi perjalanan 
aktivitas berikutnya.
Wallahu'alaam bish shawaab.

Qouto<<Titip satu lagi untuk saliang mengingatkan, diri saya juga para netters 
bahwa: ada sentilan ringan dari Allah, tapi tajam di surat Ash-shaf (61) ayat 
2-3
"Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak 
kamu kerjakan?
"Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak 
kamu kerjakan.">>>

____TMalin

Menurut pemahaman saya, ulama2 yang tahu akan peraturan2 Allah wajib 
menyampaikan kepada umat secara sempurna, walaupun kita belum melakukannnya. 
Misalnya Rasul adalah seorang pedagang, tapi Rasul menyampaikan perintah2 
kepada umat yang Rasul tidak melakukannya seperti Rasul mengatakan wahyu 
Allah,"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki 
dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku ( 
macam budaya dan bahasa) supaya kamu saling kenal-mengenal(saling bersahabat, 
tolong menolong dll). Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi 
Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha 
Mengetahui lagi Maha Mengenal."

 

Kemudian beliau bersabda,"Tuntutlah ilmu sampai kenegri China sekalipun"

Sedangkan Nabi tidak pernah pergi belajar kenegri China, namun Rasul 
memperingatkan umatnya untuk belajar sampai keChina sekalipun dengan bangsa2 
lain yang bermacam budaya dan bahasa, agar satu sama lain saling belajar dan 
saling kenal mengenal.   

 

Jadi ulama2 dan Da'i yang sudah tahu peraturan2 Allah wajib menyampaikannya, 
walupun dia tidak melakukannya untuk kebaikan umat. Misalnya ulama2 tidak 
sepantasnya keberatan menyampaikan perintah2 Allah dalam  bidang Ekonomi, 
technologi dan bersahabat dgn umat nasrani, amerika dll kepada umat, walau dia 
sendiri tidak melakukan kegiatan ekonomi dan tidak bersahabat dgn orang2 
nasrani. Sesungguhnya tidak apa apa, karena sebahagian ulama2 tidak mempunyai 
talent ekonomi bukan? Saya sudah postkan 16 artikel eknomi, silakan pakai, dan 
kirimkan kepada kawan2 sebagai bahan ceramah di mesdjid. Kalau ado nansalah 
perbaiki sajo.

 

Ayat diatas dimaksudkan oleh Allah, kita seharusnya memperhatikan turunya 
wahyu2 Allah itu, contohnya seorang ulama melarang murid2 nya menonon TV karena 
akan melalaikan sembahyang atau pelajaran. Tapi dia sendiri melihat TV. Contoh 
kedua, Ulama2 melarang umat islam merokok, tapi dia sendiri merokok di dalam 
rumah. Contoh yang begini yang di larang oleh Allah swt.. Allah sangat membenci 
kelakuan manusia seperti ini.

Demikianlah sedikit penjelasan saya, semoga ada manfaatnya amin.

wassalamu'alaikum wr wb.Taufikmalin, Gunung marapi.

_______

Untuk semua RN-netters, saya mengucapkan jazakumullahu khairan katsiraan atas 
pelajaran dan dakwah yang dishare dalam forum ini.

Salah satu member 'pasif'
Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

M. Razi di jkt


-----
This message has been certified virus free by Medcoenergi Antivirus

_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke