Wassalamu'alaykum wr.wb
Manuruik ambo baliek kasurau indaklah bararti manyuruih anak
lalok disurau/masajik, kok pandapek ambo, yang diambiek hakekat
kembali kasurau yaitu mengembalikan peranan masyarakat terhadap
surau dan sabaliknyo mengembalikan fungsi surau terhadap
tatanan kehidupan masyarakat.
Manuruik ambo pulo nan dimakosuik surau itu juga bararti
institusi pendidikan, lembaga keagamaan, sekolah dan
universitas.
Kalau dulu begitu intensnya perahatian masyarakat kapado surau,
artinyo masyarakat peduli tentang pendidikan, tagaknya surau
marupakan tanggung jawab masyarakat, mambali minyak untuk surau,
memparelok bangunan surau secara bersama sama , memberikan
kesempatan kepada siswa-siswa untuk berlatih menjadi mubalig
pada waktu bulan puasa , sampai pada urusan membiayai kehidupan
guru merupakan tanggung jawab bersama, dulu alm buya Hamka
pertama kali naik haji juga dibiayai oleh masyarakatnya.
Jadi nan diparalukan sekarang baa masyarakat bisa memiliki
perhatian yang penuh terhadap pendidikan dan tidak begitu saja
menyerahkannya menjadi urusan pemerintah.
Arnoldison
Wednesday, June 1, 2005, 9:17:39 AM, you wrote:
SBwc> Assalamualaikum Wr. Wb.,
SBwc> Parmisi ka Palanta manaruihkan pandapek bapak ko, satuju pak jo
SBwc> pamikirannyo, tapi baa maakai supayo anak2 tu namuah lalok dan baraja di
SBwc> Surau/masajik, sadangkan dirumahnyo ado yang lalok jo kasua ampuak, jo
SBwc> AC, ado TV dlsb, he he batanyo kok ka Palanta.
SBwc> Sakian, wass, syb.
SBwc> Ketika Fungsi Surau Sudah Jauh Bergeser
SBwc> * Bastiam: Babaliak ka Surau Solusinya
SBwc> Oleh admin padek 1
SBwc> Rabu, 01-Juni-2005, 10:34:15 3 klik
SBwc> Surau terbukti ampuh menciptakan seorang intelektual. Faktanya, sebagian
SBwc> besar tokoh besar yang dilahirkan Sumatera Barat merupakan produk surau.
SBwc> Sebut saja Hamka, Hatta, dan sejumlah toko nasional dari Sumbar lainnya
SBwc> dibesarkan oleh lingkungan surau. Lalu bagaimana sekarang?
SBwc> SEJARAH membuktikan, surau (termasuk mesjid) sangat besar andilnya dalam
SBwc> memajukan pendidikan di Ranah Minang. Pendidikan di surau dulunya
SBwc> termasuk lengkap. Di surau, para murid tidak hanya didik mengaji, tapi
SBwc> juga ilmu lainnya. Antara lain belajar silek (silat), pidato, belajar
SBwc> adat, pantun dan lainnya. Sehingga tidak heran, generasi muda Minang
SBwc> dulunya tidak hanya terkenal pintar mengaji tapi juga pintar basilek,
SBwc> berpidato, mengerti persoalan adat. Anak Minang, terutama yang laki-laki
SBwc> wajib hukumnya belajar dan tidur di surau.
SBwc> Tidak hanya itu, surau dijadikan segala pusat kegiatan di kampung.
SBwc> Musyawarah adat, musyawarah nagari dan kegiatan kampung lainnya
SBwc> dipusatkan di surau. "Pendeknya, apapun kegiatan yang bentang kampung,
SBwc> dirancang di surau," sebut Letkol Drs Bastiam, Apt, MM, kepada koran
SBwc> ini, kemarin.
SBwc> Lewat pendidikan surau, Sumbar mampu menciptakan intelektual handal.
SBwc> Putra Minang disegani di kancah nasional, bahkan dunia tidak hanya
SBwc> karena ilmunya tapi juga ketaatannya kepada agama dan adat yang mereka
SBwc> dapatkan selama belajar di surau.
SBwc> Namun sekarang, tidak dapat dipungkiri, fungsi surau di Ranah Minang
SBwc> sudah jauh bergeser. Surau tidak lagi dijadikan sebagai tempat melakukan
SBwc> pusat aktifitas di desa, jorong dan nagari. Jangankan untuk melakukan
SBwc> pusat kegiatan, ada surau yang tidak dipergunakan dalam menjalankan
SBwc> shalat lima waktu. "Jangan heran, sekarang sudah susah mencari orang
SBwc> untuk membacakan doa. Bahkan, untuk mencari orang yang bisa azan sudah
SBwc> mulai langka. Sungguh-sungguh memperihatinkan," lanjut putra Kabupaten
SBwc> Agam kelahiran Matua, 13 Februari 1962 itu.
SBwc> Persoalan tersebut, lanjut Calon Bupati Agam dengan nomor urut 1 yang
SBwc> berpasangan dengan Yosiano Moechtar itu, tidak bisa dibiarkan
SBwc> berlarut-larut. Jika tidak, bukan tak mungkin Islam di negeri ini hanya
SBwc> tinggal merek. Kembali ke pola pendidikan surau (babaliak ka surau),
SBwc> merupakan solusi tepat untuk mengatasi persoalan ini. Cuma, babaliak ka
SBwc> surau dimaksud haruslah dikemas dengan pola baru. Soalnya, untuk
SBwc> menyuruh anak-anak sekarang untuk tidur di surau tidak mungkin lagi.
SBwc> "Sekarang, khusus untuk pendidikan di surau, yang mesti kita perkuat
SBwc> adalah sumber daya manusia (SDM). Kualitas tenaga pendidik yang
SBwc> ditempatkan di surau mesti digenjot. Konsewensinya, kita juga mesti
SBwc> memperhatikan kesejahteraan mereka. Berikan gaji yang manusiawi terhadap
SBwc> guru di surau.
SBwc> Sebab, walau bagaimanapun guru juga manusia. Mereka butuh materi untuk
SBwc> hidup," sebut Perwira Menengah TNI yang saat ini bertugas di Mabes TNI
SBwc> itu seraya menambahkan, sebenarnya kita sudah memiliki modal untuk itu.
SBwc> Sumbar memiliki banyak Madrasah dan IAIN yang berbasiskan pendidikan
SBwc> agama. (jig)
SBwc> _____________________________________________________
SBwc> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
SBwc> http://rantaunet.org/palanta-setting
SBwc> ------------------------------------------------------------
SBwc> Tata Tertib Palanta RantauNet:
SBwc> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
SBwc> ____________________________________________________
--
Best regards,
Arnoldison mailto:[EMAIL PROTECTED]
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________