Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
>>> QUOTED dr seorang yang kandidat doktor: jangan khawatir, PAN emang hebat ko...pks memang masih harus banyak belajar. karena belajar adalah nafas kehidupan, dia tak bisa dilepaskan dari perjalanan kehidupan itu sendiri. hanya orang-orang yang terus belajar yang akan memenagnkan kehidupan ini, sedangkan yang merasa pintar, dia akan tersingkir oleh kesombongannya. begitulah hukum alam. <<<< Close QOUTED.. Astaghfirullahal'azhiim... dalam 3 minggu terakhir ini banyak benar para netters Rantau menerima berbagai macam hujatan dan cacian serta sindiran yang sangat tajam antar golongan. Ampun ambo mengamatinyo... kemanakah negeri ini hendak dibawa??? Mari perkuat kebersamaan dengan hablum minnaas dan janganlah bercerai-berai. Yang rugi kita sendiri komunitas muslim di Indonesia. Silakan simak dan perhatikan laporan media seperti sabili, hidayatullah dan yang sealur bahwa... bibit 'perbedaan' selalu dilontarkan oleh mereka yang tidak senang dengan Islam dengan memanas-manasi suasana agar tidak ada keharmonisan sesama pemeluk Islam di Indonesia. Barrier/tembok sedang dibangun oleh kalangan yahudi dan nasrani dengan mengurung utuh jakarta dengan jawa Barat. Mereka sudah bangun institusi besar di Karawaci, Cikarang, dengan tambahan satu di Cibubur arah ke Jonggol. Proses pemurtadan komunitas di Jabar dan sekitarnya semakin gencar di daerah sukabumi sedang dibangun goa untuk wisata doa, di cipanas sudah ada yang pindah agama, di cikampek+purwakarta tanah dibeli berhektar-hektar dan sudah dipagar untuk membangun 'sekolah'. Komunitas minang pun sudah banyak yang disusupi... ayolah para pemikir dan penjaga keutuhan 'Islam' di Indonesia, kita bentuk berbagai macam persamaan dan yang berbeda kita kurangi secara bertahap serta arif dan bijaksana memaknai sebuah perbedaan. Tidak ada yang menjamin bahwa Islam tetap bertahan di Indonesia. Namun, Allah menjamin bahwa Islam tidak akan hilang dari permukaan bumi. Mudah-mudahan 'segelintir' masyarakat minang dengan pemahaman Islam yang kuat di milis ini mampu menepis kekhawatiran rasulullah. Rasulullah pernah bersabda bahwa pada suatu waktu dalam umatku terjadi Al-Qur'an tinggal tulisan dan Islam tinggal nama. Bahkan Rasulullah pernah khawatir akan umatnya di akhir zaman bahwa jumlahnya banyak, namun rapuh bagai buih di lautan. Mari beristighfar kepada Allah SWT, kita 'berangkulan' untuk tegaknya suasana Islami di bumi Indonesia, paling tidak dalam komunitas kita ini. Yang selalu sedih dengan 'perpecahan' dan keluarnya anggota dari sebuah komunitas milis. Muhammad Razi (30 th) ----- This message has been certified virus free by Medcoenergi Antivirus _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

