Assalamu'alaikum.w.w.

 ... kito sambuang nan kapatang....  

  Adakah kita merasa enak, betah, suka dalam dunia ini
bila sekiranya sebagai orang Islam, undang-undang
Islam,.. undang-undang yang telah diturunkan Allah swt
tidak dipakai dan dibiarkan begitu saja sesuka
hati...?. Ini masalahnya tuan-tuan .
Gimana ?....
   Kita merasa.... Saya ke Mekah�sudah 4 kali.. 
Ooo  belum selesai lagi... Itu masalahnya ... 
Itu yang dipesankan.
Nabi Muhammad sudah berpesan
"Man sanna sunnatan hasanah falahu ajruhaa... Dst
(seperti yang ditulis dik Rahima)"
Barang siapa yang meletakkann sunnah yang baik, dan 
diikuti  oleh orang lain, maka ia akan mendapat pahala
sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, tanpa
mengurangi pahala orang tersebut, dan barang siapa
yang meletakkan sunnah yang jelek, kemudian diikuti
oleh orang lain, maka ia akan mendapat dosa
sebagaimana 
dosa orang yang telah mengikuti itu, tanpa mengurangi
dosanya".
  Kalau kita mencipta suatu paham, atau membawa suatu
paham, kita amalkan paham itu, kita sebarkan pula pada
orang lain paham yang sama, dan orang lain pula
sebarkan-sebarkan dan  berikutnya sebarkan-sebarkan,
terikut-ikut paham yang salah,... aaa .. Kita akan
tanggung di padang mahsyar nanti. .. Ini yang 
dipesankan tuan-tuan.
  Paham-paham yang dicipta oleh manusia, liberalisme,
helenisme, hedonisme, kapitalisme dan sebagainya...
adalah paham yang salah. Kan kita sudah belajar apa
itu nasionalisme, P4 dan sebagainya... Paham yang 
ditulis oleh manusia�.  Kan salah. Mengapa salah ?, 
karena memisahkan agama dari negara. Mereka lupa bahwa
setelah yang di atas tadi Ibadat, mua�malat,
munakahat, ada jinayat, dan ....ada khilafat.
    Itu sebabnya kita tidak mau Bank Islam, Klinik
Islam, Rumah sakit Islam, Sekolah Islam, Asuransi
Islam... lama-lama ada pula kebun binatang Islam.
Beruk-beruk pun pakai jilbab... Kita tidak mau itu, 
kita tak mau bank Islam, tapi kita mau mengislamkan
bank-bank itu, kita ndak mau rumah sakit Islam tapi 
kita mau mengislamkan rumah sakit-rumah sakit itu. 
Sebab kalau yang Islam nanti ada yang tidak Islam, 
ini yang kita tidak mau, kita tidak mau asuransi 
Islam, tapi kita mengislamkan asuransi-asuransi itu.
Tentu orang kafir tidak mau,...biarlah sesuka
mereka.., biar mereka buat sendiri, dan jangan pernah
bercampur modal atau uang kita dengan mereka, karena
boleh jadi mereka menanamkan uang nya di
casino-casino, dan perjudian atau tempat-tempat
maksiat lainnya. 
  Kalau tidak tuan-tuan, negara menjadi bercampur
aduk. Uang tabungan haji kita bisa-bisa ditanamkan
sahamnya 
di dalam perjudian, atau mana-mana usaha yang tidak
halal. 
Inilah yang harus kita perhatikan. Makanya jangan
sampai terbawa paham yang salah. Dan jangan pula
disebarkan paham yang salah. Kalau diri sendiri
biarlah, tapi inikan menyangkut dengan orang lain.
Selagi orang itu menyebarkan paham itu selagi itu dosa
kita bertambah. Jangan main-main. Di padang mahsyar
nanti kita yang tanggung. 
Mau bertobat kalau sudah tua ?
.... tidak mudah tuan-tuan. Ada syarat taubat yang
akan diterima oleh Allah... ada undang-undangnya. 
Kita tidak pernah bisa memenuhi syarat karena
perbuatan kita belum berhenti lagi,
... masih diteruskan oleh orang lain yang kita
ajarkan. Dia akan berlaku sama, sedekah jariah yang
diberikan pada mesjid, selagi tertegak mesjid itu,
selagi ada orang yang memakainya untuk ibadah, selagi
itulah 
pahala mengalir terus. Sama juga bila kita membuat
pekerjaan salah. Membuat tempat judi, mendirikan
diskotik dan sebagainya, selagi ia masih berjalan,
selagi itu dosa kita menumpuk. ... paham nggak ?..
   Jadi maksud kita menyampaikan urusan ini, supaya
dipahami, bukan untuk tuan-tuan saja. Nanti kalau
pergi ke kantor, atau pulang kantor,.. atau kerja di
mana saja,... duduk di kedai-kedai kopi, 
bicara-bicara, ngobrol-ngobrol, ...hendaklah
dinyatakan dan 
disampaikan informasi ini pada orang lain. Supaya 
orang lain juga paham, ilmu yang kita ambil dari
penceramah, ustad-ustad atau guru-guru mana saja
haruslah dipahami betul-betul dan menyebarkannya untuk
menambah lagi orang-orang yang paham tentang agama dan
memahami maksud kita. Karena nabi menyebutkan,
"Laa yukminu ahadukum, hatta yuhiba li akhihi kama
yuhibbu linafisihi".
Tidak beriman salah seorang kamu sampai ia sayang pada
saudaranya (orang lain) sebagaimana ia menyayangi
dirinya sendiri. Orang lain tentu saja karena
orang-orang mu�min itu bersaudara. Sayang di sini 
gimana ?, sayang dalam membetulkan orang yang salah
pilih, salah pilih salah ambil paham. Tandanya sayang
kita, kita sampaikan supaya jangan salah pilih.
Mudah-mudahan diridhai oleh Allah ta�ala. 

    Kita kembali ke pokok pembicaraan mengenai
pemerintahan yang �adil.

Mari kita buka Kitab Bahrul Mazi. yang menjelaskan
pemerintahan yang �adil.
(Kitab ini beraksara arab melayu dan berbahasa 
Indonesia (Melayu) lama, dari ulama-ulama yang
terdahulu). Bagian yang saya tulis dalam bintang 
adalah isi kitab. 

**"Babu ma ja-a fil imamil �adil.
Bab yang telah datang ia untuk menyatakan imam yang
berjalan sebagaimana yang disuruh Allah dan rasul-Nya,
terhadap rakyatnya."**
   
    Bab ini adalah bab mengenai pemerintahan, imam ini
maksudnya pemerintah, pemerintah yang 'adil, 
sebagaimana yang dikehendaki oleh syara', sebagaimana
dikehendaki oleh Allah dan rasul-Nya. 

**"Ketahuilah kiranya wahai saudaraku, 
Dikehendaki dengan imam itu ialah khalifah al-a�zam 
dan yang seperti imam ya�ni wakilnya dan gantinya, 
dari qadhi-qadhi dan sebagainya"**

 Yang dimaksud dengan imam di sini ialah khalifah
al-a�zam yaitu. pemimpin yang tertinggi. Pemimpin 
yang pertama dan wakil-wakilnya di daerah-daerah, 
di negeri-negeri di kampung-kampung dan juga qadhi 
ya�ni hakim. Dari pucuk pimpinan sampai ke bawah, 
ke pelosok-pelosok..

... aa lah panjang pula... beresok kita sambung...

Wabilahil hidayah, wat taufiq

Wassalam

St. Sinaro



                
__________________________________ 
Yahoo! Mail 
Stay connected, organized, and protected. Take the tour: 
http://tour.mail.yahoo.com/mailtour.html 


_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke