DPR Tak Akui Tim Perunding Blok Cepu
Rabu, 08 Juni 2005 | 19:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi VII DPR RI sepakat tidak mengakui tim
perunding negosiasi blok Cepu.
"Blok Cepu adalah milik Pertamina maka tim perunding seharusnya dibentuk
oleh Pertamina,"kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alvin Lie di Jakarta Rabu
(8/6). Setelah rapat dengar pendapat dengan Direksi PT. Pertamina (Persero).

Menurut Alvin pembentukan tim tersebut dilakukan atas prakarsa Menko
Perekonomian Abu Rizal Bakri. "Maka komisi 7 akan memanggil Menteri
Perekonomian,"katanya.

Tim perunding negosiasi blok Cepu dengan ExxonMobil Oil, diketuai Komisaris
Utama Pertamina Martiono, selaku Ketua Tim, Wakil Ketua Roes Aryawijaya,
Sekretaris Lin Che Wei. Sedangkan anggota tim terdiri dari Komisaris
Pertamina Umar Said, Wakil Direktur Utama Mustiko Saleh, Direktur Jenderal
Minyak dan Gas Iin Arifin Takyan, Sahala dari Departemen Keuangan, Rizal
Malarangeng sebagai juru bicara dan M. Ikhsan staf ahli Menko Perekonomian.

Dalam rapat dengan komisi 7, Wakil Direktur Utama Pertamina Mustiko Saleh
menjelaskan tahapan perundingan baru membicaran satu hal mengenai split.
"Kita sudah bicarakan split, dia (ExxonMobil) bilang, no karena dia melihat
waktu di TAC itu 65:35, dia mau menuntut lagi sama dengan pertamina,"ujar
Mustiko.

Beberapa hal yang menjadi kendala dalam perundingan. Dalam kontrak ada
klausul menyebut Pertamina harus mempertimbangkan secara simpatik setiap
permintaan perpanjangan kontrak. "Pertimbangan simpatik itu dianggap Exxon
satu keharusan, padahal menurut ahli hukum dalam terminologi hukum tidak
seperti itu," ucapnya.

Mengenai Plant Of Development (POD) Exxon beranggapan dalam satu paket
dengan perpanjangan kontrak. "Saya bilang POD adalah POD. Exxon sudah minta
POD dan itu harus dilakukan,"kata Mustiko. Menurutnya, jika Exxon telah
melaksanakan POD maka pada akhir kontrak telah punya rate of return, 22,1
persen.

Kontrak asistensi teknik (technical assistance contract) Exxon di Cepu akan
berakhir pada 2010 mendatang. Exxon meminta perpanjangan hingga 2030,
menyusul ditemukannya cadangan migas baru. Diperkirakan, cadangan migas di
Blok Cepu 770 juta hingga 2 miliar barel. Ditargetkan, sekitar 170 ribu
barel minyak bisa diproduksi dari lapangan itu per hari.

Muhamad Fasabeni


----- Original Message -----
From: "boes" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, June 06, 2005 8:30 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] intermezzo


> Subject: [Pertamina] akhir sebuah Legenda..(Cepu_EMOI_PTN)....?
>
>


_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke