Kamis, 09 Juni 2005
Anak-anak Jadi Tahanan di Guantanamo, Carter Desak
agar Ditutup
London, Rabu - Nasib sejumlah anak di Afganistan
sungguh malang. Di satu sisi mereka dipaksa rezim
Taliban untuk berperang. Di sisi lain, mereka
ditangkapi pasukan Amerika Serikat dan dijebloskan ke
penjara untuk tersangka terorisme seperti penjara di
Teluk Guantanamo, Kuba.
Menurut laporan Associated Press (AP) yang mengutip
transkrip pengadilan militer AS, terdapat sejumlah
remaja berusia belasan tahun yang kini menghuni
penjara Guantanamo. Transkrip itu bisa diakses AP
karena adanya undang-undang yang menjamin kebebasan
memperoleh informasi.
Berdasarkan transkrip itu, tahun lalu pejabat
Guantanamo melepaskan tiga anak Afganistan berusia
13-15 tahun. Transkrip pemeriksaan itu menggolongkan
mereka sebagai musuh perang AS.
Pemerintah AS menghapus hampir semua keterangan
mengenai umur tahanan yang ada di dokumen. Tetapi, ada
sebagian dokumen yang mencantumkan keterangan umur
tahanan. Dari sinilah kisah mengenai tahanan remaja
itu diketahui.
Seorang remaja tahanan yang dituduh sebagai anggota
sel pasukan peledak Al Qaeda dalam transkrip itu
menjelaskan, dia sebenarnya adalah korban pemaksaan
Taliban. Dia mengaku dipaksa Taliban untuk mengikuti
pelatihan. Namun, ibunya melarang dia pergi ke tempat
latihan itu.
Setelah serangan 11 September 2001, dia ditangkap
pasukan AS. "Mereka (pasukan AS) menempelkan pisau di
tenggorokan saya, mengikat tangan saya, dan mengikat
kantong pasir di kaki saya," katanya. Di sebuah
bandara di Khos, remaja itu disuruh berjalan sepanjang
malam dengan kantong pasir di kaki.
Ketika tiba di pangkalan AS di Bagram, dia
diinterogasi dan dijatuhi hukuman. "Saya tidak pernah
mengakui menjadi seorang anggota sel pimpinan peledak
Al Qaeda. Ketika saya tiba di Kuba, saya mengatakan
kepada mereka cerita sebenarnya," kata remaja
tersebut.
Masih ada cerita lain mengenai remaja yang menjadi
tahanan di Guantanamo karena dituduh terlibat
terorisme. Kelompok pembela hak asasi manusia (HAM)
sebenarnya pernah memprotes penangkapan dan
pemenjaraan tahanan berusia di bawah 18 tahun, tidak
lama setelah penjara Guantanamo beroperasi pada bulan
Januari 2002.
Mayor Angkatan Udara Chris Lounderman, juru bicara
Komando Bagian Selatan AS di Miami, mengatakan,
Guantanmo tidak lama menangani tahanan berumur 18
tahun atau di bawahnya.
Akan tetapi, masih belum jelas berapa banyak jumlah
tahanan berusia remaja yang sekarang berada di
Guantanamo.
Desakan Carter
Munculnya tuduhan pelanggaran HAM atas tahanan di
Guantanamo membuat mantan Presiden AS Jimmy Carter,
Selasa (8/6), mendesak pemerintah segera menutup
penjara itu. Hal tersebut untuk menunjukkan bahwa AS
memiliki komitmen menegakkan HAM.
Carter mengatakan, AS harus meyakinkan banyak pihak
bahwa tidak ada tahanan yang dilarang berhubungan
dengan orang lain. Semua tahanan juga harus mengetahui
apa yang dituduhkan kepada mereka. (AP/BSW)
___________________________________________________________
Yahoo! Messenger - NEW crystal clear PC to PC calling worldwide with voicemail
http://uk.messenger.yahoo.com
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________