Assalaamu 'alaikum Wr Wb

Seharusnya pemda dan aparat terkait tidak hanya 
melibas (menggerebek) para pasangan tersebut, 
tetapi juga menindak dengan tegas pengelola hotel-
hotel melati yang mengizinkan tamu menginap dgn
bukan muhrimnya. Kalau perlu cabut izinya.
Toh, digerebekpun seharian, besok-besok akan ada 
lagi yang menginap di hotel tersebut buat ngelepasin 
'nafsu hewan' nya. 

Jadi yang perlu digerebek, pemilik hotelnya juga,
apa susahnya bagi pemilik hotel mensyaratkan 
adanya buku nikah bagi pasangan yang mau 
menginap. 

Atau memang perdanya yang belum ada bagi pengelola
perhotelan, maka ini menjadi tugas anggota dewan
dan pihak eksekutif yang terhormat.

Ingat pesan Bang Napi :
" kejahatan bukan hanya karena niat sipelaku,
tapi juga karena ada kesempatan..."
waspadalah....waspadalah...


wassalaam,
Ronald




On 6/17/05, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamualaikum Wr. Wb.,
> 
> Cukuik sadiah ado peristiwa iko, ambo kebetulan tingga dilingkungan IKIP
> dan saketek banyaknyo tahu kondisi rato2 mahasiswa/i, adolah masalah
> ekonomi.
> Wass, syb.
> 
> 
> 
> Edisi Jum'at, 17 Jun 2005
> Mahasiswi-Dosen Tertangkap di Hotel
> * Aksi Pol PP Libas Pekat
> Oleh admin padek 1
> Jumat, 17-Juni-2005, 11:21:03 190 klik
> 
> 
> 
> 
> Padang, Padek-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang berhasil
> menggerebek sembilan pasangan illegal di beberapa hotel melati di Kota
> Padang, Rabu (15/6). Dari sembilan pasangan tersebut satu pasang
> diantaranya merupakan mahasiswi dan dosen sekaligus ketua jurusan di
> salah satu perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Padang.
> 
> 
> 
> 
> Pasangan-pasangan digerebek masing-masing, dua pasang di Hotel P Jalan
> Kis Mangunsarkoro Padang, enam pasang di Hotel S & S Tabing Padang dan
> sepasang di Hotel D Jalan R Damar Padang. Penggerebekan malam tersebut
> dikomandoi Kompi B dengan Komandan Kompi Jhoni Amir berkekuatan sekitar
> 55 orang, juga di Back Up Tim Sk 4 serta ditambah anggota informant. Hal
> itu dikatakan Kepala Kantor Pol PP Padang Drs Budi Erwanto kepada koran
> ini Kamis (16/7).
> 
> "Ironisnya, kesembilan pasangan illegal yang berhasil kita grebek
> tersebut ada yang sedang begituan dan ada yang selesai begituan dengan
> kondisi ada yang bugil dan separoh bugil. Pasangan illegal yang
> tertangkap di Hotel S & S yakni MS dan CD, MR dan NL, OH dan NY, LMS dan
> AL, MT dan MA serta BD dan SV, sedangkan yang tertangkap di Hotel P
> masing NR dan Z dan IN dan IC sementara yang tertangkap di Hotel R
> adalah YP dan AL," urainya.
> 
> Menurutnya, penggerebekan yang dilakukan kali ini cukup mendatangkan
> hasil yang luar biasa, dan akan terus berlanjut dalam rangka
> pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat). "Dengan operasi ini
> diharapkan Pekat di Kota Padang bisa ditekan sehingga falsafah Adat
> Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) benar-benar terujud
> seperti yang diharapkan," ujarnya.
> 
> Penggerebekan yang dimulai sekitar 22.00 WIB tersebut dimulai dari Hotel
> S dilanjutkan ke Hotel I, seterusnya berlanjut ke Jalan Diponegoro.
> Tidak menemukan hasil, operasi diteruskan ke Pantai Padang lanjut ke
> Hotel R dan ditemukan satu pasangan illegal. Setelah berlanjut ke Hotel
> P dan menemukan dua pasang, satu pasang di antaranya sedang melakukan
> perbuatan haram alias zina. Selanjutnya ke Hotel S & S dan berhasil
> meringkus enam pasang illegal.
> 
> Melarikan Diri
> 
> Dikatakan Budi, salah satu lelaki yang berhasil ditangkap dengan
> pasangan illegalnya yakni BD yang juga Dosen sekaligus Ketua Jurusan
> melarikan diri dari Kantor Pol PP setelah sempat ditahan. BD minta izin
> ke kamar kecil untuk buang air, setelah itu yang bersangkutan langsung
> menghilang. Ketika ditelepon ke HP-nya, yang bersangkutan berjanji akan
> datang ke Pol PP sekitar pukul 09.00 WIB, dengan perjanjian jika sampai
> oukul 09.00 WIB BD tidak datang, Pol PP akan melaporkan ke Rektor PTN
> tersebut.
> 
> Nyatanya sampai pukul 11.00 WIB BD tidak menampakan batang hidungnya ke
> Pol PP, sesuai dengan kesepakatan, Pol PP terpaksa melaporkan hal
> tersebut ke Rektor. "Jika BD tidak juga muncul, untuk sementara kita
> akan tahan pasangan illegalnya yakni SV, hal itu sesuai dengan ketentuan
> yang berlaku," ucapnya. Saat koran ini mencoba menghubungi BD via HP,
> ternyata HP BD tidak aktif.
> 
> 
> 
> 
> * Pengakuan sang Mahasiswi: "Bapak Penuh Kasih-Sayang"
> 
> "Saya mau dengan bapak itu, karena bapak itu penuh kasih sayang,
> perhatian dan lainnya dan saya tidak mendapatkan hal itu dari bapak
> kandung saya, karena bapak kandung saya pergi entah kemana. Sementara
> ibu sudah meninggal dunia dan saya butuh uang untuk bisa terus kuliah.
> Saya tobat dan tidak lagi mau seperti itu, dengan catatan menunggu
> kuliah saya selesai atau wisuda pada Bulan September mendatang karenya
> saya masih butuh biaya,".
> 
> Ungkapan blak-blakan itu dilontarkan SV salah seorang mahasiswi UNP yang
> tertangkap oleh Pol PP saat berduaan dengan sang dosen sekaligus
> merupakan Pembimbing Akademik (PA) SV dalam sebuah kamar di salah satu
> Hotel Melati di Kota Padang pada hari Rabu (15/6) sekitar pukul 23.00
> WIB.
> 
> Ditemui pada salah satu ruangan di kantor Pol PP saat akan diperiksa, SV
> mengenakan baju kaos warna hitam, tas warna krem dan rambut yang
> acak-acakan serta wajah terlihat cukup lelah. SV yang mengaku anak
> pertama dari dua bersaudara tersebut, sempat menutup mukanya dengan tas
> saat difoto oleh wartawan foto yang juga datang ke kantor Pol PP.
> 
> Menurutnya SV, kedekatannya dengan BD dimulai sejak dirinya duduk
> ditahun II, ditahun I, tidak ada hubungan apa-apa antaranya dirinya
> dengan sang dosen, memasuki tahun ke II barulah terjalin hubungan
> tersebut. Kedekatan antara dirinya dengan sang PA karena merindukan
> kasih sayang dari sang ayah, dan hal itu justru didapat dari sang PA.
> 
> "Bapak itu sangat baik pada saya, saat digerebek Pol PP kami tidak
> melakukan apa-apa, kami hanya makan-makan dan nonton TV, tahu-tahu
> datang Pol PP dan kami dibawa ke sini (Pol PP-red). Saya malu dengan
> teman-teman, jika ibu kost saya tahu, saya pasti akan diusir dan saya
> tidak ingin hal itu terjadi, saya masih ingin menyelesaikan pendidikan
> saya. Dan saya juga bukan Wanita Tuna Susila (WTS), saya lakukan itu
> karena harap dapat kasih sayang dari bapak,:"ucapnya seraya menekurkan
> kepala.
> 
> Dikatakannya, dirinya dengan sang dosen masuk hotel sekitar pukul 22.00
> WIB, sesampai dikamar, ngobrol-ngobrol, nonton TV seraya makan-makan.
> Dan yang dibicarakan hanyalah seputar perasaan atau curahan hati
> (Curhat). SV curhat ke BD dan BD mendengarkannya dengan tekun seraya
> memberi jalan keluar dan sebaliknya. Sehingga tidak menyadari jika
> Satpol PP sudah berada di depan pintu kamar dan langsung menggerebek
> serta menggelandang ke Pol PP
> 
> "Saya sudah nelepon bapak untuk menjemput saya di sini (Pol PP-red)
> bapak bilang sebentar lagi akan ke sini menjemput saya, karena bapak ada
> urusan diluar dan bapak juga bilang, saya tidak usah cemas, karena bapak
> pasti akan bertanggungjawab dan membawa saya keluar dari kantor Pol PP,"
> terangnya lagi dengan penuh harap.
> 
> 
> 
> 
> * Mawardi: Keduanya Bakal Ditindak Tegas!
> 
> Sikap dan tingkah laku oknum dosen UNP "BD" yang tertangkap oleh Pol PP
> dalam sebuah penggerebekan, dinilai Rektor UNP Zawardi Effendy merupakan
> sebuah sikap yang sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik.
> Apa lagi pasangannya adalah mahasiswi sendiri. BD telah mencoreng nama
> baik institusi dan UNP tidak akan mentolerir perbuatannya. Terhadap
> keduanya akan diberi tindakan tegas.
> 
> Hal itu dikatakan Z Mawardi Effendy kepada koran ini Kamis (16/6) saat
> dikonfirmasikan seputar tertangkapnya BD dengan SV di sebuah kamar pada
> salah satu hotel Melati di Kota Padang.
> 
> "Kejadian ini betul-betul sangat memalukan sekaligus mencoreng wajah
> kami dan isntitusi. Kami benar-benar prihatin. Seorang dosen sekaligus
> ketua jurusan berbuat tidak senonoh, apa lagi dengan mahasiswinya
> sendiri. Peristiwa ini betul-betul menampar muka UNP secara keseluruhan,
> jangan karena "nila setitik rusak susu sebelanga". BD adalah ketua
> jurusan Bahasa Indonesia Fakultas Bahasa Sastra dan Seni dan SV adalah
> mahasiswi yang bersangkutan," ucapnya gusar.
> 
> Menyikapi persoalan ini, dirinya mengaku sedang merapatkan dengan
> Pembantu Rektor (PR) I seputar tindakan apa yang akan diberikan kepada
> yang bersangkutan menyangkut kejadian yang sangat memalukan tersebut.
> 
> Yang pasti tindakan tegas akan diberikan. Saat ini sedang dipelajari
> tentang aturan kepegawaian sekaligus tata tertib institusi guna
> memberikan sanksi terhadap BD dan SV.
> 
> Pihaknya akan berkoordinasi dengan dekan yang bersangkutan, di samping
> juga akan meminta keterangan dari BD. Karena baru menerima laporan dari
> Pol PP sementara dari BD belum ada.
> 
> "Selama ini IKIP yang saat ini berganti dengan Universitas Negeri Padang
> (UNP) belum pernah terjadi peristiwa memalukan seperti saat ini.
> Jangankan dosen atau ketua jurusan yang berbuat, pegawai biasa saja
> belum pernah kita dengar, ini dosen lagi!, untuk pasti kita akan beri
> tindakan tegas, untuk siapa saja yang berbuat kesalahan,"janjinya. (ita)
> 
> 
> 
> 
> _____________________________________________________
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> ------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________
>

_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke