Assalamu'alaikum.w.w.
... mak Ngah, tuan-tuan, kito sambuang nan
kapatang...
Syahdan diberangkatkanlah orang tua itu menuju
hutan di atas puncak bukit. Karena orang tua itu
lumpuh, terpaksa digendong menuju puncak bukit. Terasa
penat anaknya olehnya menggendongnya si ibu kemudian
berkata "Wahai anakku, kalau penat engkau, baiklah
mengaso sebentar di bawah pohon, mungkin sesudah itu
engkau
kuat mendaki sampai ke puncak, setelah itu tak ada
bebanmu lagi". Anak lelaki mendengar kata-kata itu dan
memang merasa penat, berhentilah ia di bawah pohon.
Diturunkannya orang tua itu dan ia pun melepaskan
penat. Ketika sedang mengaso terpandanglah ia pohon
itu sedang berbuah lebat dan telah masak. Melihat
anaknya terpana kepada buah-buahan itu, si Ibu berkata
"kalau hilang penatmu bolehlah kau panjat pohon ini
supaya dapat engkau makan". Mendengar perkataan itu
entah bagaimana, hilang rasa penatnya dan iapun
memanjat pohon itu dan mengambil buahnya untuk
dimakan, ia lupa orang tua itu juga ingin memakan buah
itu.
Lama ia berada di atas pokok sang ibu memanggilnya.
"Belum juga cukup kau makan buahnya, turunlah lagi,
hari menjelang petang, nanti lama kau sampai di
rumah". Terbayang juga kesulitan anaknya nanti oleh
orang tua itu.
Si anak menjawab "Sebentar lagi bu, saya sedang
mengumpulkan buahnya" . Lama ditunggu, tak kunjung
turun juga, sang ibu bersuara lagi sama seperti tadi.
Setelah beberapa kali memanggil barulah si anak turun
dengan membawa buah-buah yang banyak. Bersuaralah sang
ibu "Untuk apa banyak betul engkau ambil, belum
kenyangkah perutmu, perjalanan kita tinggal sedikit
lagi".
Si anak menjawab,
"Saya kumpulkan untuk dibawa pulang, untuk diberikan
pada anak-anak nanti di rumah".
Diam sejenak kemudian sang ibu berkata
"Sayang engkau pada anak-anakmu ?".
Si anak tertegun sejenak,
"Mau engkau bersusah payah mengambilkan, dan
membawanya pulang untuk mereka ?"
Si anak tambah tertegun mendengar kata-kata itu.
"Begitu jugalah sayang ku kepadamu, semenjak engkau
dalam kandungan, bila engkau minta buah yang dalam
mulutku kuberikan padamu".
Si anak terdiam, dan mulai menyadari apa kesalahannya,
begini sayangnya pada anak-anaknya, tentu begitu pula
ibunya ini sayang padanya, semenjak ia dalam
kandungan,
Dilahirkan dan dibesarkan, makanan yang sudah dalam
mulutpun diberikan padanya.
Sekarang apa balasan untuk orang tua yang telah
bersusah payah mengandung dan membesarkannya ini ?.
Seperti yang ia rasakan menjaga anak-anaknya, nyamuk
seekorpun tak boleh menggigit si anak, dan inginkan
anak itu hidup dan cepat besar. Tentu begitu orang tua
renta ini menjaganya dulu. Sekarang ia menginginkan
orang tua ini cepat mati, dimakan binatang buas ?.
Maka terbit dan bertaburanlah airmatanya, mengenangkan
nasib orang tuanya itu dan apa yang akan diperbuatnya.
Ia pun bersimpuh dan bersujud, tapi sembah sujud
dikaki ibunya yang lumpuh itu tak ada arti rasanya
lagi. Serta merta dipondongnya orang tua itu di atas
pundaknya dan ia setengah berlari menuruni bukit itu
membawa kembali orang tua itu pulang?..yeei yeei
yeeii.....
Aaa... tarangah kito, dirakuangan rasonyo aia
mato ko. Aa ..apo pengajaran dari carito koooo
(barek aia mato ko) ?. Janganlah sekali-kali melawan
orang tua kita. Jangan sekali-kali menyakiti hatinya.
Kalau beliau-beliau masih hidup,
.. aaa cepat-cepatlah mohon ampun, minta maaf segala
kesalahan. Kalau ia sudah pergi ke alam baqa, do?a
anak yang shaleh dapat menolong mereka, mudah-mudahan
di padang mahsyar nanti akan dimaafkannya.
Tapi iyo paralu dikana tuan-tuan,.. anak yang
shaleh nan kaditarimo do?anyo nyo.
Kalau tidak shaleh, jangan harap dapat meringankan
orang tua kita. ...aaa .. kan
Ujung-ujungnya shaleh juga. Baa nan shaleh ko ?,
baa golongan nan shalihin ko ?.
Alah dibahas dulu dalam seri "Jalan", bukak file tu
baliak.
Baiklah kita kembali pada pokok persoalan. Sesuai
dengan tanya mak Ngah, anak dengan bini ni bisa
menjadi musuh. Baa dek bitu, ...kalau mereka tidak
shaleh, anak tidak shaleh istri ndak shalehah.
Bercerita-cerita dan berdiskusi kami berkawan-kawan
mengenai hal ini. Ada tiga unsur yang pahalanya tidak
putus-putus oleh sebab kematian. Seperti bunyi hadits,
"Kalau mati anak adam maka putuslah amalnya kecuali
tiga. Sadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat, do?a anak
yang shaleh". Cubolah amalkan ketiga-tiganya ini.
Bicara punya bicara, sadaqah jariah perlu uang, perlu
harta, artinya perlu usaha untuk dapat membuatnya.
Ilmu yang bermanfaat, perlu usaha juga untuk
memperolehnya. Anak yang shaleh,
... eee ternyata ... perlu usaha juga untuk
mendapatkannya. Anak kalau tidak diarahkan ke jalan
yang diridhai Allah, bagaimana ia dapat menjadi anak
yang shaleh ?. Hanya kuasa Allah saja yang dapat
membuat seperti itu. Tapi sebagai orang tua, kita
perlu berusaha ke arah sana. Jan ditunggu pulo takah
tanaman babuah di tangah hutan indak ado nan
mangarajokan.
Usaha awak sebagai urang gaek paralu bana.
Itu makonyo ndak namuah dipacikkan Khalil Gibran
tu do. Takah Mutiara Sani pernah bersandiwara di TV
"Pergilah dikau anakku sayang,....
terbanglah jauh sejauh yang kau suka"...
...eee... ndak amuah do tu. Khalil Gibran
dipacikkan, inyo kapia.
Ok lah Sutan, lah mangarati kami, tapi baa
caronyo tu hah.... Kecek mak ngah pulo.
...Aaai... ambek cah,.. kita tuangkan kawa ni dulu,
nak hangat pula rakuangan ini. Goreng pisang
terbiarkan.. nanti disantap mak Lembang.. aaa ...
bertenanglah...mak ngah.. lah panjang pula...
... besok lagi kita sambung....
Wassalam
St. Sinaro
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________