Indak tau lah manga BP Migas indak disuruh mengatur distribusi BBM. Nan 
ado sekarang adalah dibentuknya BPH Migas untuk mengatur bisnis di 
hilir (refinery, distribusi BBM) yang rencananya akan membolehkan 
perusahaan-perusahaan selain Pertamina untuk menjual BBM di dalam 
negeri. Dengan diturunkannya subsidi BBM kita tidak bisa berharap bahwa 
harga BBM akan turun walaupun bertambah banyak penjual BBM di 
Indonesia, karena menurut penelitian biaya produksi BBM Pertamina 
sebetulnya masih di bawah harga BBM di pasar internasional.

Rencananya deregulasi pasar BBM akan berjalan mulai 2006, apakah 
Pertamina masih diberi tanggung jawab untuk melakukan distribusi BBM?
Kita lihat saja nanti...

Wassalaamu'alaykum wr wb
Muhammad Arfian

--- In [EMAIL PROTECTED], "Hasbi,Mukhlis" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Dan celakanya kilang di Cepu yang semestinya sdh bisa diambil alih 
dan tidak
> diperpanjang malah diperpanjang pada waktu kunjungan bos besar ke US
> baru-baru ini.
> Pertanyaan kedua, kalau marketing dan distribusi minyak mentah 
diberikan ke
> BP MIgas kenapa tanggung jawab distribusi BBM tidak menjadi tanggung 
jawab
> BP MIgas juga?
> 
> Wass,
> mhh
> 




_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke