Nan rancak dan bijak,awak2 di milis ko netral2 se lah supayo masyarakat milis ko objektif.
wassalam, Herman -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Muhammad Arfian Sent: Thursday, June 23, 2005 8:40 AM To: [email protected] Subject: [EMAIL PROTECTED] Irwan Prayitno di mata Buya, Dosen dan Petani Assalaamu'alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuhu Kalau kemarin ado komentar mantan gubernur Sumbar terhadap seorang calon gubernur saat ini, buliahlah awak mampasambahkan calon gubernur lain nan diraso labiah bapotensi ka palanta ko. Ambo satuju bilo saurang Gubernur harus memiliki karakter pemimpin, ulama, cendikiawan dan entrepreneur. Insya Allaah sadonyo ado dalam diri Irwan Prayitno. Bagi sanak di kampuang, jangan salah mamiliah tanggal 27 Juni nanti, piliahlah no.4, Irwan Prayitno dan Ikasuma Hamid!! Bagi sanak di rantau, kecekan ka urang di kampuang, piliahlah no.4, Irwan Prayitno dan Ikasuma Hamid!! Wassalaamu'alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuhu Muhammad Arfian Sang Datuak, Dimata Sang Buya Kamis, 23-Juni-2005, 11:20:32 Memilih kapal harus hati-hati, kalau tidak mengalami nasib seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, kata seorang tokoh ulama Sumbar yang enggan disebut namanya. Tamsil dan ibarat yang dikemukakan ulama yang sejak muda tidak suka politik ini terkait dengan Pilkada dan 5 Cagub yang sedang bertarung memperebutkan kursi nomor 1 Rumah Bagonjong. Pilihlah yang terbaik, yang bisa membawa perubahanE katanya menambahkan. Terbaik, bisa dilihat dari segi pendidikan. Meskipun tidak mutlak sebagai jamiman, tetapi biasanya yang lebih tinggi jenjang pendidikannya tentu lebih visioner. Dilanjutkannya lagi, dari sisi pendidikan ini, karena ini mata sisi paling penting dalam pembangunan Sumbar kedepan, maka yang perlu disigi adalah apa buah tangan sang calon gubernur itu secara riel dalam membesarkan pendidikan, baik formal maupun informal dalam mencerdaskan ummat lahir dan batin. Terbaik juga perlu dilihat dari kemampuan lobby dan akses ke pusatE imbuh sang Buya kita ini melanjutkan. Buya ini menguraikan bahwa pembangunan Sumbar semasa Harun Zein, Azwar Anas, dan Hasan Basri Durin lebih banyak ditentukan oleh kekuatan lobby. Apa hebatnya Sumbar untuk bisa meyakinkan bahwa Sumbar perlu MIA atau Fly over Kelok Sembilan atau sungai-sungai di Kota Padang perlu pengendalian banjir. Masih banyak kota-kota lain di Indonesia yang menghadapi persoalan banjir dibandingkan kota Padang. Semua itu, karena kekuatan lobby, kata Buya menambahkan. Ketika cerita Buya ini dipotong dengan pertanyaan, apakah orang yang lebih tepat dipilih menjadi Gubernur itu, orang yang sudah kenyang dengan pengalaman Birokrasi dan sangat faham dengan Sumatera Barat. Sang Buya dengan tangkas mengeleng. Mata Buya menyorong tajam. Kata Buya, tolong diingat pernyataan cerdas Azwar Anas beberapa tahun lalu: Menjadi Gubernur atau menjadi Menteri itu tidak ada ilmu dan sekolahnya. Harun Zein bukan pamong, tetapi kebangkitan Minang pasca PRRI berkat visi dan misi beliau. Azwar Anas, bukan birokrat, hanya mantan Direktur PT Semen Padang, tetapi Sumbar berkibar ditangan Dia. Pak Azwar itu, ilmuan yang ulama yang memiliki komitmen tinggi membangun negeri. Kita iri melihat kemajuan pendidikan dan pembangunan MalaysiaEkata ulama ini melanjutkan ceritanya sambil menghela nafas panjang. Nawaitu pemimpin dan rakyat Malaysia itu jelas. Komitmen mereka terhadap pemacuan pembangunan konsisten, terutama sejak dipimpin oleh Dr. Mahathir Muhammad, seorang pemimpin yang dalam dirinya melekat beberapa unsur penting, yakni seorang yang agamis, ilmuan, budayawan, dan memahami visi ekonomi secara baik. Obsesinya untuk mengangkat derajat dan martabat etnik Melayu yang tertindas oleh Cina dan India sangat luar biasa. Mengangkat derjah Melayu samalah artinya dengan Mambangkik Batang Tarandam, kata Buya ini mantap. Buya, Apakah lebih baik memilih Gubernur yang lama tinggal di Malaysia? kata saya memotong lagi pembicaraan Buya. Sang Buya ini tetap diam dengan pertanyaan itu. Selanjutnya, beliau mulai melihat jam tangannya karena waktu Asyar akan masuk. Mungkin juga, agar saya cepat berlalu. Karena panasaran, Sang Buya ini langsung saja ditodong dengan pertanyaan tembak langsung: Buya, Apakah Cagub terbaik itu, Dr. Irwan Prayitno Datuak Rajo Bandaro Basa ? Anehnya, Buya tetap tidak menjawab langsung, tetapi senyum dan berbinarnya mata Sang Buya panutan ini, berbicara banyak. Mudah2an Allah meridhoi cita-citanya, melakukan perubahan Sumbar dari keterpurukan kata Sang Buya minta permisi untuk segera ke mesjid. * Belum Tentu, Birokrat Sukses Jadi Pemimpin Pencipta kondang lagu Minang, Zul Azham yang namanya melambung setelah lagunya Ratok Padi Ampo dan Padiah Diseso Janji meledak dipasaran waktu dinyanyikan Zalmon, langsung kanai hatiEsetelah mendengarkan ceramah Dr. Irwan Prayitno di mesjid Al-Huda di kompleks Wisma Solok Nan Indah Solok, tanggal 12 Juni 2005. Pak Irwan itu memang brilian dan rendah hati imbuh Zul Azham ketika ditemui di rumahnya. Mantan kepala Pos Singkarak ini lebih yakin, bahwa Sang Datuak Irwan Prayitno ini akan membawa perubahan Sumatera Barat ke arah yang lebih baik. Bukan hanya seorang seniman sekaliber Zul Azham yang berpendapat positif terhadap Cagub nomor urut 4 ini. Umumnya orang jatuh hati dan langsung respek ketika mendengar Irwan bicara, berkhotbah, atau berdiskusi. Banyak di antara peserta Lokakarya coklat di Bukittinggi di awal Juni lalu kagum ketika Irwan Prayitno memberikan khutbah Jum'at di mesjid raya di Pasar Aur Kuning Bukittinggi. Umumnya, pemirsa Debat Publik di TVRI Padang, tanggal 19 Juni 2005 mengomentari bahwa kapasitas dan kredibilitas Irwan Prayitno lebih meyakinkan sebagai Gubernur Sumbar 2005-2010. Juga kebanyakan masyarakat beralih pilihan setelah membaca Buku Sang Datuak yang disebarkan oleh Tim Sukses IP-IKA. Sang Datuak ini dalam dirinya melekat unsur Tigo Tungku Sajarangan Plus, yakni Irwan yang ulama, cendekiawan, dan beradat, plus Irwan yang enterpreuneur. Beberapa alasan kenapa mereka beraloh memilih Irwan : Pertama, orang lebih yakin bahwa Irwan Prayitno lebih mampu membawa perubahan ekonomi Sumbar yang makin kandas sejak krismon. Pertimbangannya adalah karena masalah yang dihadapi Sumbar adalah soal kelangkaan investasi. Hanya gubernur yang bernaluri enterpreuneur dan mempunyai relasi yang baik dengan investor yang akan mampu menata perbaikan ekonomi rakyat Sumatera Barat. Kedua, kita ingin bangkit dari keterpurukan, ingin sukses seperti MalaysiaEkata seorang Dosen Ekonomi Unand, yang memiliki pemahaman yang memadai mengenai kebangkitan bangsa Malaysia. Menurutnya, bila Dr. Mahathir Muhammmad oleh komuniti Asean dianggap sebagai little SoekarnoE maka Dr. Irwan Prayitno bisa pula kita sebut sebagai a little Mahathir Muhammad Malaysia secara pasti take off sebagai bangsa besar di Asia, antara lain berkat kepiawaian dan kepemimpinan Dr. Mahathir. Seperti diketahui, Dr. Mahathir adalah seorang ilmuan, penulis, dan politikus ulung dengan landasan agama yang kuat. Anugrah Allah yang dimiliki Dr. Mahathir tersebut juga menitis ke diri seorang Dr. Irwan Prayitno. Ketiga, kekuatan lobby dan kedekatan Irwan Prayitno ke pusat kekuasaan. Pemerintah itu mirip lembaga bisnis. Lobby dan kepercayaan orang kepada kita sangat menentukan sukses semua aktivitas kata beberapa orang kontraktor di Padang. Kemampuan lobby Irwan lebih tinggi dibandingkan kandidat Gubernur yang lain. Apalagi Irwan Prayitno mempunyai kedekatan emosional dengan Presiden, Wapres, sejumlah Menteri, serta kalangan DPR RI dan dunia usaha di Malaysia, kata beberapa pengusaha sukses tersebut. Ke-empat, Irwan Prayitno diperkirakan akan lebih sukses dalam mengembangkan pemerintah yang bersih dan berwibawa, atau anti KKN, karena nawaitu seorang agamis dan ulama seperti yang dicitrakan oleh pribadi Irwan lebih kental. Spirit anti KKN Irwan Prayitno lebih banyak berasal dari dorongan hati nurani yang islami daripada dorongan otak. Pemberantasan KKN dari dorongan otak lebih cenderung dibungkus oleh pendekatan-pendekatan taktis untuk mencapai sasaran politis tertentu. Kelima, duet Irwan Prayitno-Ikasuma Hamid lebih memiliki harmoni dan saling mengisi. Menurut beberapa pakar sosial Sumbar, Irwan Prayitno yang visioner, agamis, lobbyst, dan bernaluri bisnis, beruntung didampingi oleh seorang mantan Bupati sukses, Brigjen Ikasuma Hamid. Karena jarang diberitakan sejak tidak menjadi Bupati Tanah Datar 2 periode, kehebatan luar biasa Ikasuma terlupakan sebagai Kepala Daerah yang pernah menerima Pataka Parasamya Purnakarya Nugraha Pelita IV dari Presiden RI, serta berpuluh penghargaan prestasius dari Presiden, Menteri, dan Gubernur Sumbar. Sebagian besar opini minor yang dibangun selama ini, seolah-olah menyatakan bahwa duet IP-IKA belum mempunyai jam terbang yang panjang dalam memimpin sebuah birokrasi. Padahal pengalaman birokrasi apalagi yang mesti diragukan dari seorang mantan Bupati sukses, Ikakusuma Hamid Datuak Gadang Batuah. Bahkan, fakta juga menunjukkan bahwa Harun Zain, Azwar Anas, Gubernur Jambi Zufkifli Zaini, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, bahkan Dr. Mahathir Muhammad pun bukanlah berasal dari pamong atau birokrat karir. Orang cerdas, akomodatif, dan pandai berintegrasi dengan lingkungannya tidak membutuhkan waktu lama dan mudah mengatasi kesulitan dalam memimpin pemerintahan. * Mestinya Petani Pilih Irwan Prayitno Siapa pun yang jadi Gubernur, sebagian besar petani Sumbar masih pesimis nasib buruknya akan berubah. Namun beberapa petani Solok Selatan dan Pasaman sepakat, bahwa di tangan Dr. Irwan Prayitno, kemeralatan yang dialami petani petani kecil itu akan berubah. Sang Datuak, calon gubernur dengan nomor urut 4 itu dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan sektor pertanian. Alun jadi Gubernur, lah jaleh lakek tangannyo ka awakEitu komentar para petani tersebut memaknai sumbangan 68.000 bibit coklat yang telah dibagi-bagikan Irwan untuk memotivasi petani untuk mengisi lahan kosong dan terlantar. Karena memang Sang Datuak yang sarat dengan prestasi ini adalah satu-satunya Cagub yang tidak hanya mengumbar janji-janji dalam perbaurannya dengan masyarakat calon pemilihnya, tetapi arena Pilkada ini dimanfaatkannya sekaligus sebagai entry point untuk memulai gerakan pembangunan sektor pertanian di Sumbar. Ketika diwawancari disela-sela kegiatan kampanyenya di Kota Padang, Dr. Irwan Prayitno menjelaskan secara gamblang, bahwa salah besar apabila petani Sumbar dibiarkan termarginalkan seperti saat ini. Sebagai propinsi agraris, kecepatan kebangkitan pembangunan ekonomi Sumbar terletak dalam ketepatan memberdayakan petani. Apalagi sebagian besar masyarakat Sumbar adalah petani dan basis pembangunan Sumbar itu terletak di nagari. Membangunan nagari identik dengan membangun petani. Mambangkik batang tarandamEsesuai dengan jargon Pilkada Dr. H. Irwan Prayitno MSc, Dt. Rajo Bandaro Basa-Brigjen (pur) H. Ikasuma Hamid Dt. Gadang Batuah, juga identik dengan mambangkik keterpurukan nasib petani Sumbar, yang sebagian besar masih pusing mencari uang untuk menyekolahkan anaknya. Dan paliang banyak tarandam tu, petaniEimbuh Sang Datuak. Lebih jauh, Cagub nomor urut 4 yang sangat dekat dengan Menteri Pertanian, karena sama-sama kader utama PKS mengatakan bahwa kita mesti bisa seperti Thailand, karena alamnya sama dengan Sumbar, SDMnya juga tak banyak beda dengan kita. Yang kurang ada pada kita adalah niat. Yang minim itu kepedulian, kata politikus ulung yang memilih menjadi Gubernur di kampung halaman daripada menjadi elit nasional di Jakarta. Begitulah, mungkin pas betul komentar Menteri Pertanian Anton Apriantono, ketika baru-baru ini ke Sumbar: Rugi masyarakat Sumbar apabila tidak memilih Dr. Irwan Prayitno sebagai Gubenur Sumbar 2005- 2009. Dan, malah lebih tepat lagi pendapat petani Solok Selatan yang mengatakan,"Mustinyo nan banamo patani mamiliah pak Irwan, kok yo taragak ka marubah nasib", ujarnya. (*) ..:: Padang Ekspres ONLINE ::.. : http://www.padangekspres.com _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________ _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

