Assala(mu alaikum wr. wb.

Sekitar tiga tahunan yang lalu, saya pernah menulis di sini posting dengan subyek seperti di atas. Kesimpulan tersebut saya peroleh setelah Sumatra Barat yang dalam waktu yang cukup lama hanya saya amati dari jauh, saya kunjungi dan saya amati dari dekat awal tahun 2002 yang lalu untuk tugas program tempat saya bekerja, yang wilayah kerjanya mencakup 7 provinsi, termasuk Sumatra Barat.

Kemudian Sumatra Barat dan 6 provinsi lainnya tersebut secara berkala saya kunjungi sampai program tersebut berakhir Januari yang lalu. Dan berdasarkan pengamatan saya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kemajuan yang terjadi di Sumatra Barat tidak di bawah, malahan dalam hal-hal tertentu melampau prov lain seperti prestasi dan penghargaan nasional yang diperoleh Kab Tanah Datar dan Kab Solok. Secara pribadi saya juga melihat kemajuan-kemajuan yang cukupti di Kab Agam dalam pengembangan ekonomi lokal Kab Limapuluhkoto dalam pemberdayaan nagari.

Seperti yang diberitakan Liputan6.com yang saya kutip di bawah provinsi dinilai Pemerintah Sumatra Barat yang terbaik dalam menangani gizi buruk.

Tentu saja hal itu tidak menutupi kenyataan bahwa masih sangat banyaknya hal-hal yang bersifat fundamental yang perlu diperbaiki guna pembangunan fisik dan manusia seutuhnya di Sumatra Barat di waktu-waktu yang akan datang.

Siapapun Gubernur yang terpilih pada pilkada besok jelas tidak mungkin berhasil tanpa dukungan masyarakat.

Termasuk kita-kita yang merantau cina ini.

Termasuk dukungan berupa kritik-kritik.

Kritik pedas, jika perlu.


Wassalam, St Bandaro Kayo (62-)


===============================================================

Sumatra Barat Terbaik dalam Menangani Gizi Buruk

Alwi Shihab saat berkunjung ke Sumbar. 26/6/2005 10:04  Penghargaan diberikan langsung Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab. Jumlah kasus busung lapar di Provinsi Sumbar terbilang sedikit, cuma empat kasus. Padahal pada 1998, ada 615 kasus.

Penanganan gizi buruk di Sumbar

Liputan6.com, Padang: Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab memberikan penghargaan kepada Provinsi Sumatra Barat di Padang, Sabtu (25/6). Sumbar dinilai terbaik dalam mengatasi kasus gizi buruk dan busung lapar.

Dibandingkan dengan provinsi lain, jumlah penderita gizi buruk maupun busung lapar yang ada di Sumbar paling sedikit, yakni empat kasus. Kondisi tersebut sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Contohnya, tahun 1998. Saat itu, ada 615 anak penderita gizi buruk maupun busung lapar [baca: Busung Lapar di Gudang Beras].

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sumatra Barat Yasril Rival, empat anak itu termasuk 11 penderita busung lapar yang sempat ditemukan. Tujuh di antara mereka sudah lebih dahulu ditangani petugas pos pelayanan terpadu.(AIS/Deni Risman)


_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke