Assalamu'alaikum wr.wb. Dik Ridha dan sanak2 di palanta,
Berbicara mengenai kafir.., hampir semua diantara kita bersepakat bahwa yang diluar Islam itu adalah kafir. Kalau kita perhatikan baik2..dalam Alqur'an yang benar2 di katakan kafir itu adalah orang yang menentang Allah atau orang2 yang tidak mengakui keberadaan Allah..orang2 ini disebut Kufr, Kafara, Kafir, seperti misalnya orang2 jahiliah dijaman Rasulullah. Adapun orang Nasrani ataupun Yahudi dalam Alqur'an tidak disebutkan sebagai orang kafir melainkan mereka disebut sebagai ahli kitab. Benar bahwa kita tidak boleh menjadikan orang2 Nasrani ataupun Yahudi sebagai pemimpin.., ini masuk akal dan wajar saja, sedangkan orang yang sama2 Islampun kita ragu untuk menjadikan pemimpin. Namun pemimpin mana yang dimaksud..?, ini seperti yang pernah dikatakan dik Rahima.., masalah pemimpin ini panjang sekali bahasannya.. Dan saya entah kenapa masih saja yakin bahwa orang2 yang jadi pimpinan dalam perusahaan tidak bisa dikatakan sebagai pemimpin... Dalam bekerja ada tingkatan2 jabatan dan golongan dimana kita dibayar sesuai dengan jasa kita.., kita tidak menghamba kepada pimpinan dalam perusahaan tersebut.., tapi kita bekerja menjual jasa dan jasa kita dibayarkan dengan upah yang sudah disepakati sebelum bekerja. Kita juga tidak boleh memusuhi ataupun memerangi orang2 nasrani ataupun yahudi ini, selama mereka tidak mengganggu kita. Orang2 kafir itu sudah pasti masuk neraka tanpa ada tawar menawar lagi.., sedangkan orang2 Nasrani ataupun Yahudi ini.., mereka ini tetap orang2 yang beriman kepada Allah.., hanya saja menurut kepercayaan kita cara beriman mereka tidak benar.., namun kalau saja ada yang pernah berbincang bincang dengan orang Kristen yang taat.., mereka juga mengakui Allah itu satu atau dengan kata lain dia mengatakan bahwa mereka juga menggunakan konsep Monotheism dalam hal beriman kepada Allah. Untuk itu baiklah kita berhati hati untuk mengatakan seseorang itu kafir ataupun bukan.., kita tidak pernah tahu.., mungkin saja mereka bukan kafir tapi cuma misguided person..., dan bukan hak kita mengatakan bahwa seseorang itu kafir ataupun bukan.. Sekedar berpendapat..:) Wassalam Adeer --- Ahmad Ridha <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bismillahirrahmaanirrahiim, > Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, > > Terkait dengan pembahasan mengenai orang kafir > adalah salah satu pokok > aqidah ahlus sunnah wal jama'ah yaitu dalam masalah > al-wala' (loyalitas) > dan al-bara' (berlepas diri/kebencian). Seorang > mukmin harus bersikap > wala' terhadap kaum muslimin dan bersikap bara' > terhadap orang kafir. di delete > > "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu > mengambil orang-orang > Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); > sebahagian mereka > adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang > siapa di antara kamu > mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya > orang itu termasuk > golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi > petunjuk kepada > orang-orang yang lalim." (QS. al-Maa-idah 5:51) di delete.. _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

