adeer wrote:
Berbicara mengenai kafir.., hampir semua diantara kita bersepakat bahwa yang
diluar Islam itu adalah kafir.
Kalau kita perhatikan baik2..dalam Alqur'an yang benar2 di katakan kafir itu
adalah orang yang menentang Allah atau orang2 yang tidak mengakui keberadaan
Allah..orang2 ini disebut Kufr, Kafara, Kafir, seperti misalnya orang2 jahiliah
di jaman Rasulullah.
Adapun orang Nasrani ataupun Yahudi dalam Alqur'an tidak disebutkan sebagai
orang kafir melainkan mereka disebut sebagai ahli kitab.
Om Ad, ada penjelasan yang lebih patut kita ikuti sebagai seorang muslim.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman (yang artinya):
"Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali
tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat
termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Aali Imraan 3:85)
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wa Sallam, beliau bersabda (yang artinya):
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Tidak ada seorang
pun yang mendengarku dari umat ini, baik Yahudi maupun Nashrani kemudian
mati dan dia tidak beriman dengan risalah yang dibawa olehku melainkan
dia termasuk dari penghuni neraka.” (HR. Muslim)
Saya pernah diajak berbincang-bincang oleh seorang kenalan yang bisa
dibilang 'taat' dan aktif di gereja. Dia sadar kok salah satu perbedaan
mendasar antara kita adalah konsep ketuhanan. Hati-hati dengan istilah
monotheism. Dalam pengertian mereka tetap yang dipegang adalah konsep
trinitas.
Di atas Om Ad mencontohkan orang-orang jahiliah di jaman Rasulullah
sebagai orang kafir. Sungguhkah mereka tidak mengakui keberadaan Allah?
Justru mereka mengakui yang menciptakan, mengatur, dan berkuasa atas
langit dan bumi adalah Allah (lihat QS. 10:31; 29:61, 63; 31:25; 34:24;
39:38; 43:87). Dengan demikian mereka mengakui tauhid rububiyah. Bahkan
mereka juga mengaku bahwa sesembahan-sesembahan mereka hanyalah sarana
untuk mendekatkan diri ke Allah (lihat QS. 39:3; 46:28).
Mengapakah orang-orang jahiliah itu tetap disebut sebagai orang-orang
kafir? Mengapa mereka menolak kalimat tauhid Laa ilaaha illallah padahal
mereka tidak mengingkari Allah sebagai Rabb? Inti dari kalimat tauhid
adalah mentauhidkan Allah dalam peribadatan (tauhid uluhiyah). Di
dalamnya terdapat dua pokok yaitu:
- meniadakan seluruh sesembahan selain Allah
- menetapkan Allah sebagai sesembahan yang haq
Dengan demikian makna dari kalimat tauhid adalah "tidak ada sesembahan
yang haq selain Allah subhanahu wa ta'ala". Inilah yang ditolak oleh
orang-orang kafir Quraisy.
"Katakanlah (ya Muhammad): "Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan
yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku
keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan supaya tunduk
patuh kepada Tuhan semesta alam." (QS. al-Mu'min 40:66).
Orang-orang kafir Quraisy juga tidak sepenuhnya beriman dalam tauhid
asma' wa shifat. Di antaranya mereka mengingkari nama Ar-Rahman saat
perjanjian Hudaibiyah. Pengingkaran nama dan sifat Allah dapat
menimbulkan kekafiran.
"..., padahal mereka kafir kepada Ar-Rahman (Tuhan Yang Maha Pemurah)."
(QS. ar-Ra'd 13:30)
Allahu Ta'ala a'lam.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________