Mungkin tidak saya cckan jawaban saya pada sanak Adyan
di surau mengenai nilai nominal dan real ini.

Tak apa, saya ulangi kembali.

Kalau anda meminjam duit dengan rupiah, maka pakailah
standar dollar atau emas. Misalkan anda pinjam 10
juta, langsung pakai standar 10 juta itu berapa
dollar, sekitar US$ 9000. Atau standar emas. harga
emas kita ambil saja 1 gram Rp 200, jadi berapa gram
emas seharga sepuluh juta tersebut? Maka kelak anda
membayarnya walau 10 tahun yad pun dengan standar
dollar dan emas juga. Ini anda tidak\mendzalimi dan
didzalimi.(silahkan baca kemabli postingan saya
mengenai bagaimana cara saya meminjam kan duit dengan
orang di Indonesia dengan rupiah, atau kasus saya beli
tanah, patokan saya adalah dollar atau emas. Karena
emas dan dolar selalu beriringan.

Kalau masih ada lagi pertanyaan ini dan itu,..

Saya ingatkan : Semoga kita tidak termasuk dalam
firman Allah : " janganlah kamu sellau bertanya-tanya,
yang mana apabila jelas bagi kamu jawabannya akan
menyakiti hati kamu ".

Dan semoga kita tidak seperti bani Israil yang banyak
tanyanya ketika Allah menyuruh menyembeli sapi betina,
banyak tanya mereka, warna apa,..bagaimana bentuknya,
bagaimana umurnya, tua atau muda,dst...padahal pada
hakikatnya Allah membukakan kedok mereka, dengan
firmanNya : Padahal hampir saja mereka tidak mau
melakukannya(menyembelih betina itu ".

Dan ini bukan berarti kita tidak boleh banyak tanya
masalah agama, Allah sudah berfirman : maka tanyalah
pada ahlu dzikir(ahli dalam ilmunya), jika kamu tidak
mengetahui. "

Hanya saja, bila telah jelas bagi kita firman Allah
SWT dan hadist Rasulullah SAW itu, sebaiknya ikuti
sajalah.

Sebagaimana yang difirmankan Allah akan tanda-tanda
orang beriman : " mereka selalu mengatakan sami'na
waatha'na, kami dengar dan kami ta'ati ".

Jangan kita seperti kaum musyrik jawaban mereka : "
sami'na wa'ashaina, kami dengar dan kami berpaling
dari itu ".

Dalam Islam itu ada hal-hal yang tidak bisa dipakaikan
dengan logika kita, maka sikap kita hendaknya
sebagaimana sikap para sahabat radhiallu 'anhum, ",
kami beriman dan menerima perintah Allah, menjauhi
larangannya ".

Ada juga ayat-ayat yang sudah qath'i ( pasti
hukumnya), masalah halal dan haram, selalu jelas
hukumnya dalam AlQuran, dan juga masalah prinsipal
lainnya.

Ada ayat-ayat yang mutasyaabih, dan inilah tugas para
ulama tafsir, menafsirkannya, mudadsin mencari
hadistnya, atau sunnah rasulullah dan para sahabat
lainnya, sementara fuqaha(ahli fiqhi), yang menetapkan
hukumnya bagaimana.

Sudah jeasl saya kira. Sekali lagi saya hanyalah
penyampai belaka. Namun terakhir terpulang pada
pribadi masing-masing. Saya hanya berpegang pada
firman allah dalam penyampaian ayat-ayat dan hadist
ini dengan firmanNya : " Innaka lan tahdi mantasyaa,
walakinnallaaha yahdimayyasyaa, sesungguhnya engkau
tidak bsa memberi petunjuk pada siapa yang engkau
kehendaki, hanya Allah sajalah yang memberi petunjuk
pada siapa yang dikehendakiNya ". Dan saya tidak
mengharapkan apa-apa dari netter semua, harapan saya
hanya pada Allah, semoga Allah membalasi niat dan
amalan baik saya dan diridhaiNya. 

" Intansyurullaah yansurkum wayutsabbit aqdaamakum,
Jika kamu menolong Allah, Allah akan menolong kamu dan
menetapkan pendirian kamu ".

Makanya tidak berpengaruh sama sekali bagi saya
ejekan, hinaa, tuduhan /prasangka buruk semacam apapun
pada saya, apakah saya dikatakan hanya bisanya hidup
bermuamalah dihutan, yang hanya bisa memakai duit
dinar, emas atau pelepah kurma, atau saya dituduh
telah meremehkan orang lain, atau pendapat ulama lain,
bagi saya hanya Allah yang tahu itu, karena tidak
mungkin seseorang yang menyampaikan ayat-ayat Allah,
lalu hal ini dikatakan meremehkan pendapat lainnya,
justru mereka yang menduhlah yang salah tanggap, dan
salah mengambil kesimpulan, atau memang tidak faham
apa yang dimaksudkan, dan belum melihat betul
ayat-ayat Allah SWT, atau hadist Rasulullah SAW baik
lapaznya sendiri ataupun tafsirannya. 

Saya ingat cerita imam Ali ra, ketika beliau bertanya
pada Rasulullah SAW untuk izin masuk islam, agar
bertanya dulu pada bapak/pama, kakeknya. Apa jawaban
Rasulullah SAW ketika itu : " wahai Ali,.jika kamu
tidak mau masuk islam, lebih baik kamu diam
".Subhanallah. Ini jawaban Rasulullah SAw pada imam
Ali, bukan jawaban siapa-siapa.

Demikian semoga bermanfaat.

Wassalam. Rahima.



--- iwang masykur <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> kalau gitu, enak nih minjam sama bu rahima.
> saya boleh minjam duit 10 juta ga bu? tar 10 tahun
> lagi saya bayar 10 juta. ibu mau ga minjamin saya
> duit
> dengan cara seperti itu, ya mungkin dengan catatan,
> kalau sekarang, dg duit 10 juta yg saya pinjam, saya
> bisa beli sepeda motor, tp nanti 10 tahun lagi
> (tahun
> 2015),pas saya bayar ke ibu, mungkin dengan duit 10
> juta itu, ibu hanya bisa beli sepeda, ibu mau khan
> dengan ikhlas membantu saya?
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke