Waalaikumsalamwarahmatullaahi wabarakaatuhu

Alhamdulillah, tak sedikit, dan saya kira banyak juga
pada akhirnya yang bisa memahami apa yang saya
sampaikan, dan bisa menerimanya, bahkan seperti dik
Ronald, dik Ridha, mak Lembang Alam, justru membantu
memperkuat dalil atau hujjah yang saya sampaikan. Dan
terimakasih untuk itu.

Memang sulit sekali menyampaikan sesuatu mengenai riba
ini karena bisa jadi ia sudah berlangsung lama, sulit
merobahnya bagi sebahagian orang. Terutama
pebisnis(kemungkinan, karena biasanya pebisnis itu
hitungannya adalah untung dan rugi, jarang meilhat
siis haram dan halalnya). 

Seperti yang dikatakan mak Darul sama saja. Padahal
jelas beda. Walau 120 juta juga. Hanya kalau diteliti
secara hukum islam, yang satu halal, yang satu lagi
riba. Dengan dialer, atau perusahaan mobil secara
langsung dengan 120 juta, secara nyicil 120 juta,
secara kontan 100 juta, walau kalau dihitung-hitung
jumlah nyicil di bank syariah dan perusahaan mobil,
sama jadinya, sama-sama 120 juta, tetapi jelas yang
satu riba, sementara yang di Bank syari'ah halal,
walau nyicil 120 juta juga, ini namanya, serupa tapi
tak sama. Mirip sekali, tetapi berbeda hukumnya. satu
halal, satunya lagi riba.

Tinggal dikita lagi mau yang halal, atau mau Riba.
kalau halal, selamatlah diri, jiwa dan badan dari
dosa. Mau yang haram, maka kondisi kita sebagaimana
yang difirmankan Allah dalam surah Albaqarah 275. : "
Keadaan orang yang makan riba sama keadaannya dengan
orang yang kemasukan syetan sambil berdiri ".

Wassalamualaikum.

Rahima.


--- Ahmad Ridha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Bismillahirrahmaanirrahiim,
> Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
> 
> Saya agak tertarik dengan ungkapan Mak Darul tentang
> tekstual dan 
> essensial. Menurut Mak Darul transaksi yang
> dilakukan Bank Syari'ah 
> dengan Bank Konvensional (pada contoh beli mobil)
> secara essensi sama 
> saja sehingga tidak perlu dipermasalahkan walaupun
> secara tekstual berbeda.
> 
> Masalah riba ini sebenarnya agak rumit apalagi
> terkait dengan praktik 
> yang telah berjalan dalam masa yang panjang. Mungkin
> zaman kita ini 
> telah masuk ke masa yang hampir-hampir semua orang
> terkena riba sehingga 
> ada konflik kepentingan yang cukup kuat.
> 
> Saya teringat suatu hadits yang terkait dengan
> masalah tekstual versus 
> essensial ini.
> 
> Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alahi wa Sallam
>  mengangkat seorang 
> pekerja (Sawad bin Aziyah Al Anshari) di Khaibar,
> lalu dia datang dengan 
> membawa kurma yang sangat istimewa. Rasulullah 
> Shallallahu 'Alahi wa 
> Sallam bertanya,”Apakah kurma Khaibar seperti ini
> semua?” Lalu dia 
> menjawab,”Tidak, wahai Rasulullah. Demi Allah aku
> menukar  satu sha’ 
> kurma yang istimewa ini dengan korma kami dua
> sha’, dan dua sha’ dengan 
> tiga sha’. Rasulullah shallallahu
> bersabda,”Jangan kamu membeli seperti 
> itu! Jual kormamu yang campuran itu dengan  dirham
> (mata uang), lalu 
> beli korma yang istimewa itu dengan dirham.” (HR
> al-Bukhari & Muslim)
> 
> Ada dua transaksi yang dibicarakan dalam hadits
> tersebut yakni:
> (1) menukar dua sha' kurma Khaibar biasa dengan satu
> sha' kurma istimewa
> (2) menjual kurma Khaibar biasa lalu menggunakan
> hasil penjualan untuk 
> membeli kurma istimewa
> 
> Bukankah keduanya secara essensi 'sama' saja yakni
> si pemilik kurma 
> biasa akhirnya mendapatkan kurma istimewa. Namun
> perhatikanlah bahwa 
> Rasulullah mencela transaksi pertama dan membolehkan
> transaksi kedua.
>  
> Semoga Allah memudahkan kita dalam memahami agama
> dan mengamalkannya. 
> Kalaupun kita belum bisa menghindari yang
> diharamkan, janganlah sampai 
> hati-hati kita menjadi ridha akan hal tersebut.
> Allahu Ta'ala a'lam.
> 
> Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
> 
> -- 
> Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
> (l. 1980M/1400H)
> 
> 
> 
> 
> Website http://www.rantaunet.org
>
_____________________________________________________
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda,
> silahkan ke: 
> http://rantaunet.org/palanta-setting
>
------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke