Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,
Edisi Senin, 18 Jul 2005 Ampek Nagari "Luluh Lantak" * Dihantam Galodo, Kerugian Lebih Rp100 Miliar Oleh admin padek 1 Minggu, 17-Juli-2005, 10:01:06 146 klik Batu Kambing, Padek-Wilayah Timur kecamatan Ampek Nagari, kabupaten Agam betul-betul luluh lantak dihantam bencana banjir dan tanah longsor. Galodo hebat yang melanda kawasan itu, dirasakan sebagai tsunami oleh penduduk setempat, pasalnya hantaman air bah,banjir dan longsoran tanah berikut kiriman balok-balok kayu dan batu-batu besar sebagai gambaran dahsyatnya bencana yang menghantam wilayah itu sepanjang Kamis (14/7) hingga Jumat (25/7). Koran ini yang memantau langsung lokasi musibah sejak Jumat dan Sabtu kemarin, terlihat onggokan tanah ,batu-batu besar di ruas sungai yang terbelah akibat banjir bandang, termasuk ruas jalan yang terputus di 15 titik masih belum tertangani dengan baik oleh pemerintah,karena keterbatasan alat. Hingga sore kemarin belum satupun alat berat yang diterjunkan untuk membersihkan ruas jalan yang tertimbun tanah,apalagi arus listrik di Sitanang, Batukambing dan Tandikek terputus akibat tiang utama aliran listrik tumbang dihantam longsor. Koran ini yang sengaja menggunakan kendaraan roda dua terpisah dari rombongan Pj Bupati Agam Sultani Wirman yang terjun memantau lokasi bencana Sabtu kemarin, menyaksikan ruas jalan yang runtuh mulai dari kawasan Malabua di empat titik, namun kondisinya tidak begitu besar. Yang parah memasuki kawasan Sitanang Ketek, ruas jalan sepanjang 200 meter tertimbun jalan,dimana arus sungai berpindah akibat tingginya tumpahan banjir.Di kawasan itu,tak kurang dari 250 hektar sawah penduduk tertimbun tanah,balok kayu dan batu-batu besar yang turun dari pebukitan yang merangas akibat penebangan liar. Kawasan itu sama skelai tidak bisa dilewati kendaraan roda empat karena rentang jalur jalan yang terputus cukup rawan.Warga setempat yang sejak Jumat kemarin berupaya membersihkan jalur jalan yang dipenuhi kayu-kayu gelendongan,masih belum memberikan hasil maksimal,"pembersihan harus dengan alat berat,pasalnya aliran sungai berpindah ,akibat timbunan kayu dan batu besar,sementara jembatan yang menghubungkan jalur itu tersumbat oleh kayu dan tanah," ungkap Adri,warga setempat yang meringis menatap sawahnya yang dipenuhi lumpur . Hal serupa diungkap Juniarti (51) warga Sitanang,yang mengaku tak bisa berbuat banyak saat galodo memberangus habis sawah miliknya yang akan dipanen pekan depan. Terlihat tak jauh dari tepi jalan,pagi sawah siap panen yang muncul satu-satu ditenggelamkan lumpur dan balok besar. Jalur juga terputus tak jauh dari lokasi pertama di Sitanang Ketek,satu tiang listrik terlihat patah dihantam longsoran tanah.Longsor sepanjang 50 meter itu,terlihat bergelom -bang. Namun,bersama tiga motor yang sengaja disiapkan untuk melacak lokasi bencana di kawasan IV Nagari itu terpaksa digotong untuk menyebarangi longsoran tanah tersebut. Lepas dari longsoran ketiga di Sitanang,koran ini disambut longsoran panjang,dimana jalur jalan sepanjang 300 meter meter terputus,akibat tanah pebukitan di areal tersebut terbam,saat memasuki wilayah Batukambing.Bahkan pekuburan suku Tanjung di kawasna itu ikut ambruk bersama longsoran tanah. Mayoritas tanah terbam dipenuhi kayu-kayu besar dan batu yang sulit untuk dibersihkan.Untuk melewati jalut tersebut,motor terpaksa melewati jalur bawah pebukitan yang sengaja dirintis agar bisa "menyeberang" dari lokasi longsor.Bahkan RX King milik Imsar Caniago,salah seorang pelatih tinju Agam yang sengaja turun bersama koran ini, terbalik saat mencoba merintis jalur berbahaya. Di longsoran keempat sepanjang 300 meter itu,satu tiang listrik ikut patah menimpa pondok mikik penduduk setempat," kawasan ini cukup menyeramkan karena ada pekuburan yang ikut ambruk dihantam longsor,karena kuatir banyak tengkorak manusia yang ditemukan saat dilakukan pembersihan oleh pemerintah,"ulas Mak Etek warga Sitanang kepada koran ini di lokasi longsor. Balai Badak Hancur ........ Tujuh Rumah Rusak di Kampung Caniago ............ Kerugian Banjir Capai Rp100 Miliar .... dikuduang Website http://www.rantaunet.org _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

