darul wrote:

Maaf Ridha, tolong dipersempit salam disini. Apa yang dimaksud disini adalah 
"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" saja atau semua salam. Sebab 
selamat pagi, good afternoon, gooten tag adalah juga salam dalam bahasa kita.

Mak Darul, di akhir e-mail ini saya sertakan penjelasan dari Syaikh Ibnu Utsaimin yang secara ringkas bahwa salaam di sini bersifat umum sehingga tidak hanya salaam dalam artian "Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh" saja. Salaam adalah penghormatan dan tidak sepatutnya seorang mukmin memuliakan orang kafir. Juga ada penjelasan dari Syaikh Ibn Baz tentang menyikapi orang-orang kafir yang suka menggunakan salaam umat Islam.

Kalau keduanya, maka akan susah bagi yang punya atasan orang kafir dan bagi 
yang mayoritas Islamnya. Sebagaimana diketahui (email saya sebelumnya), diatas 
ikan besi, ditempat saya berkarier dulu belasan tahun, diwajibkan (bukan 
syar'i) untuk mengucapkan salam setiap bertemu dan mau masuk kedalam suatu 
ruangan kalau sudah ada orang lain disitu, sebagai tanda
kedatangannya.

Ini adalah salah satu risiko yang dihadapi ketika kita bekerja dengan orang kafir. Seingat saya dalam masalah ini seseorang pernah memberi saran untuk menggantikan ucapan salam dengan sesuatu yang tidak bersifat pemuliaan misalnya dengan sapaan "Pagi" dan sejenisnya. Allahu a'lam. Nanti coba saya lihat jika ada keterangan tentang ini dari para ulama.

Wassalaamu 'alaikum,

--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)


------------------------------------*
*

MENGUCAPKAN SELAMAT KEPADA KAUM KUFFAR

Oleh
Syaikh Mauhmmad bin Shalih Al-Utsaimin.

Pertanyaan.
Syaikh Mauhmmad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh. Apa boleh saya pergi ke seorang pastur untuk mengucapkan selamat datang dan selamat jalan ?

Jawaban.
Tidak boleh pergi ke seorang kafir saat kedatangannya untuk mengucapkan selamat datang dan mengucapkan salam padanya, Karena telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.

“Artinya : Janganlah kalian memulai kaum yahudi dan jangan pula kaum nashrani dengan ucapan salam. Jika kalian menjumpai salah seorang mereka di suatu jalan, himpitlah ia ke pinggir” [Hadits Riwayat Muslim dalam As-Salam 2167]

Adapun perginya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seorang yahudi yang sedang sakit, karena si yahudi itu pernah membantu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat masih kanak-kanak, ketika ia sakit Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya untuk menawarkan Islam kepadanya, dan ketika beliau menawarkan ia memeluk Islam.

Apakah orang yang menjenguknya untuk menawarkan Islam kepadanya seperti orang yang mengunjungi seorang pastur untuk mengucapkan selamat datang dan menyanjung kredibilitasnya? Tentunya ini tidak setara, dan tidak bisa dianalogikan dengan itu kecuali oleh orang yang bodoh atau pengikut hawa nafsu.

[Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin, juz 3 hal.47]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, hal 356-358 Darul Haq]

------------------------------------

MENGUCAPKAN SALAM KEPADA ORANG KAFIR

Oleh

Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Pertanyaan.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Akhir-akhir ini sebagai akibat dari
iteraksi dengan barat dan timur, yang rata-rata kaum kuffar dengan
berbagai latar belakang agama, kami lihat mereka berulangkali
mengucapkan salam Islam kepada kita, saat kita berjumpa dengan mereka
di mana saja. Bagaimana sikap kita menghadapi mereka ?

Jawaban.

Telah disebutkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau 
bersabda.

“Artinya : Janganlah kalian memulai kaum yahudi dan jangan pula kaum
nashrani dengan ucapan salam. Jika kalian menjumpai salah seorang
mereka di suatu jalan, himpitlah ia ke pinggir” [Hadits Riwayat Muslim
dalam As-Salam 2167]

Dalam sabda beliau yang lain disebutkan.

“Artinya : Jika ada ahli kitab yang mengucapkan salam kepada kalian
maka jawablah ‘wa alaikum”. [Muttafaq ‘Alaihi : Al-Bukhari dalam
Al-Istidzan 6258, Muslim dalam As-Salam 2163]

Ahli kitab adalah kaum yahudi dan nashrani. Hukum orang-orang kafir
lainnya adalah seperti kaum yahudi dan nashrani dalam masalah ini,
karena setahu kami tidak ada dalil yang membedakan mereka.

Dan itu, sama sekali tidak boleh memulai mengucapkan salam kepada orang
kafir, jika orang kafir itu yang lebih dulu mengucapkan salam, maka
kita membalasnya dengan ucapan ‘wa ‘alaikum’ sebagai pengamalan
perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak terlarang pula
jika setelahnya kita mengatakan kepadanya, Bagaimana khabar anda ? Dan
bagaimana khabar anak-anak anda ? Hal ini dibolehkan oleh sebagian
ahlul ilmi, di antaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Lebih-lebih jika
hal itu bisa mendatangkan maslahat bagi Islam dan mengajaknya agar mau
menerima dakwah Islam, hal ini selaras dengan firman Allah Azza wa
Jalla.

“Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik pula”
[An-Nahl : 125]

Dan firmanNya.

“Artinya : Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab, melainkan
dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zhalim
diantara mereka” [Al-Ankabut : 46]

[Fatawa Islamiyah, Syaikh Ibnu Baz, Juz I, hal 118]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah
Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa
Terkini-2, hal 358-359 Darul Haq]




Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke