--- Sutan Sinaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ima, pertanyaan untuk bagian ini > (lihat di bawah). > > --- Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > muhammadun aminatu > > khaalidun zainabu > > haamidun fathimatu > > yaasirun maryamu > > 'ammaarun 'a-iisyatu > > sa'iidun khadiijatu > > 'aliyyun shafiiyatu > > 'aabasun ruqayyatu > > > > (Apa makna ini semua nanti kita tanya bu guru.) > > > > Ikra'wa'uktubu ma'a dhabti au akhirul kalimaati > > > > Dalam latihan ini, kita disuruh membaca sambil > > memberikan baris pada akhir kalimat. > > Apa makna ini, pertanyaannya, mengapa di tulis > semua nama lelaki dengan tanuin (baris dua) di > akhirnya dan dhamah (baris depan) untuk nama > perempuan > ?. Da Sutan, dalam kaedah (undang-undang nahu, untuk penulisan nama perempuan dan lelaki, apakah bertanwin atau dhammah, tidak ada bedanya. Yang membedakan, apakah ia ma'rifah atau nakirah, na'at atau man'ut dllnya.). Beda lelaki dan perempuan pada isim, atau nama benda dllnya, adalah : Lelaki tidak pakai ta'marbuthah, perempuan pakai ta'marbuthah. Contoh. Tilmiidzun=murid lelaki, tilmiidzatun= murid perempuan. Mudarrisun=guru lelaki, mudarrtisatun=guru perempuan. Lantas kenapa dalam buku pada lelaki ditulis tanwin, sementara pada perempuan dhammah saja..? Untuk saat ini karena buku tidak bisa saya lihat, maka ditangguhkan jawabannya, bisa jadi terletak dipertanyaannya mana ma'rifah, mana nakirah, atau lainnya. Saya belum menjelaskan apa itu ma'rifah dan nakirah. Mungkin setelah saya lihat buku langsung bisa saya jawab. Seperti yang saya katakan, bahwa dikarenakan dalam buku pegangan tidak ada tuntunan khusus akan qawaid nahwiyyahnya, semua qawaid itu berasal dari pikiran dan kesimpulan saya saja. Misalkan dituliskan contoh2, lantas dari contoh2 dan tamrin(latihan)2 itulah saya bisa mengambil kesimpulan : " Oh..ini tentang pelajaran ini dan itu, makanya dari buku lain saya ambil defenisinya. Dalam hal qawaid defenisi apa itu ma'rifah, jumlah, kalimat jelas saya mengambil dari berbagai buku qawaid nahu dan sharaf.Dibuku pegangan itu tidak ada tertulis, mungkin pada guru yang menerangkanlah diminta mengambil undang-undang itu. > Bagaimana ketentuan ini ?. > Misalnya, Muhammadur rasulullaaah ... > Muhammad adalah seorang rasul Allah. > (Muhammadun ar-rasul Allah) nah,..ini ni yang repotnya, kalau langsung tulisan Arab bisa cepat membedakannya. Dalam pembacaan : Muhammadurrasulullaah (yang benarnya) Dalam penulisannya : Muhammadun arrasuulullaah > Bagaimana kalau perempuan ? > Apakah begini jadinya > Haalimatul mudarrisu (Halimah adalah seorang guru) Tergantung kalimat sesudah : "halimah ", apakah huruf syamsiyah atau qamariyah. Mudarrisun=huruf syamsiyakah atau qamariyah..? Saya kira dengan ini bisa dijawab dengan melihat kembali apa saja huruf syamsiyah dan qamariyah. Wassalam. Rahima. > > > (Haalimatu al- mudarrisu) > atau bagaimana pemakaiannya ?. > > Wassalam > > St. Sinaro > > > > > > > ____________________________________________________ > Start your day with Yahoo! - make it your home page > http://www.yahoo.com/r/hs > > > Website http://www.rantaunet.org > _____________________________________________________ > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, > silahkan ke: > http://rantaunet.org/palanta-setting > ------------------------------------------------------------ > Tata Tertib Palanta RantauNet: > http://rantaunet.org/palanta-tatatertib > ____________________________________________________ > __________________________________ Yahoo! Mail for Mobile Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone. http://mobile.yahoo.com/learn/mail Website http://www.rantaunet.org _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

