Tulisan yang bagus, saya komentari.

Memang benar bahwa kami kaum wanitalah awal dari
penyebab fitnah itu. Namun pada hakikatnya hal ini
merupakah ujian keimanan bagi kau lelaki.
Kuatkah,.atau lemahkah..?. Bukankah Allah 'azza
wajalla berfirman yang artinya : "Apakah manusia
menyangka kami akan meninggalkan mereka, sedangkan
mereka belum diuji(keimanannya).

Semakin tinggi keimanan seseorang maka ujiannyapun
akan semakin tingkat sarjana pula. Kalau keimanan kita
sudah mencapai tingkat Doktoral, maka syetan
pengujipun akan setingkatan itu pula.

Jadi bersyukurlah dikau wahai kaum lalaki karena
keimanan anda sudah kategori yang cukup tinggi
sehingga ujian yang anda terimapun cukup tinggi pula.
Hanya dengan memandang kekanan-kiri, depan belakang
keluar rumah, anda suda mendapatkan batu ujian "mata"
anda. Subhanallaah bersyukurlah untuk itu.

Benar dalam berapa ayat AlQuran masalah terjadinya
zina ini sering disebabkan oleh kaum wanita, lihat
saja firman Allah : " Azzaaniyyatu wazzaani fajliduu
kullaawaahidin minhumaa miata jaldin....."(perempuan
yang berzina dan lelaki pezina maka hendaklah kamu
mencambuk keduanya dengan 100 kali cambukan).

Lihat redaksi ayat tentang masalah Zina, lebih
didahulukan pezina perempuan ketmbang lelaki.

Sementara kita lihat redaksi ayat menyebutkan tentang
pencuri :

" Assaariqu wassaariqatu faqtha'uu aydiyahumaa... "
(Lelaki yang mencuri dan perempuan yang mencuri maka
hendaklah dipotong tangannya).

" Assaariqu" ( pencuri lelaki), yang lebih dahulu
disebutkan. Ini menandakan yang banyak korupsi,
mencuri adalah pihak kaum lelaki ketimbang wanita.Maka
redaksi ayat mendahulukan lelaki.

Dalam ilmu uluumul Quran, taqdim watakhir(mendahulukan
dan membelakangkan) ini, punya makna dan hikmah juga.

Lihat pada surat Al Hujuuraat : " Laayaskhar qaum 'an
qawmin.........walaanisaaun min nisaaain....dst(lihat
AlQuran surah Al Hujuraat ".

" Janganlah suatu kaum meremehkan akan kaum lain,
boleh jadi kaum yang diolokkan jauh lebih baik dari
yang mengolokkan, dan jangan pula PEREMPUAN
mengolokkan perempuan lain....dst..").

Dipermulaan ayat disebutkan redaksi ayat secara umum,
mencakup lelaki dan perempuan(suatu kaum), lantas
mengapa ayat selanjutnya diberi penekanan pada kata "
perempuan yang sudah dewasa, bukan anak-anak, karena
perempuan anak-anak dalam bahasa Arabnya "banaat"...?

Para ulama tafsir mengatakan bahwa ini menandakan
bahwa yang suka bergunjing, suka meremehkan satu sama
lain adalah kaum perempuannya. Ini karena apa..?
karena perempuan lebih banyak waktu kosongnya
ketimbang bekerjanya. berbeda dengan perempuan yang
banyak menghabiskan waktunya untuk belajar, mengajar,
bekerja, membaca dan sebagainya pada hal-hal yang
bermanfaat, tidak termasuk tentunya dalam kategori
ayat diatas. 

Allaahua'lam.

Demikian sebagai tanggapan saja.

Wassalam. Rahima.

--- emabdalah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Perempuan di "Otak" Lelaki
> 
> Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab?
> Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak
> kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus
> mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu
> rumah
> sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di
> kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata
> memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.
> Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang,
> mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.
> 
> Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan
> seutas
> "Tank Top", noleh ke kiri pemandangan "Pinggul
> terbuka", menghindar kekanan ada sajian "Celana
> ketat
> plus You Can See", balik ke belakang dihadang oleh
> "Dada menantang!" Astaghfirullah... kemana lagi mata
> ini harus memandang?
> 
> Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya
> suka.
> Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak
> ingin
> hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup
> dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya
> ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas
> mata.
> Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona,
> kalau
> dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang
> membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh
> pikiran "ngeres" dan hatipun menjadi keras.
> 
> Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan
> oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian
> seksi,
> saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi.
> Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk
> menarik lelaki untuk memakai aset berharga yang
> mereka
> punya.
> 
> Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar
> kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau
> ada
> wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki,
> janganlah
> berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang
> punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda
> malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata
> lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah
> objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda
> melakukan lebih seksi, lebih... dan lebih lagi. Dan
> anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang
> lelaki? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan
> begitu alias gampangan!
> 
> Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah
> membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh
> penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata
> lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri
> anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh,
> pelecehan seksual atau mungkin sampai pada
> perkosaan.
> Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda
> menjawabnya "lelaki" bukan? Oh betapa tersiksanya
> menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini.
> 
> Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau
> tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan
> beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus
> itu
> gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk
> menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan
> penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya
> yakin
> siapa yang melihat ingin mencicipinya.
> 
> Begitulah seharian tadi saya harus menahan
> penyiksaan
> pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata
> setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes
> ke
> mana? Apakah saya harus menikmatinya...? tapi saya
> sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini.
> Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti?
> sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.
> 
> Allah Taala telah berfirman: "Katakanlah kepada
> laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan
> pandangannya dan memelihara kemaluannya", yang
> demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.
> Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
> perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah
> mereka menahan pandangannya dan memelihara
> kemaluannya." (QS. An-Nuur : 30-31).
> 
> Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di
> ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap
> sekian juta elektron yang terpancar dari monitor,
> saya
> hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata
> saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya
> tak
> bisa pertanggung jawabkan nantinya. Jadi tak salah
> juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall,
> jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan
> keseksian.
> 
> Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema
> seperti
> saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi
> sebagian
> besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa.
> Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan
> semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi
> memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk.
> Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati
> pemadangan yang anda tayangkan?
> 
> So, berjilbablah ... karena itu sungguh nyaman,
> tentram, anggun, cantik, mempersona dan tentunya
> sejuk
> dimata.
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke