Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu,
Tarimo kasih banyak Angku Lembang,

Rupono sakali-sakali ado datang Limbubu ka Kampuang awak. Tapi nan agak gadang iyo nan kini ko nan dicaliak angkatan baru sasudah tahun 1982 nan lalu pun ado kajadian tu di Biaro saroman dikabakan di Biaro maling list(talampia di bawah).

Tabayang di ambo Ampang Gadang tu sarato liku-likuno karano wakatu ketek-ketek ambo acok ka sinan. Ado baduo generasi Uwo kami dari Bandabaru nan baanak rumah ka Ampang Gadang (jadi anak-anak baliaua tu anak ujuang ameh kami lah namono). Ambo masih ingek nan angkatan-angkatan amak ambo nan acok datang ka rumah bakono. Tapi nan angkatan baru kini ko indak banyak nan tahu ambo doh.

Mudah-mudahan malapetaka ko dapek dihadoki jo tabah dan tawakkal pandaritono sarato masyarakat kuliliang. Adokoh usaho urang mangumpuakan dana bantuan korban Limbubu tu?

Salam,
--Niak Sunguik

42034
From: "Muhammad Dafiq Saib" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue Aug 23, 2005 7:25am
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Minangkabau dan Miami; KTP,PRM

Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu,

Nyiak Sunguik di tapi riak nan badabua,

Kirono ado kamalangan di kampuang awak sarupo di bawah ko.

Wassalaamu'alaikum,


Lembang Alam



Melihat Derita Warga Akibat Bencana Puting Beling di IV
Angkek Candung
By adminpadek
Selasa, 23-Agustus-2005, 12:45:11 29 clicks


* Alrianto: Angin Menghisap Air Kolam dan Rumah
Selama 20 menit mencekam inilah yang dirasakan warga Dusun
Ekor Koto Nagari Ampang Gadang Kenagarian Ampang Gadang
Kecamatan Ampek Angkek Candung, Kabupaten Agam. Hanya
dalam waktu itu, angin puting beliung setinggi 30 meter
memporakporandakan 38 rumah milikwarga yang tergolong
miskin itu.




Sangat mencekam. Siang itu (20/8) sadang mendung, awam
hitam berarak naik, seakan-akan memayungi Dusun Ekor Koto,
Nagari Ampang Gadang Kenagarian Ampang Gadang Kecamatan
Ampek Angkek Candung, Kabupaten Agam. Anehnya, hujan tak
turun sebagaimana harusnya, hanya tetes-tetesan hujan yang
menerpa.

Dari arah Balai, ambo liek angin berputar kencang menuju
Tabik Pulau, plastik-plastik dan material ringan lainnya
berterbangan. Awalnya, hanya belum menyatu. Namun makin
lama, membentuk lingkaran berdiameter 5 meter,jelas
Alrianto (43) yang rumahnya hanya berjarak 50 meter dari
pusat putaran.

Sesampai di Tabik Pulau, gelombang angin menghisap air
yang terdapat di kolam tersebut. Hingga separuhnya.
Bahkan, lumpur yang terdapat di dasar kolam, ikut ditarik
ke atas. Sekitar 5 menit kemudian, gelombang angin semakin
kencang, lima batang kelapa disekitarnya meliuk-liuk,
seperti terhisap angin, buah dan daun-daunnya rontok
seluruhnya. Diperkirakan tingginya mencapai 25-30 meter
dari permukaan tanah. Ini sangat menegangkan, apalagi
rumah ambo ndak jauh dari itu,ujar Pria bersuku Jambak
ini.

Usai menghisap air Tabik Pulau, gelombang angin berarak
naik menuju ke rumah penduduk dan menghisap rumah-rumah
yang dilaluinya. Atap-atap rumah berterbangan, bahkan
mampu mengangkat kuda-kuda rumah. Anehnya lagi, usai
menghisap salah satu rumah, gelombang angin kembali
meninggi dan turun lagi.

Akibatnya tak semua rumah yang terimbas gelombang angin
tersebut. Sistem kerjanya sama seperti gasing. Akhirnya
gelombang angin hilang di Simpang Baringin (Sekitar 500
meter dari pusat gelombang pertama),kenang Alrianto yang
sebelumnya merantau ke Jakarta.

Lain lagi dirasakan Zulkifli Khatik Mudo, rumahnya berada
5 meter dari pusat gelombang dan ikut terseret angin.
Nagari Ampang Gadang Kenagarian Ampang Gadang Kecamatan
Ampek Angkek Candung, Kabupaten AgamNagari Ampang Gadang
Kenagarian Ampang Gadang Kecamatan Ampek Angkek Candung,
Kabupaten Agam. Pandangan akan berkecamuk bilamana
merasakan angin kencang. Bahkan, kemarin (Minggu, 21/8)
kaki saya kram, tak mau digerakkan. Aktivitas pun terhenti
seketika. Satu hari lamanya,ujar Zulkifli sehari-harinya
dipanggil Khatik.

Trauma yang dirasakan Khatib bukan tanpa alasan. Bayangkan
saja ia bersama Ardan (13), anaknya serta salah seorang
anak tetangga ikut terseret angin sampai lima meter. Tak
cukup sampai demikian, perasaan Khatik bertambah
berkecamuk, memikirkan anak perempuannya.

Awalnya saya berada di dalam rumah, tiba-tiba di luar
saya dengar bunyi berderik-derik. Ketika saya lihat ke
luar, atap-atap rumah mulai berterbangan. Reflek saja,
saya raih tangan Ardan dan anak tetangga. Waktu itu,
gelombang makin kencang. Dari pada terkena atap rumah,
saya berlari keluar dan bersandar ke batang mangga, angin
tetap menderu kencang. Tak lama batang mangga itu pun
roboh dan saya mengambil inisiatif menuju sawah. Tak
tahunya pusat angin persis di tempat tersebut. Mau tak mau
saya pun bertiarap, walau pun ikut terseret,ujarnya
bapak dengan tiga anak ini.

Sementara Gusrial (38) warga lainnya hanya bisa pasrah
ketika kuda-kuda rumah mak tuonya terangkat diterpa angin
dan mengarah langsung ke hadapan rumahnya. Namun nasib
mujur tetap berpihak kepada Gusrial, tiang listrik menahan
laju kuda-kuda rumah tersebut, hingga tak sampai mengenai
rumahnya.

Saya berprasangka terjadi tsunami yang terjadi di Aceh
dulu. Hanya perasaan pasrah yang berkecamuk dalam diri
saya, dan berharap ini cepat berakhir,ujarnya sembari
mengharapkan bantuan pemerintah cepat mengalir hingga
renovasi rumah penduduk tuntas diperbaiki. (rul/r)



Biaro, 21 Agustus 2005



Hari Sabtu 20 Agustus 2005,  sekitar jam 15 wib,  terjadi

angin Puting Beliung ( Angin Limbubu ) di Jorong Ampang Gadang,

Kecamatan Ampek Angkek,

disekitar Simpang Panji, 9 buah rumah rusak berat dan 20 lainya rusak ringan

tidak terjadi korban jiwa dalam musibah ini.



Pada tahun 1982  Angin Limbubu ini juga menerjang Biaro dan sekitarnya,

Waktu itu merusak beberapa atap rumah di Koto Kalampaian dan Simpang Tigo sekitarnya.



Wassalam

Ded



No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.338 / Virus Database: 267.10.14/79 - Release Date: 8/22/2005
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke