Keadilan para sahabat (4).

Sekarang kita lihat beberapa penuduhan-penuduhan 
Mahmuud Abu Rayyah dalam bukunya " Alhadits Al
Muhammadiy  ", (tahun 1346 H , Agustus 1945M),
kemudian pada tahun 1958M terbit lagi bukunya dalam
judul : " Adwaa 'alassunnah Al Muhammadiyah tentang
sahabat, ulama hadits terutama Abu Hurairah, dan
bagaimana jawaban para ulama seperti Quthaibah didalam
bukunya " takwil mukhtalifilhadits dan Abu Shahbah
didalam bukunya addifa' 'anissunnah (pembelaan
terhadap sunnah)

Banyak sekali tuduhan-tuduhan Abu Rayyah, kita coba
sedikit demi sedikit  mengupasnya.

1) Tuduhannya terhadap Ka'ab Al Akhbar.
Pada halaman 108 dalam topik " Al Israiliyyat fil
hadits ". Disana ia menjelaskan pertumbuhannya, serta
mengatakan Ka'ab Al Akhbar dan Wahab bin Munabbah
adalah dua orang contoh dari ulama ahlulkitaab dan
masuk Islam. Dan banyak yang mengambil hadits dari
ka'ab dan diangap orang Asshuniy alawwal.

Apa jawaban Abu Shahbah dalam hal ini?
1) Ka'ab Al Akhbaar adalah dari golongan Tabi'in.
Ulama jarh watta'dil (ulama yang mengetahui sejarah
perawi hadits dari sisi keadilan dan kecacatannya),
tidak menuduh ka'ab seorang yang membuat-buat hadits,
dan ulama jumhur memberikan tanda "Tsiqqah"(dapat
dipercaya).Oleh karena itu tidak ada disebutkan dalam
buku-buku "Addu'afa' walmatrukiin"( perawi yang lemah
dan ditinggalkan),tercantum nama beliau ini, namun
tercantum didalam buku salah satu perawi yang dapat
dipercaya, contohnya kitab " tadzkiratulhuffadz" oleh
Al haafidz Addzahabi, begitupun Ibnu 'Asaaqir dalam
bukunya tarikh Addamasq, Abu Nu'aim filhulyah, Ibnu
Hajar fil Ishaabah wattahdziibuttahdziib(alhamdulillah
semua buku2 diatas ada ditangan saya saat ini dan saya
sudah mencheknya). Semua ulama tersebut memasukkannya
dalam golongan yang dapat dipercaya.

Diriwayatkan dari Bukhari dengan sanadnya dari
Mu'awiyah dan beliau bercerita tentang suatu kaum dari
Madinah tatkala berhaji masa kekhilafaannya dan
menyebutkan tentang ka'ab Al Akhbar ia berkata : "
Sesungguhnya Ka'ab termasuk salah seorang yang benar
dari para muhadditsin dari ahli kitab sesungguhnya
kami dulunya mengujinya salah seorang dari berdusta ".

Demikianlah perkataan Mu'awiyah tentang ka'ab
menyangka pertama sekali termasuk salah seorang
berdusta, namun bukan termasuk yang membuat hadits
maudhu'(palsu). Ibnu Hibban mengatakan dalam bukunya
Asstisqqaat : " yang dimaksud Mu'awiyyah adalah
terkadang Ka'ab sering tersalah, dan itu bukan berarti
ia seorang yang pendusta.

Kalau saja sebagaimana yang disangkakan oleh Abu
rayyah dan sejenisnya, tak akan mungkin para ulama
memasukkan Ka'ab didalam kategori perawi yang dapat
dipercaya, dan tidak dimasukkan dalam para perawi
pendusta, atau yang ditinggalkan riwayatnya.

Sementara Ibnu Jauziy mengatakan yang dimaksudkan oleh
Mu'awiyah dari perkataannya adalah terkadang Ka'ab
meriwayatkan dari ahli kitab yang mana riwayat-riwayat
tersebut adalah cerita yang dusta, sementara Ka'ab
hanya menyampaikan saja apa yang didengarnya dari ahli
kitab, dan bukan sengaja membuat kedustaan.

2) Tuduhan Abu rayyah dan sejenisnya tentang sahabat
Wahab bin Munabbah dan jawaban ulama.
BersambungÂ….

Wassalamualaikum. Rahima. Kairo 4 September 2005. 




                
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page 
http://www.yahoo.com/r/hs 
 

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke