sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0905/17/0404.htm


 Pengiriman "Crude Oil" Rawan Penyelundupan
Ditemukan Truk Tangki Berisi Air di Jalur Bekasi-Indramayu
INDRAMAYU, (PR).-
Polres Indramayu kini terus menyelidiki jaringan pengiriman crude oil
(minyak mentah) dari Tambun, Bekasi ke kompleks terminal penampungan
Pertamina Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat (DOH-JBB) di Balongan,
Indramayu yang ditengarai sebagai titik rawan penyelundupan. Peningkatan
penyelidikan dilakukan setelah terungkap adanya kasus penggantian isi truk
tangki yang semestinya berisi crude oil, namun belakangan diketahui ternyata
hanya berisi air biasa.

Keterangan yang dihimpun "PR" menyebutkan, indikasi terjadinya penyimpangan
dan kemungkinan penyelundupan crude oil diketahui setelah ditemukan adanya
truk tangki pengangkut crude oil di terminal penampungan Pertamina DOH-JBB
Balongan yang terparkir selama dua hari. Padahal, biasanya setelah mengantre
dan membongkar muatan, mereka langsung meninggalkan lokasi atau kembali ke
Tambun, Bekasi.

Bahkan, ketika ada truk tangki milik PT Citra Putra Perdana (CPP) dengan
nomor polisi B9693OF yang mencurigakan, jajaran Polres Indramayu langsung
bergerak ke lokasi tersebut. Truk tangki yang telah ditinggalkan
pengemudinya itu, akhirnya dibawa petugas dan diamankan di Mapolres
Indramayu.

Sejumlah petugas dari Pertamina DOH-JBB, Jumat (16/9) melakukan pemeriksaan
terhadap truk tangki yang telah diamankan tersebut. Belakangan diketahui,
truk tangki yang semestinya berisi crude oil ternyata telah diganti dengan
air. Namun, tempat pembongkaran dan ke mana crude oil dilarikan masih belum
diketahui secara pasti karena pengemudi truk itu masih buron.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, bagian dalam truk tangki berukuran
16.000 liter tersebut ternyata terdapat sekat-sekat. Selain itu, ada kantong
plastik berukuran besar yang oleh petugas pemeriksa biasa disebut kondom.
Diduga, kondom yang ditempatkan di dalam truk tangki sengaja dipasang untuk
menampung crude oil agar terpisah dari air. Hingga saat diperiksa petugas di
terminal penampungan sebelum dibongkar dikesankan isi seluruh tangki itu
adalah crude oil.

Bukan pertama terjadi

Kepala Bagian Pengawasan Pertamina DOH-JBB, Sudaryono kepada wartawan di
sela-sela kegiatan pemeriksaan truk tangki tersebut mengungkapkan,
pengiriman crude oil dari Tambun ke terminal pengumpul Balongan merupakan
kegiatan rutin. "Dalam sehari, ada 80 hingga 100 truk tangki berukuran 16
ribu hingga 24 ribu liter yang membawa crude oil tersebut dari Bekasi ke
Indramayu," ujarnya.

Menurutnya, kasus penggantian crude oil dengan air pada truk tangki nopol
B9693OF bukan pertama kali terjadi. Karena sebelumnya, kasus serupa pernah
terjadi pada tahun 2003 dan 2004. Namun Sudaryono mengaku, tidak mengetahui
tempat pembongkaran maupun kemungkinan crude oil tersebut akan dikirimkan.

Dari kapasitas muat truk tangki sebesar 16.000 liter sejauh ini belum
diketahui jumlah crude oil yang telah dibongkar di perjalanan oleh oknum
pelakunya. Namun dari bukti yang terlihat, isi yang tercurah dari truk
tangki tersebut adalah air kendati pada bagian atas terlihat adanya unsur
minyak.

Untuk itu, jajaran Polres Indramayu dan PT Pertamina DOH-JBB akan
mengirimkan sampel isi tangki yang diambil dari truk tersebut ke Puslabfor
Polri dan Laboratorium Pertamina guna mengetahui secara pasti isi tangki
tersebut.

Diperoleh keterangan, penggantian isi tangki dari crude oil menjadi air
diduga merupakan bagian dari simpul jaringan penyelundupan minyak mentah.
Pembongkaran minyak mentah dilakukan di wilayah antara Bekasi - Indramayu
yang menjadi jalur distribusi pengiriman crude oil milik PT Pertamina
DOH-JBB. Minyak mentah yang ditampung dari truk-truk tangki dan dibongkar di
tengah perjalanan itu, selanjutnya dikapalkan.

Kapolres Indramayu AKBP Drs. Djoko Poerbo Hadidjojo membenarkan adanya kasus
tersebut. Ia mengatakan, kepolisian telah mengetahui identitas oknum
pengemudi truk tangki tersebut yang hingga kini masih buron. "Untuk itu,
petugas tengah melakukan pengejaran terhadap si pengemudi karena ia
merupakan kunci pengungkapan kasus ini," ujarnya saat dihubungi melalui
telefon seluler.(A-96)***



Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke