Kartu kredit adalah budaya ekonomi baru, lebih-lebih di Indonesia. Kartu kredit adalah hak milik pribadi anda yang harus anda jaga rahasianya seketat-ketatnya, simpan baik-baik, jangan hilang, jangan diberikan nomornya seenaknya saja. Jangan "terpesona" atau "jangan bingung", jangan dibolehkan digesek-gesek orang sehingga mabuk kepayang begitu saja.

Ada beberapa kasus di Amerika di antara orang Indonesia sendiri yang mengaku berkawan, tetapi "kawan" ini akhirnya menyedap ribuan dollar dari sipemilik kartu. Hati-hatilah dengan "kawan". Di Amerika istilah "kawan" ini ketat sekali. Di Indonesia istilah kawan itu ringan sekali, baru kamarin berjumpa sudah dibilang orang itu kawan. ..

Salam,
--MakNgah

43010
From: "boes" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sat Sep 17, 2005 11:34am
Subject: [EMAIL PROTECTED] awas tertipu/ditipu

Teliti Sebelum Anda Membeli

TANGGAL 29 Juli 2005, saya mendapat surat dari Blue Top Jakarta, yang isinya
saya mendapatkan hadiah.
.....
Perasaan saya senang dapat hadiah banyak, namun saya campur bingung juga.
Dalam keadaan bingung ini, salah satu karyawannya memaksa untuk menggesek
salah satu kartu kredit dan saya mengiyakannya. Seolah-olah dihipnotis, dan
kartu kredit saya digesek sebesar Rp 1 juta untuk DP, sisanya boleh dicicil
sampai 2 tahun.

Saya pulang dengan kecewa, ....
...
Saya mengambil hikmah dari kejadian ini. Saya sarankan, jangan sekali-kali
memperlihatkan kartu kredit Anda kepada orang lain.

Mas Enur
Jln. Cikaso Selatan No. 65/41
Bandung


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.344 / Virus Database: 267.11.1/104 - Release Date: 9/16/2005
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke