Do you have a plan to take the TOEFL test?

----- Original Message ----- 
From: Nova Zanda 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, September 20, 2005 11:56 AM
Subject: [jakarta-english] Bersiaplah, Materi TOEFL Berubah


http://republika.co.id/koran_detail.asp?id=213894&kat_id=151

Bersiaplah, Materi TOEFL Berubah 

Speaking dan reading menjadi materi baru bagi TOEFL. Akan banyak peserta gagal 
tes TOEFL? 


Test of English as a Foreign Languange (TOEFL) Internasional bakal mengalami 
perubahan. Perubahan ini mencakup materi yang akan diujikan. Sebelumnya materi 
ujian tes TOEFL hanya mencakup Listening, Structure dan Reading. Kini, materi 
ujian ditambahkan dengan Speaking dan Writing. 

Diana Kartika Jahja, Program Development Manager The Indonesian International 
Education Foundation (IIEF) mengatakan, tahun 2006, ujian TOEFL di seluruh 
dunia akan berubah menjadi Internet-Based Testing yang meliputi empat komponen 
testing yakni Listening, Reading, Writing , dan Speaking. 

Inilah, kata Diana, pertama kalinya dalam sejarah TOEFL terdapat komponen ujian 
Speaking. Dan tentu saja, secara keseluruhan materi tes pun berubah total dan 
menjadi lebih sulit. ''Kami khawatir, masyarakat Indonesia banyak yang gagal 
dengan tes ini,'' jelas Diana kepada Republika akhir pekan lalu di Jakarta. 
Apalagi, lanjutnya, selama ini melihat kebiasaan banyak orang Indonesia yang 
akan mengambil ujian TOEFL, cukup yakin dengan mengambil kursus kilat tiga 
bulan dan langsung merasa bisa mendapat skor tinggi. ''Survei kami menunjukkan, 
orang Indonesia yang mengambil ujian TOEFL Internasional yang resmi dengan skor 
di atas 500, masih kurang dari 40 persen,'' paparnya.

Kursus Kilat
Karena itulah, pihak IIEF yang selama ini selain mengelola program beasiswa 
dari lembaga donor, juga menjadi perwakilan Educational Testing Service (ETS), 
lembaga pembuat ujian TOEFL yang berpusat di Princeton AS, sangat mengharapkan 
masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri tidak 
terlalu mengandalkan kursus kilat saja. 

Sebab, hal itu tidak akan banyak membantu. Ia mengharapkan, seorang test-taker 
harus bisa membuktikan bahwa seseorang itu benar-benar bisa menggunakan Bahasa 
Inggris secara aktif untuk keperluan studi/akademik.''Kita takut kesempatan 
masyarakat Indonesia untuk sekolah di luar negeri, terutama untuk mendapatkan 
beasiswa, akan menjadi semakin kecil peluangnya gara-gara bentuk tes yang 
sangat challenging ini,'' katanya.Diana menambahkan, saat ini pihaknya tengah 
mensosialisasikan perubahan ini ke seluruh Indonesia. Agar, orang Indonesia 
menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi tes ini. 

Strategi
Untuk mengantisipasi perubahan ini, beberapa tempat kursus bahasa Inggris yang 
menyelenggarakan kursus persiapan TOEFL sudah menyiapkan strategi. Salah 
satunya adalah International Education Centre (IEDUC). Lembaga pendidikan 
Bahasa Inggris ini memasukkan beberapa materi baru untuk mempersiapkan siswa 
mengikuti tes TOEFL. 

''Kami memang sudah mempersiapkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk 
menghadapi Toefl model baru itu. Materi bahan ini kami ambil dari Education 
Testing Service, satu-satunya penyelenggara tes TOEFL yang berbasis di Amerika 
Serikat,'' ungkap Direktur International Education Centre (IEDUC) Bandung, 
Dwiharini. 

Meskipun demikian, pelaksanaan kursus dengan model baru ini belum efektif 
terlaksana. Sebagian besar siswa kursus, lanjut dia, masih memilih untuk 
mengambil persiapan dengan sistem TOEFL lama. Pasalnya, sistem TOEFL 'new 
generation' itu baru akan berlaku tahun depan. Selain itu, biaya kursus 
persiapaan TOEFL dengan materi yang sudah disesuaikan lebih mahal dua kali 
lipat dibandingan dengan model lama. Jika sebelumnya kursus persiapan tes hanya 
sebesar Rp 480 ribu, kini jumlahnya meningkat hingga Rp 850 ribu. 

Penambahan materi pengajaran disusun oleh IEDUC dalam menghadapi tes generasi 
terbaru. Dwiharini mengatakan, pihaknya menambah materi untuk menulis dan 
berbicara. Selain itu, karena TOEFL 'new generation' akan menggunakan computer 
based, siswa dilatih untuk menghadapi pertanyaan dengan komputer. ''Nantinya, 
untuk ujian speaking, siswa akan menjawab pertanyaan dari komputer. Jawaban 
dari pertanyaan itu akan direkam. Selain itu, yang harus dipersiapkan lagi 
adalah bagaimana menulis komentar dalam bahasa Inggris. Ini bukan perkara 
gampang,'' papar Dwi.

Terpisah
Pada model lama, tes speaking dilakukan terpisah. Biasanya siswa harus 
mengikuti Test of Speaking Examination (TSE) untuk mendapatkan nilai speaking. 
Namun, untuk TOEFL model baru, tes speaking itu sudah termasuk di dalamnya 
sehingga siswa tidak perlu repot-repot mengikuti tes lain.

Dwi menambahkan, lembaga pendidikan yang menyelenggarakan persiapan tes TOEFL 
seharusnya mempersiapkan diri. Antara lain dengan menyesuaikan dan menambah 
materi yang akan diujikan. ''Paling tidak mereka harus aware terhadap perubahan 
ini,'' paparnya.Selain TOEFL, Dwi menyarankan siswanya untuk mengambil jurusan 
sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Tak hanya itu, untuk masuk ke S1 di 
seluruh Amerika Serikat dan beberapa universitas di dunia, selain TOEFL, harus 
dipersiapkan SAT. Sementara untuk tes GMAT dan GRE digunakan untuk prasyarat 
ujian postgraduate.

Sementara itu, anggota badan standar nasional pendidikan, Prof. Mungin Edi 
Wibowo mengatakan bahasa Inggris merupakan modal utama untuk bersaing di era 
global. Penguasaan bahasa Inggris dapat membantu meraih memperoleh pendidikan 
dan kesempatan kerja yang lebih layak. ''Bahasa Inggris membuat kita dapat 
bersaing dengan lulusan dari negara tentagga misalnya. Karena bahasa Inggris 
itu adalah bahasa internasional, yang dipakai di semua tempat,'' ungkap Mungin.

Karena itu menjadi hal yang wajar jika banyak siswa yang mengambil kursus 
bahasa Inggris secara informal. Pengadaan kursus-kursus bahasa Inggris yang 
kini marak, diyakininya telah melalui berbagai kriteria dan verifikasi yang 
sesuai dengan ketentuan. Mungin menyambut baik adanya perubahan tes Toefl ini, 
karena dengan demikian, setiap orang teracu untuk mendapat hasil yang paling 
tingi. Mungin mengatakan, orang Indonesia banyak yang kehilangan kesempatan 
untuk menghadiri seminar bertaraf Internasional hanya karena faktor bahasa. 
Padahal, banyak pengetahuan yang dapat diperoleh di sana. 

(sya ) 

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke