Antisipasi Tertularnya Flu Burung

Flu burung kembali menghantui, setelah Jakarta ditetapkan sebagai daerah dengan 
status Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul bertambahnya kasus flu burung (avian 
influeanza), Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari kembali menetapkan status 
yang sama, dengan skala nasional. 

Mencermati bahaya tersebut berikut ini beberapa petunjuk mengantisipasi 
tertularnya flu burung bagi penduduk yang tinggal di daerah yang tertular flu 
burung. Penyebaran flu burung di daerah yang tertular bisa dicegah dengan 
menghindari kontak dengan ayam, bebek dan unggas lainnya kecuali sangat perlu. 
Ini adalah cara terbaik mencegah infeksi oleh flu burung. Anak anak memiliki 
resiko yang lebih tinggi karena mungkin mereka lebih banyak bermain di tempat 
di mana unggas berada. 


Untuk mencegah penularan flu burung, ajarilah anak anak untuk mengikuti 
petunjuk berikut: 


- Hindari kontak dengan unggas jenis apapun, dengan bulu-bulunya, kotoran 
maupun limbahnya. 


- Jangan memelihara unggas sebagai hewan kesayangan. 


- Cucilah tangan dengan air dan sabun setiap sesudah bersentuhan dengan unggas. 


- Jangan tidur di dekat tempat pemeliharaan unggas. 


- Jangan memindahkan unggas baik yang hidup maupun yang mati dari satu tempat 
ke tempat lain, bahkan sekalipun Anda kira unggas tersebut sehat. 


- Menangani unggas di daerah tertular harus dilakukan ditempat, tanpa 
memindahkannya ke luar dari area tersebut. 


- Jangan memasak unggas berasal dari daerah tertular untuk makanan keluarga 
maupun hewan peliharaan Anda. Penyembelihan dan penanganan unggas tersebut 
untuk makanan adalah berbahaya. 


- Apabila Anda secara tidak sengaja kontak dengan unggas di daerah tertular, 
seperti misalnya menyentuh badan unggas, feses atau kotoran unggas yang lain, 
atau berjalan di atas tanah di mana ada kotoran unggasnya: 


~ Cucilah tangan sampai bersih memakai air dan sabun sesudah setiap kontak. 


~ Lepaskan sepatu di luar rumah dan dibersihkan. 


~ Periksa suhu tubuh anda sekali setiap hari selama 7 hari. Apabila anda demam 
(di atas 37.5°C), periksakan diri Anda ke dokter atau ke rumah sakit terdekat 
dengan segera. 



Penanganan yang benar terhadap unggas sakit atau mati yang diduga karena flu 
burung merupakan kontrol yang penting untuk mencegah penyebaran penyakit, 
dengan: 


- Anak anak di jaga agar tidak mendekati unggas yang sakit atau mati. 


- Apabila anda harus menangani unggas yang mati atau sakit, pakailah alat 
pelindung, seperti masker, goggle (pelindung mata), sepatu boot, sarung tangan. 
Jika peralatan tersebut tidak tersedia, gunakan kain/sapu tangan untuk menutup 
mulut dan hidung, pakailah kaca mata, gunakan tas plastik sebagai sarung tangan 
dan pembungkus sepatu dan mengikatnya pada pergelangan tangan dan kaki dengan 
karet. Pakailah baju overall yang bisa dicuci. 


- Apabila anda baru pertama kali mendapati unggas yang sakit atau mati dan 
tidak yakin situasinya, segera beritahu petugas yang berwenang dan serahkan 
penangan unggas tersebut kepada ahlinya. 


Dekontaminasi kebun atau kandang ayam akan membantu menghambat penyebaran 
penyakit 


- Apabila mungkin, mintalah jasa petugas yang ahli untuk membantu dekontaminasi 
kebun atau kandang ayam. 


- Apabila hal itu tidak mungkin, dan Anda harus mengejakannya sendiri, pakailah 
perlengkapan untuk melindungi mata, kepala, tangan, kaki dan bagian bagian lain 
yg tidak tertutup pakaian. 


- Unggas yang mati harus dikubur dengan aman 


- Pembersihan yang efektif akan menghilangkan bulu-bulu atau feses yang 
tertinggal di kandang. 


- Virus flu bisa bertahan untuk sementara waktu di bahan bahan organik, jadi 
melalui pembersihan total dengan deterjen merupakan langkah yang amat penting. 
Semua bahan organic harus disingkirkan dari kandang ayam sedapat mungkin. 


- Oleh karena area terbuka (pekarangan) yang digunakan untuk memelihara unggas 
sulit untuk di bersihkan ataupun didesinfeksi, unggas sebaiknya ditiadakan dari 
area tersebut selama paling sedikit 42 hari untuk membiarkan radiasi 
ultraviolet menghacurkan sisa-sisa virus. Periode pengosongan ini perlu 
diperpanjang pada musim dingin (hujan). 


- Penyemprotan desinfektan pada tumbuh tumbuhan di pekarangan/kebun maupun pada 
tanah hampir tidak ada gunanya, karena bahan kimia tersebut akan 


diinaktifkan oleh bahan organic. Pengupasan lapisan tanah biasanya tidak 
dianjurkan kecuali bila kontaminasi feses pada tanah tersebut sangat berat. 


Unggas yang mati dan feses/kotorannya harus dikubur 


- Sedapat mungkin, mintalah bantuan dari petugas peternakan setempat bagaimana 
cara mengubur bangkai unggas dengan aman. 


- Pada waktu mengubur bangkai unggas dan fesesnya, usahakan untuk tidak 
menimbulkan debu. Semprotlah terlebih dahulu area penguburan dengan air untuk 
melembabkan. Kuburlah bangkai unggas dan fesesnya dengan kedalaman paling 
sedikit 1 meter. 


- Setelah bangkai unggas telah dikubur dengan benar, bersihkan seluruh area 
dengan seksama menggunakan deterjen dan air. Virus flu relatif bisa dimatikan 
oleh berbagai jenis deterjen dan desinfektan. 


Pakaian pelindung yang terkontaminasi harus ditangani dengan benar atau 
dimusnahkan 


- Setelah area dibersihkan, lepaskan semua perlengkapan pelindung dan cucilah 
tangan dengan air dan sabun. 


- Cucilah pakaian menggunakan air panas atau air sabun yang hangat. Jemurlah 
dibawah sinar matahari. 


- Letakkan sarung tangan bekas pakai dan benda benda lain yg akan dimusnahkan 
ke dalam kantung plastic untuk dimusnahkan dengan aman. 


- Bersihkan semua perlengkapan yang bisa dipakai kembali seperti misalnya 
sepatu boot dan kaca mata pelindung menggunakan air dan deterjen, tapi jangan 
lupa untuk mencuci tangan setelah memegang benda benda tersebut. 


- Benda benda yang tidak dapat dibersihkan dengan baik harus dimusnahkan. 


- Bersihkan badan/mandi dengan air dan sabun, jangan lupa mencucilah rambut 
Anda 


- Hati hati untuk tidak menyentuh lagi pakaian atau benda yang terkontaminasi, 
atau mengotori lagi area yang telah dibersihkan. 


- Yang paling penting, cucilah tangan setiap selesai menangani benda benda yang 
terkontaminasi. 


Dekontaminasi alas kaki/sepatu 


- Setelah berjalan di area yang mungkin terkontaminasi (misalnya: peternakan, 
pasar, kebun tempat memelihara ayam), bersihkan sepatu sebaik mungkin 
menggunakan 


air dan sabun. 


- Pada saat membersihkan sepatu, berhati hati agar tidak ada kotoran yang 
terpercik ke wajah atau ke baju. Pakailah kantong plastik untuk melindungi 
tangan, lindungi mata dengan kaca mata (goggles), tutuplah hidung dan mulut 
dengan kain/saputangan. 


- Tinggalkan sepatu dan sepatu boot di luar rumah sampai kita merasa yakin 
sepatu tersebut sudah benar- benar bersih. 


Orang orang yang menderita gejala flu/pilek sebaiknya lebih berhati hati 


- WHO percaya bahwa sangatlah penting untuk mencegah 


penyebaran flu manusia pada area yang terkena flu burung. Apabila flu manusia 
dan flu burung saling kontak, ada resiko terjadinya pertukaran materi genetis 
yang bisa menimbulkan terbentuknya jenis virus baru. 


- Setiap orang yang sedang menderita flu/pilek haruslah berhati hati dengan 
kotoran dari hidung(ingus) dan mulutnya pada saat berada di sekitar orang lain, 
terutama anak anak, untuk mencegah penularan flu manusia. 


- Tutuplah hidung dan mulut pada waktu batuk atau bersin. Gunakan tissue dan 
dibuang setelah sekali pakai. Ajarkan anak anak untuk melakukan hal ini juga. 


- Selalu mencuci tangan dengan air dan sabun setiap sehabis menyentuh kotoran 
hidung atau mulut karena kotoran tersebut bisa mengandung virus. 


- Anak anak cenderung untuk menyentuh wajah, mata dan 


mulut dengan tangan yang masih kotor. Ajarkan pada anak-anak untuk mencuci 
tangan setelah batuk, bersih dan menyentuh benda benda yang kotor. 


- Laporkan ke petugas kesehatan segera dan konsultasikan ke ahli kesehatan 
apabila anda menderita demam dan atau gejala seperti flu. 


Tindakan pencegahan bisa dilakukan apabila mengunjungi teman/saudara yang 
dirawat di rumah sakit 


- Apabila Anda mengunjungi pasien yang menderita flu burung, ikuti petunjuk 
dari petugas rumah sakit untuk mengenakan pakaian pelindung, termasuk masker, 
jas 


laboratorium, sarung tangan dan pelindung mata (goggles). 


- Pakaian pelindung seperti itu dibutuhkan apabila Anda akan kontak secara 
langsung dengan pasien atau lingkungan di mana pasien berada. 


- Pastikan bahwa masker yang anda kenakan unkurannya pas buat Anda. Apabila 
tidak, bicarakan dengan petugas rumah sakit. 


- Pada waktu Anda meninggalkan ruangan pasien, Anda harus melepaskan semua 
pakaian pelindung tersebut dan mencuci tangan dengan air dan sabun. 


Di daerah tertular 


- Di daerah tertular di mana adanya flu burung telah dipastikan, jangan 
mengkonsumsi daging ayam yang berasal dari ayam yang sakit atau mati. 


- Di daerah tertular, disarankan untuk tidak memanfaatkan ayam sakit atau mati 
untuk makanan orang maupun hewan. Walaupun nampak sehat, ayam yang berasal dari 
daerah tertular jangan dimanfaatkan untuk makanan. 


Di daerah sekitarnya (yang berdekatan dengan daerah tertular) beberapa tindakan 
pencegahan perlu dilakukan: 


- Secara umum, hanya unggas yang sehat yang boleh dimanfaatkan sebagai bahan 
makanan. 


- Untuk memotong/mematikan unggas, gunakan cara cara agar Anda maupun 
lingkungan di rumah Anda tidak dicemari oleh darah, debu, feses maupun kotoran 
lain yang berasal dari unggas tersebut. Tanyakan ke petugas peternakan setempat 
mengenai prosedur pemotongan unggas yang benar. 


- Untuk pencabutan bulu, gunakan cara yang benar agar tidak mengotori anda 
maupun lingkungan tempat tinggal Anda. Cara terbaik adalah dengan merendam 
unggas 


tersebut di dalam air panas sebelum mencabuti bulunya. 


- Untuk membersihkan isi perut dan usus unggas gunakan cara yang benar agar 
tidak mengotori lingkungan tempat tinggal Anda. 


- Jangan menyentuh benda benda lain maupun wajah Anda (misalnya: mengusap mata) 
pada saat anda melakukan prosedur prosedur tersebut di atas, kecuali setelah 
Anda mencuci tangan dengan air dan sabun. 


Lakukan semua tindakan pencegahan untuk memastikan bahwa unggas atau produk 
asal unggas diproses dengan benar dan aman untuk di konsumsi. 


- Ayam diproses secara higienis dan di masak sampai matang, contohnya: sudah 
tidak ada lagi cairan berwarna kemerahan, ayam dianggap aman untuk di makan. 


Tetapi perlu diingat bahwa apabila ayam tersebut mengandung penyakit menular 
seperti misalnya flu burung, orang yang memasak ayam tersebut mempunyai resiko 
tertular demikian juga lingkungan tempat ayam itu dipersiapkan untuk dimasak 
bisa tercemar oleh virus. 


- Telur juga bisa membawa bibit penyakit, seperti misalnya virus flu burung di 
bagian dalam telur maupun di kulit luarnya. Telur mentah dan kulit telur harus 
ditangani dengan hati hati. Cucilah kulit telur dengan air sabun dan cucilah 
tangan setelahnya. Telur yang dimasak sampai matang (direbus selama 5 menit 
pada temperature 70°C) tidak akan menularkan virus flu burung apabila dimakan. 


- Secara umum, semua makanan harus dimasak sampai matang, mencapai temperatur 
paling sedikit 70oC atau lebih di bagian dalam.(wpro) 

 

Thank's & Best Regards 

Alnopy 
Cat Bat OP SS 
0770-612103 ext 299 
Infineon Technologies Batam 
Visit us at:  <http://www.infineon.com/> www.infineon.com 

*Disclaimer*
This e-mail and any attachments are confidential and may be subject to legal or 
some other professional privilege. They are intended solely for the attention 
and use of the named addressee(s). They must not be disclosed to any person 
without authorization. This e-mail and any attachments are also subject to 
copyright. They may only be copied or distributed with the consent of the 
copyright owner. If you are not a named addressee you must not use, disclose, 
retain or reproduce all or any part of the information contained in this e-mail 
or any attachments. If you have received this email by mistake please notify 
the sender immediately by return email and delete or destroy all copies of the 
email. Any confidentiality, privilege or copyright is not waived or lost 
because this email has been sent to you by mistake


Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke