dunsanak sadonyo, melanjutkan carito si zet, ttg Politeknik Del di tepi danau maninjau <www.pidel.org> , jadi taringek pulo hota awak di milis ko, beberapa tahun nan lalu ttg ide untuk membuat semacam IT Camp di daerah sekitar Bukittinggi , salah satu kendala dulu adalah infrastruktur , ternyata melihat PI Del tsb saya lihat mereka menggunakan sarana VSAT yg kemudian dihubungkan dg kabel fiber optic ke server2 dan komputer2 nya , jadi sebenarnya kita bisa membangun pula walau di daerah terpencil, karena teknologi telah memungkinkan nya , yg penting asal ada dana nya
salah satu keunggulan PI Del tsb , ialah dg kerjasama nya beserta beberapa lembaga teknologi dan bisnis yg ternama , spt ITB, NIIT di India, politeknik Singapore serta beberapa perusahaan IT spt Sigma Cipta caraka, microsoft , dll. kalau ambo liek latar belakang nya, terlihat mereka menggunakan juga jalur relasi sesama orang batak atau orang kristen , dan itu boleh2 saja. sebenarnya kalau mau orang minang juga , bisa membuat jalur spt itu, karena sebenarnya sudah ada juga modalnya yaitu orang2 minang di berbagai tempat strategis dalam bidang IT tsb, tak hanya di Indonesia juga di luar negeri. 2 perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia, PT Telkom dan PT Indosat , saat ini dirutnya adalah urang awak juga , begitu juga di beberapa posisi lain nya, dan kita banyak pula tenaga ahli IT yg mumpuni keahlian nya. jadi sebenarnya modal telah ada , tapi entah kenapa kok tak bisa tergerak kan. ( mungkin bisa jadi benar stigma, bahwa orang minang bisa sukses secara individu, tapi tak bisa meraih keberhasilan juga secara kelompok / komunitas ) mungkin kita perlu seorang tokoh spt jenderal Luhut Panjaitan (penggagas sekolah tsb ) , yg punya dedikasi besar, leadership dan relasi luas utk bisa mewujudkan nya. kalau disigi pulo ttg sakola tsb, walau tak kentara tapi bisa terlihat secara tersirat latar belakang kristen yg kuat dari sekolah tsb , dan saya kira wajar karena memang itu daerah mereka , tapi usaha besarnya utk meraih keberhasilan dalam berbagai hal ( duniawi dan agama ) saya kira bagus juga jadi pelajaran bagi kita. tapi ambo liek ado satu hal yg masih kurang, yaitu sekolah tsb masih hanya mencetak para pekerja juga , harusnya saat ini kita perlu banyak mencetak enterpreneur dan inovator, dan itu adalah competitive advantage orang minang, jadi utk di tampek awak nan labiah cocok adalah sakola yg mencetak para enterpreneur tsb. nan kaduo , labiah rancak pulo kalau di sakola itu bisa babisnis pulo sehingga dibuat inkubator bisnis , antara lain melakukan outsorching IT proyek secara remote. dg teknologi tinggi spt VSAT di tepi danau toba tsb, hal yg sama berarti bisa dilakukan juga di area sekitar Bukittinggi, misalnya. usaho utk mendirikan sekolah unggulan agam di daerah muko muko tapi danau maninjau,ambo kiro salah satu langkah yg strategis pulo , dan awak paralu banyak sakola spt itu, tak hanya level SMA, tapi sampai level perguruan tinggi. kalau sekolah unggulan di tepi maninjau tsb dikembangkan pulo sampai perguruan tinggi dengan menggunakan pula teknologi tinggi, spt jaringan internet via VSAT , ambo kiro , awak lah bisa pulo malakukan nyo ba'a kiro2 dunsanak sadonyo ? Alam takambang jadi guru, malu utk baraja, utak indak takambang wassalam HM Website http://www.rantaunet.org _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ____________________________________________________

