Tanjuang Heri wrote: >Nah kini nan jadi persoalan dek awak kaum Islam, mambangun musajiek di >lingkungan non islam, dianggap perjuangan, tapi kalau gereja atau tampek >ibadah lain dibangun di lingkuangan islam dianggap pemurtadan umat islam. Kito >sangajo nampaknyo malupoan kalau banyak pulo urang kristen atau dari ugamo >lain nan masuk islam. > >
Allah 'Azza wa Jalla berfirman (yang artinya): "Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak ke luar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya"." (QS. as-Sajdah 32:18-20) >Kalau kito ndak amuah mambaok persoalan ko ka debat kusir, jo hubungan judul >di ateh, ndak usahlah pembom itu mamakai namo Islam dalam satiok serangannyo. >Dan apo pulo hubungannyo Islam jo Bali nan dari jaman kerajaan dulu alah >baagamo hindu. Apo ndak mungkin kiniko terjadi islamisasi Bali? Baa perasaan >urang Bali kalau memang terjadi hal semacam ko? > > Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya): "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu"," (QS. Yaasiin 36:60) "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS. adz-Dzaariyaat 51:56) Dengan argumen yang serupa, manusia dari awalnya diciptakan untuk hanya menyembah Allah 'Azza wa Jalla sejak Nabi Adam 'Alaihis Salaam. Apa hubungannya manusia dengan Hindu? >Kalau kito iri mancaliak gereja nan indah , kokoh dsb, baa kok awak urang >islam nan notabene banyak pitihnyo ndak namuah mambuek musajik nan megah pulo? >Kok di Amrik tu susah cari musajiek, samo juo di Perancis, karano daerah ko >daerah katolik. Pembangunan musajiek dicaliek sabalah matopulo dek masyarakat >non islam. > > Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya): "Janganlah sekali-kali kamu menujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman." (QS. al-Hijr 15:88) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): "Tidak akan datang kiamat sehingga manusia bermegah-megahan dalam membangun masjid” [HR. Ahmad. Al-Albani berkata “Shahih”.] Al-Bukhari berkata : Anas berkata, “Orang-orang bermegah-megahan dalam membangun masjid, kemudian mereka tidak memakmurkannya kecuali hanya sedikit. Maka yang dimaksud dengan At-Tabaahii (bermegah-megahan) ialah bersungguh-sungguh dalam memperindah dan menghiasinya”. Ibnu Abbas berkata , “Sungguh kalian akan memperindah dan menghiasinya sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nasrani memperindah dan menghiasi tempat ibadah mereka” [HR al-Bukhari] Lihat: http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=795&bagian=0 Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Allahu Ta'ala a'lam. Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, -- Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim (l. 1980M/1400H) Website http://www.rantaunet.org _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ____________________________________________________

