Dari SUARA PEMBARUAN DAILY 10 Oktober 2005 kito baco
----------
1.000 Kerbau Mati Mendadak di Tapsel
PADANGSIDEMPUAN- Sekitar 1.000 ekor kerbau milik masyarakat di Kecamatan
Huristak, Portibi, Simangambat dan Halongonan, Tapanuli Selatan (Tapsel),
Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mati mendadak akibat terserang virus
Septicaernia epizooticae (SE).
Kejadian ini mengakibatkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Sementara
pihak pemerintahan kabupaten saat ini berusaha melakukan vaksinasi.
"Kerbau kami matinya mendadak begitu saja. Awalnya terlihat begitu sehat.
Tidak lama kemudian kerbau tadi ngorok, sambil berliur dan mengeluarkan air
mata. Setelah itu barulah mati," ujar Sarman (45) peternak kerbau di Desa
Gunung Matinggi, Tapsel, Minggu (9/10) sore.
Kepala Dinas Peternakan Tapsel Ir Marabangun Harahap melalui Kepala Sub
Dinas drh Untung Suwandi, saat dihubungi Pembaruan , Senin (10/10) pagi
melalui telepon, mengatakan, pihaknya sedang berusaha mencegah merebaknya
penularan virus dari kerbau tersebut.
Upaya pencegahan penularan bakteri yang mematikan kerbau milik masyarakat
peternak dengan melakukan vaksinasi.
Ketika disinggung tentang dampak penularan virus tersebut ke manusia,
Untung mengatakan, sejauh ini belum ada. Dia juga memastikan tidak menjadi
persoalan bila manusia mengkonsumsi daging kerbau. (AHS/W-8)
----------
Last modified: 10/10/05
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.344 / Virus Database: 267.11.13/124 - Release Date: 10/7/2005
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________