Waalaikumsalamwarahmatullaahiwabarakaatuhu.

Mak Ngah dan dunsanak kasodonyo.

Dari awal pembicaraan saya tidak pernah memperdebatkan
masalah umur siti 'Aisyah Ra. Mungkin bisa saya cipy
ulang kembali perkataan saya sebagaimana dibawah ini:

Jadi disini kita melihat zaman Rasulullah (mohon
jangan dilihat pernikahan Rasulullah dengan para
istrinya, beliau menikah dengan janda kebanyakan dan
satu gadis, karena ini adalah kekhususan beliau,
jangan-jangan ada yang bilang, tuh..rasulullah saja
bujangan menikah dengan janda, sementara ketika ia
sudah menikah, masih milih yang perawan, yaitu
'Aisyah).


Jelas yang menjadi masalah adalah "keperawanan", dan
Rasulullah menikahi istri beliau Siti 'Aisyah yang
masih gadis. Mau umur berapa, disana saya tak
menjelaskannya, yang jelas "perawan", masih gadis
belum ada dinikahi oleh siapapun.

Soal tanggal, tahun, sebagaimana yang pernah saya
sebutkan dalam tulisan saya "keadilan para sahabat",
saya sudah jelaskan, akan sulit mencheck kebenaran
sejarah tersebut, kecuali bila benar-benar dari buku
sejarah yang bisa dipegang, serta hadits yang
benar-benar tepat, yang namanya juga sejarah, akan
banyak periwayatan didalamnya.

Mungkin mak Ngah menyebutkan tahun istri Rasulullah
siti 'Aisyah ketika dinikahi berumur 9 tahun dari buku
yang mak Ngah sebutkan kali yah. InsyaAllah akan saya
coba melihat dan mencarinya. tetapi pengarangnya koq
ngak disebutkan mak Ngah, biar gampang saya
mencarinya.

Bagi saya pribadi, yang saya ketahui selama ini bahwa
rasulullah melamar istri beliau Siti 'Aisyah semasih
belum baligh, dan serumah setelah beliau baligh(itu
saja yang saya ketahui).

Dan usia baligh sudah merupakan syarat nikah. Sah
nikah wanita yang sudah baligh. Lantas umur berapa
Siti 'Aisyah baligh,..? Allahua'lam, saya tidak pernah
memperdebatkannya, yang pasti Rasulullah bercampur
dengannya sudah sah, karena sudah baligh, itulah yang
saya ketahui selama ini.

Walaupun perbedaan usia Rasulullah dengan istrinya
sangat jauh, itu yang saya katakan, kalau sudah
perintah Allah, apapun kita laksanakan.hanya saja
sebagaimana yang saya katakan, janganlah kita
memperdebatkan sebagaimana kaum orientalis
memperdebatkan dan menjadikan alasan bahwa Rasulullah
menikah dengan istrinya siti 'Aisyah yang jauh
umurnya, masih kecil.

Saya rasa kalau orang yang sudah baligh, bukan kecil
lagi namanya. Yah ..sudah mulai beranjak dewasa
bukan?, Bukankah orang yang sudah baligh, kalau
dibuahi dengan sperma akan bisa melahirkan, so pasti
dia sudah mulai dewasa. Balighnya itu yang
terpenting.Allah tidak mungkin memberikan beban, atau
taklif seseorang mennaggung dosanya sendiri, kalau ia
tidak dipandang oleh Allah sudah dewasa secara fhisik
dan mentalnya.Jadi fhisik dan mental Siti 'Aisyah,
ketika digauli atau serumah dengan beliau, telah
matang, telah siap untuk menjadi seorang istri dan ibu
rumah tangga.

Kalau soal umur yang jauh, disinilah Allah memberikan
kekhususan dan kelebihan pada Rasulullah shallalaahu
'Alaihi wasallam dari ummatnya.Banyak
kelebihan-kelebihan beliau yang tidak dimiliki oleh
ummatnya.

Wassalam. Rahima. 





--- Sjamsir Sjarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalaamu'alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuhu,
> 
> Kalau punya akses di perpustakaan, Rangkayo Rahima
> mungkin dapat menelaah 
> dan menverifikasi salah satu sumbernya di buku:
> 
> al-Zirikly, Khayr al-Din.
> al A'lam qamus tarajim li ashhar al-rijal wa
> al-nisa' min al-'Arab wa 
> al-musta'ribin wa al-mustashriqin. 8 vols. Beirut:
> Dar al'Ilm al Milayin, 
> 1405/1984.
> Lihat di 3.240.
> 
> Salam,
> --MakNgah
> Menjelang berbuka di Tapi Riak nan Badabua



                
__________________________________ 
Start your day with Yahoo! - Make it your home page! 
http://www.yahoo.com/r/hs

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke