--- Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Allah Subhanahu wata'ala berfirman : " Apabila kamu
> berselisih akan sesuatu hal, maka kembalikanlah hal
> tersebut pada Allah dan rasulNya(AlQuran dan
> Hadist).
> 


Seperti yang dikatakan Kang Jalal di dialog Anteve,
ketika kita kembali ke Alquran dan Hadits, ternyata
kita temukan beraneka-ragam penafsiran ulama,
tergantung latar belakang sosial dan khasanah ilmu
yang dimiliki ulama tersebut. Jadi kalau dikatakan
bahwa "Syarak babuhua mati", mungkin tidak tepat.
Dalam kenyataannya syarak atau syariat itu juga
"babuhua sentak" dalam arti syariat itu memiliki
fleksibilitas yang cukup tinggi.

Bicara masalah pornografi, dalam kitab kumpulan hadits
"Bulughul Maram" karangan A. Hassan, ulama dari
Persatuan Islam (Persis), di sana ada tafsiran ekstrim
bahwa melihat gambar porno atau menonton VCD porno
tidaklah berdosa! Karena itu cuma virtual (maya) dan
tidak real. Namun ngintip aurat perempuan secara
langsung, itu baru berdosa.

Nah lho?



        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke