dunsanak sadonyo , 

masih dalam masa lebaran, saya sampaikan selamat Idul Fitri, semoga 
bisa memberi pencerahan bagi kita semua

libur lebaran kemarin , saya sempat membaca buku yg cukup 
menarik , "Bisakah orang Asia berpikir" , karangan Kishore Mahbubani, 
telah diterjemahkan oleh penerbit Teraju Mizan.

baik saya akan coba jelaskan sedikit review buku bagus tsb ,semoga 
bermanfaat.

Kishore Mahbubani adalah diplomat Singapura keturunan India , yg 
cukup dikenal di berbagai lembaga dunia dan pernah jadi wakil juga di 
PBB.
Beliau memiliki pandangan yg berani mengeluarkan pendapat untuk 
menyadarkan kita semua  (bangsa Asia ) , bahwa tanpa disadari pihak 
barat ( eropa dan amerika ) , masih "menjajah" kita semua dalam 
bentuk lain sampai saat ini , dan sebagai diplomat hal itu 
disampaikan nya secara gentleman pada pihak2 barat , di berbagai 
forum resmi spt PBB dan media2 barat lain nya , pihak barat pun , 
bisa menerima argument nya.

Kishore menyampaikan beberapa tesis yg sebagian berkaitan juga dg 
thesisnya samuel huntington, ttg "clash civilation" ( perbenturan 
budaya barat dg Islam dan confuncius yg dua2 nya banyak dianut orang 
Asia juga )

Ia berpendapat, bahwa sudah hampir 5 abad pihak barat ( eropa ) 
menjajah Asia, semenjak armada portugis datang ke Asia , dan 
kemerdekaan bangsa2 di pertengahan abad 20 , selepas perang dunia ke 
dua , secara hakikat belum lah membuat sebagian besar negara2 Asia 
benar2 merdeka.  sebagian besar negara Asia masih terjajah dalam 
imperialisme bentuk lain yg lebih canggih dan tak disadari secara 
langsung , terjajah secara ekonomi , budaya dan politik , tapi tak 
terasa, utamanya adalah bahwa pola pikir , alam bawah sadar kita 
belum benar2 merdeka , istilah nya Kishore, kolonisasi mental.

beberapa negara Asia bisa maju secara ekonomi spt Jepang, Korea, 
singapura , china dll, tapi tetap saja kunci ekonomi nya dipegang 
pihak barat ( spt kurs mata uang US dollar atau harga minyak ) , pada 
sisi lain ia tetap terjajah secara politis spt jepang dan korea 
selatan , kedua negara tsb tak bisa lepas dari cengkeraman politis & 
militer Amerika.

salah satu bentuk canggih imperialisme tsb, ialah penguasaan ekonomi 
dan asset2 ekonomis di negara2 Asia, oleh perusahaan2 multinasional 
negara maju , yg sebenarnya secara hakiki tak jauh berbeda dg 
penguasaan ekonomi negara kolonial dulu spt India oleh Kongsi 
perusahaan Inggris atau Indonesia oleh VOC .

Secara logika, para ahli dari negara2 Asia ( dan juga negara 
berkembang lain nya ) , terperangkap dalam logika berpikir barat, 
karena sekolah nya juga ke sana, pelajaran sekolah dari tingkat dasar 
sampai perguruan tinggi, berkiblat ke barat , bahkan sejarah dunia , 
adalah sejarah yg dibuat dg pola pikir barat.
Begitu pula dg teknologi dan industri , dikembangkan dg pola pikir 
barat juga , cobalah tengok buku2 pelajaran kuliah kita , sebagian 
besar dari Amerika atau Eropa , padahal itu semua belumlah tentu 
cocok dg kondisi di negara Asia .

Ttg ilmu industri sendiri, sejak kuliah di Teknik Industri ,saya 
sendiri suka mempertanyakan pada dosen2 kenapa sih , kok buku text 
booknya American minded semua, padahal industri sebagai sebuah bentuk 
praktek ekonomi adalah spesifik utk tiap situasi dan kondisi regional.

Tanpa disadari pola pikir itu semua, telah membuat kita 
terperangkap , sehingga Industri2 dan teknologi yg kita (orang Asia ) 
kembangkan , tak akan bisa mandiri, selalu penuh dg ketergantungan , 
kasus kejadian "industri tukang jahit" , atau negara berkembang yg 
jadi buangan sunset industri ( industri yg telah tak efisien lagi ) , 
itu semua ditimpali juga dg perangkap ekonomi berupa ketergantungan 
finansial , kebijakan makro ekonomi spt keunggulan upah buruh rendah 
dan kurs valuta. nah itu semua membuat , secara sistemik telah 
membuat teknologi dan industri di negara2 asia , secara pola pikir 
telah 
"ter kolonisasi" , kasarnya terjajah.

Iran yg berusaha mandiri dalam teknologi pembangkit nuklir, ditekan 
keras negara barat yg tak rela , ada negara lain yg bisa mandiri 
dalam teknologi energi , Venezuela yg berusaha mandiri dalam 
pengelolaan minyaknya , secara politis digoncang Amerika , dan banyak 
kasus lain nya.

secara budaya, acara2 televisi, film, musik serta berbagai pop 
culture dari Amerika, saat ini menjadi trend setter budaya sebagian 
besar dunia, mulai dari film kartun anak2, musik utk generasi MTV nya 
remaja kita sampai film2 hollywood yg menjadi konsumsi keluarga kita

tanpa disadari sejak anak kecil yg nonton film kartun amerika tsb, 
sampai orang tua yg terkagum2 dg teori ilmiah barat , telah 
memberikan stimulasi alam bawah sadar kita semua , utk berpola pikir 
spt mereka ( american minded )

tempat kerja saya , yg buat alat listrik utk keperluan PLN, 
sebenarnya secara teknologi bisa membuat sendiri peralatan yg full 
localized dg harga murah , tapi kekuatan finansial pemberi bantuan 
asing atau pemberi proyek, suka mempersyaratkan utk menggunakan 
komponen2 dari luar negeri juga .

Kondisi Indonesia sendiri ,bisa dikatakan industri2 dan teknologi yg 
signifikan dikuasai asing, secara ekonomi kunci2nya dipegang pihak 
luar , spt kurs rupiah dan harga BBM , yg dg goyangan sedikit saja, 
membuat ekonomi masyarakat banyak bergejolak.

bagaikan hipotesa teori Chaos "  kepakan sayap kupu kupu di 
Bukittinggi, bisa menimbulkan angin topan dahsyat di laut bahama"

hal yg sama terjadi pada khasanah ekonomi dunia yg terkolonisasi

" Batuknya seorang Alan Grenspan, Fed reserve, atau ketukan tangan 
seorang George Soros  di Amerika sana , bisa menimbulkan goncangan 
keras yg dahsyat pada ekonomi negara2 asia spt Indonesia" ( gejolak 
kurs US Dollar atau harga minyak dunia )

Kishore berpendapat bahwa imperialisme negara barat sejak 5 abad 
lalu , terus berlanjut sampai saat ini , tapi suatu saat akan berubah 
juga, karena sepuluh abad yg lalu , negara Asia spt China , India, 
Arab berada dalam kemajuan dunia, di saat negara2 Eropa masih 
bergelimang jaman2 kegelapan

Sama seperti halnya , di masa lalu, kaisar China, Kaisar Persia , 
kerajaan Alexander the great  atau bahkan kekhalifahan Bagdad 
menguasai dunia.
saat ini , Amerika ( dan negara Eropa ) , adalah penguasa dunia , 
walau Kishore secara halus masih berkata bahwa Amerika saat ini , 
adalah penguasa dunia yg rada "santun" , bila di banding kekaisaran 
jaman dulu spt kerajaan Mongol misalnya .

Demikian sebagian thesis Kishore dalam buku tsb, selain beberapa 
thesis senada lain nya , sepemahaman saya, mohon diluruskan bila saya 
salah memahaminya

wassalam 

Hendra M






Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke