RADAR BALI Kamis, 24 Nov 2005
---------------------------------
Kamis, 24 Nov 2005
Air Paradise Pilih Tutup
350 Karyawan Ngaggur, 2.000 Penumpang Dialihkan ke Qantas
KUTA - Teroris itu benar-benar jahanam. Bukan hanya fisik manusia menjadi
korban, tapi banyak perusahaan dibuat gulung tikar karenanya. Salah satunya
perusahaan penerbangan di Bali yang terpaksa harus menyudahi operasionalnya.
Perusahaan penerbangan Air Paradise International memilih tutup per Rabu, 23
November 2005 kemarin.
Ini merupakan perusahaan penerbangan pertama milik putra Bali yang kolaps
akibat dampak bom Bali, 1 Oktober 2005 lalu. Penutupan ini diumumkan langsung
oleh owner Air Paradise I Made Wiranatha bersama jajaran manejer lainnya di
kantornya, Kerobokan, Badung. "Peristiwa bom Bali telah merubah semua harapan
dan rencana yang telah kami susun," ungkap Wiranatha, sedih.
Menurutnya, aksi terorisme yang meledakkan bom di Bali untuk kedua kalinya
benar-benar berdampak buruk bagi usahanya. Setidaknya dia menyebut 12 ribu
calon penumpang wisatawan Australia telah membatalkan kunjungannya ke Bali.
Pembatalan itu, lanjutnya, menyusul adanya travel warning bagi warga negara
Australia untuk sementara tidak mengunjungi Bali.
"Sekali lagi, situasi ini benar-benar berdampak buruk terhadap kondisi
penumpang kami yang seluruhnya merupakan wisatawan yang akan berlibur ke Bali,"
ungkap adik kandung Gde Wiratha yang mantan ketua PHRI Bali ini.
Dia mengaku, telah berusaha meyakinkan calon wisatawan dan melaksanakan
pelayanan sebaik-baiknya. Seperti inovasi dan strategi pemasaran, namun
hasilnya tetap nihil. Sehingga penerbangan pasca bom milik Air Paradise
mengalami kerugian yang cukup besar.
"Kepada amasyarakat Bali yang kami cintai kami mohon maaf atas penutupan
sementara ini karena usaha yang kami lakukan belum dapat memenuhi harapan,"
ungkap Wiranatha dengan nada berat. Meski begitu pihaknya berusaha akan bangkit
kembali dengan mengundang investor baru.
Perusahaan penerbangan ini mulai beroperasi Februari 2003 dengan empat unit
pesawat jenis Airbus tipe 300 dan tipe 600. Melayani rute utama Bali -
Australia dengan tujuan lima kota besar. Yakni, Sydney, Brisbane, Perth,
Adelide, dan Melbourne.
Selain itu juga membuka jalur penerbangan ke Jepang dengan tujuan Kansai dan
Hanida. Sedang jalur ke Korea baru dibuka ke Incion. Perusahaan penerbangan ini
mempekerjakan 350 tenaga kerja baik lokal maupun luar negeri.
Menurut I Putu Oka, General Affair Air Paradise, sejauh ini pihaknya belum
membahas mengenai rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) atas semua karyawannya
itu. Pihaknya mengakui, bahwa hingga kemarin masih ada 2.000 penumpang Air
Paradise. "Jadi penumpang yang sudah booking, kami alihkan ke Qantas Airline
dengan jadwal penerbangan hingga 10 Desember 2005," terang Oka.
Ditanya apakah pembatalan penumpangnya lantaran penayangan video pelaku bom
Bali dan bebagai rencana serangan teror, pihaknya mengakui bahwa bagi orang
awam fakta seperti itu sangat menakutkan.(rid)
---------------------------------
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________