ÇáÓáÇã Úáíßã æ ÑÍãÉ Çááå æ ÈÑßÇÊå
Laa Tahzan===> (Buang kekosongan isi dengan perbuatan
berguna)
Orang yang hidupnya selalu dengan kekosongan, adalah
mereka yang suka menebar fitnah, issue, guncing, dan
sejenis, atau sejawatnya.
Karena apa..? Karena tak ada lagi yang dapat
dikerjakanya. Hidupnya penuh dengan khayalan belaka,
tanpa amal. Padahal Allah sudah berfirman : " ÝÇÁÐÇ
ÝÑÛÊ ÝÇäÕÈ " maka apabila engkau telah selesai dari
suatu pekerjaan, kerjakanlah urusan yang lain lagi
(dengan baik).Q.S Alam Nasyrah
Firman Allah lagi : " Demi masa, sesungguhnya manusia
berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan
beramal shalih, saling nasehat menasehati dengan
kebenaran, dan saling menasehati dengan kesabaran ".
Orang yang suka melamun, mengkhayal tak tentu arah,
banyak kekosongan, pikirannya selalu saja bercabang
entah kemana. Kondisi semacam ini sangatlah berbahaya
buat insan, karena hidupnya penuh dalam hal-hal yang
tak berarti. Kondisinya bagaikan mobil biasa, tanpa
sopir sama sekali, model tercanggih, di dalam hal
kehancuran , berjalan cepat tanpa sopir. Ia berjalan
kekiri dan kekanan tanpa arah.
Bila seseorang hidupnya lebih banyak kekosongan
ketimbang banyak kerja, siap-siaplah ia menghadapi
kegoncangan dalam hidupnya. Karena apa..? Karena
kekosongan sering menimbulkan angan-angan dan kejadian
masa lampau yang pahit dan membuat luka itu semakin
dalam, tanpa berfikir untuk maju dan bekerja apa yang
dapat dikerjakan detik ini.
Kekosongan ini adalah penyakit hati yang terselubung,
musuh dalam selimut dalam diri seseorang, bahkan
serangga yang mematikan, mati dengan obat penenang
(obat bius) secara perlahan-lahan. Karena kemalasan
selalu berada dan lengket dalam diri dan jiwanya.
Kekosongan ini bagaikan azab yang datang perlahan tapi
pasti menghancurkan. Terjatuhnya titik demi titik
kepahitan orang dalam penjara atau minyak dalam sebuah
botol yang berlobang, di bawah lobang yang mengalir
setetes minyak didalam bejana yang bocor. Titik demi
titik ia jatuh, akhirnya kosong sama sekali. Begitupun
orang yang dalam penjara penuh kepahitan, penderitaan
dan siksaan. Sedetik demi sedetik siksaan yang
dihadapinya, lama kelamaan penyakit Gila yang
dideritanya.
Kekosongan (Malas) itu adalah kelalaian, kekosongan
itu adalah pencuri yang profesional, ia adalah
sayap-sayap yang terkoyak sedikit demi sedikit dalam
perang keraguan.
Oleh sebab itu apa yang dapat kita kerjakan dalam
mengisi kekosongan dalam hari-hari kita ?
Berdirilah,.jangan duduk dan merenung lagi. Ambil air
wudhuk, shalat dan bacalah AlQuran, bacalah bacaan
yang bermanfaat, dan jangan lupa bacalah pengetahuan
agama setiap hari, karena itu adalah makanan ruhani
manusia.
Atau menelitilah, pergilah ke Lab. Menulislah jika
kamu bisa menulis, atau susun meja belajar kita, atur
rumah, atau berikan manfaat buat orang lain, kerjakan
apa yang dapat dikerjakan saat ini juga. Bila selesai
istirahat sejenak, kerjakan lagi pekerjaan lainnya.
Belahlah kekosongan dengan pisau pekerjaan. Dapat
dijamin bahwa 50% dari dokter dunia ini mengatakan
kebahagiaan jiwa dan diri didapat dalam kedamaian jiwa
yang selalu hidupnya penuh dengan amal yang baik dan
bermanfaat bagi lainnya.
Dikatakan bahwa : " Sebaik-baik manusia adalah yang
bermanfaat bagi orang lainnya ".
Telah ditulis qalam, keringlah pena. Qadha dan qadhar
memang telah ditentukan. Namun apakah manusia bisa
merubah takdirnya..?
Memang benar Allah sudah mentakdirkan nasib manusia
didunia ini semenjak janin di catat rezeki, kematian,
jodohnya. Namun bagi manusia ada takdir yang bisa kita
minta dirubah dan ada yang tak bisa sama sekali, bisa
merubahnya dengan bantuan Allah SWT dengan usaha dan
Do'a.
Contoh takdir yang tak bisa dirubah sama sekali.
Seperti kematian. Manusia hanya bisa memperpanjang
umurnya dengan keberkahan dalam hidupnya. Amal jariah
yang ia lakukan, wakaf, tulisan bermanfaat, sedeqah,
ilmu dan sebagainya yang bermanfaat bagi zaman dari
masa kemasa, maka umurnya secara otomatis terpanjang
dengan sendirinya. Yang dimaksud adalah keberkahan
hidupnya.
Takdirnya menjadi seorang lelaki atau perempuan. Hidup
dan matinya kapan. Bila ada yang merubah jenis
kelaminnya yang sudah diciptakan Allah atau bentuk
wajahnya, maka ini termasuk dalam merubah ciptaan
Allah. Kecuali dalam hal-hal tertentu, seperti orang
yang kakinya buntung, maka ia pakai kaki palsu. ( lain
halnya), begitupun merubah
Alis mata, dengan mencukurnya habis (seperti
kebanyakan di daerah Sunda, atau Jawa maaf, alis
wanita dicukur habis dan diganti dengan pencil,
terutama saat pesta pernikahan, juga mengikis gigi bar
kelihatan rata, beda dengan mengawat gigi, kawat tak
sama dengan kikis). Padahal sudah jelas-jelas dalam
hadist shahih semua itu dilarang. " Allah melaknat
orang yang mencukur habis alis matanya, dan juga
melaknat orang yang mengikis giginya ". Memakai
sanggul (dalam hal sanggul ini ada pendapat ulama yang
membolehkan dengan syarat disambung dengan rambut
sendiri, dan atas izin suami, juga untuk suami).
Namun sayangnya semua itu sudah banyak dilupakan ummat
Islam. Merubah ciptaan Allah.
Semua ini karena kekosongan, dan tak ada kerjaan
lainnya. Tak ridha dengan qadha dan qadar dari Allah.
Lantas apa takdir yang bisa kita minta untuk dirubah ?
Misalkan nasib kita ditakdirkan miskin. Kita bisa
minta dan berusaha serta berdo'a pada Allah. Dengan
usaha keras, kerja keras, maka takdir kita yang
tadinya sudah dituliskan jadi miskin, bisa saja kalau
Allah menghendaki berubah menjadi kaya.
Karena apa,.? Karena Allah sudah berfirman " Allah
menghapuskan (ketentuan yang sudah ditetapkanNya), dan
menetapkan ketentuan yang sudah ditetapkanNya pula. ".
Itu pulalah gunanya firman Allah : " Sesungguhnya
Allah tidak merubah nasib suatu kaum, sehingga kaum
itu sendiri yang merubahnya ".
Allah menghargai usaha dan karya manusia. Amalan apa
saja pasti akan dibalasi Allah. Lihatlah negara maju,
Allah menghargai usaha mereka, karena usaha keras
mereka juga. Begitupun negeri yang tertimpa musibah
habis-habisan, bisa saja berubah menjadi negeri yang
makmur tahunan atau puluhan tahun mendatang, asalkan
semua dengan usaha dan do'a bantuan dari Allah SWT.
Lihatlah Jepang dengan Hiroshimanya.
Namun jika Allah tetap mentakdirkan miskin walau sudah
usaha keras, atau gagal dalam ujian kenaikan kelas,
tidak lulus, padahal sudah mati-matian belajar, namun
tetap gagal, maka manusia disini harus tawakkal, dan
pasrah dengan takdir Allah itu, setelah usaha keras
itu. Yakinlah ngak didunia kebahagiaan itu dapat yang
diakhirat sana. Bukankah sudah dikatakan Allah : " dan
akhirat itu lebih baik dan lebih kekal dari kehidupan
didunia ini ? ".
Perbanyak maaf.
Wassalam Rahima. Sikumbang Sarmadi Kairo
__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________