Pembangunan sebuah plaza biasanya mematikan
pedagang-pedagang disekitarnya apalagi bila juga berdiri
supermarket atau hypermarket yang jelas-jelas akan
membunuh pasar-pasar tradisional.
Bila tujuannya merupakan pusat pertokoan yang berarti
bahwa akan banyak pedagang yang bisa menikmati fasilitas
bangunan tersebut yang memang tujuannya untuk membantu
para pedagang maka yang diprioritaskan penempatannya
adalah pedagang-pedagang sekitar yang memang terlebih
dahulu ada yang sebetulnya merupakan pionir-pionir dalam
pembentukan pasar.
Selanjutnya keberhasilan pembangunan sebuah kota terkait
erat dengan budaya setempat, bahwa pembangunan suatu kota
tidak sekedar meniru gaya pembangunan kota lain yang
kelihatannya berhasil, apalagi sekedar dengan melihat
tumbuhnya bangunan-bangunan yang megah, apalah artinya
bangunan-bangunan tersebut namun tidak mewakili budaya
dan kekuatan ekonomi warganya.
Kekuatan ekonomi sebuah kota yang hanya mengandalkan
segelintir pengusaha akan sangat rentan terhadap
terjangan badai resesi ekonomi, tak adalah patut yang
dibanggakan dari sebuah kota yang kemakmurannya hanya
dinikmati segelintir orang.
Sebaliknya tidaklah perlu merasa kalah dengan kota lain
apabila tak ada bangunan tinggi, tak ada plaza yang megah,
tak ada hotel-hotel yang mewah, namun harus bangga dengan
kekuatan ekonomi rakyat walaupun masih sebatas ekonomi
kakilima tapi mencerminkan kekuatan ekonomi rakyatnya.
Kota-kota yang terkenal didunia tidak identik selalu memiliki
gedung-gedung yang tinggi, kota-kota tersebut terkenal karena
memiliki kharakteristik hal ini bisa tercipta karena kota
itu menyatu dengan budaya warganya.
Oleh karena itu konsep pembangunan sebuah kota
haruslah tidak terlepas dari budaya yang mendukungnya
Wassalam
Arnoldison
Tuesday, December 13, 2005, 4:21:56 AM, you wrote:
gini>
http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=6477
gini> Tinggi Bukittinggi Plaza Separoh Jam Gadang
gini> Sabtu, 10-Desember-2005, 02:49:53 58 clicks
gini> Bukittinggi, PadekĀ
gini> Kisruh pembangunan Bukittinggi Plaza di areal bekas Kantor
gini> Bupati Agam yang terletak di dekat Jam Gadang Bukittinggi,
gini> sejauh ini masih belum menampakkan titik terang yang jelas.
gini> Namun pada dasarnya ketinggian daripada bangunan Plaza
gini> tersebut, tidak boleh melebihi setengah dari ketinggian Jam
gini> Gadang yang merupakan land mark Kota Bukittinggi.
gini> Kalau bangunan Plasa melebihi setengah Jam Gadang sudah barang
gini> tentu akan merusak pemandangan obyek wisata tersebut.
gini> Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Bukittinggi Ismet Amziz
gini> ketika ditemui wartawan koran ini diruang kerjanya Kamis (8/12)
gini> kemarin.
gini> Walaupun lokasi pembangunan Plaza Bukittinggi tersebut
gini> merupakan milik (aset) dari Pemerintahan Kabupaten Agam. Namun
gini> wilayahnya berada di daerah Kota Bukittinggi. Oleh karena itu
gini> pembangunannya juga harus disesuaikan dengan Rencana Umum Tata
gini> Ruang Kota (RUTRK) Kota Bukittinggi. Sebab dampak-dampak yang
gini> ditimbulkan dengan keberadaan Bukittinggi Plaza seperti dampak
gini> sosial yang mungkin timbul dikemudian hari nanti tentu saja
gini> Kota Bukittinggi yang akan merasakan akibatnya. Dalam hal ini
gini> sikap yang akan diambil Pemko adalah permasalahan ini akan
gini> dibicarakan kembali dengan pihak DPRD Agam, jelas Wakil
gini> Walikota.
gini> Pada dasarnya Pemko dengan DPRD Bukittinggi sepakat pembangunan
gini> Bukittinggi Plaza ketinggiannya tidak boleh melebihi setengah
gini> dari ketinggian Jam Gadang. Jadi dapat dikatakan bangunan
gini> Bukittinggi Plaza hanya boleh sebanyak tiga tingkat saja, sebab
gini> kalau empat tingkat tentu ketinggiannya akan menjadi
gini> tigaperempat (3/4) dari tinggi Jam Gadang.
gini> Namun dalam permasalahan ini kita juga harus satu persepsi
gini> dalam menterjemahkan pasar modern tersebut. Karena sebenarnya
gini> bangunan tersebut sifatnya hanyalah pusat pertokoan saja. Saat
gini> ini kita hanya latah saja dengan menyebutnya dengan plaza,
gini> ungkapnya.
gini> Menurut perjanjian awal bangunan itu sebetulnya, memilki dua
gini> buah basement yang akan diperuntukkan sebagai lahan parkir,
gini> Sebab saat ini Kota Bukittinggi masih saja mengalami krisi
gini> lahan parkir. Namun realita pembangunannya sekarang hanya
gini> dibangun satu basement saja. Menyikapi kondisi seperti ini,
gini> beberapa waktu lalu Walikota Bukittinggi telah mengirimkan
gini> surat resmi kepada pihak investor maupun kotraktor yang terkait
gini> dengan pembangunan Bukittinggi plaza.
gini> Dalam surat tersebut Pemko sekaligus menerangkan bahwa
gini> ketinggian bangunan tidak boleh lebih dari setengah tinggi Jam
gini> Gadang. Untuk itu saat ini kita (Pemko-red) sedang mencarikan
gini> solusi yang tepat, agar investor dan masyarakat sama-sama tidak
gini> merasa dirugikan. Pada pokoknya hal ini akan dibicarakan lagi
gini> dengan pihak investor dan kesepahaman akan dijemput kembali,
gini> jelas Ismet Amziz. (cr7)
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================