Keluarga Sakinah
Assalamualaikum.Warahmatullahiwabarakaatuhu
Saya yang menulis ini, bukanlah berarti diri saya dan
keluarga saya sudah sempurna. Tak ada manusia yang
sempurna didunia ini, hanya Allah yang maha sempurna.
Berdakwah dan saling menasehati baik untuk diri
sendiri, keluarga ataupun orang lain. Itulah makanya
dalam surat Al Asri dipakai kata-kata dalam
timbangan : Tafaaala , yakni watawaasau , bil
haqqi, watawaashaubisshabri. Yang berartikan Saling
menasehati, bukan menasehati seseorang, tapi ada kata
salingnya, betapa tepatnya susunan AlQuran.
Semua manusia pasti mendambakan hidup tenang dan
bahagia, penuh kasih sayang dan cinta kasih. Semua ini
bisa didapatkan bila antar pasangan saling mengetahui
hak dan kewajiban masing-masing sesuai dengan hukum
yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, saling
menghargai satu sama lain, saling menghormati, saling
menyayangi, saling mempercayai dan saling menjaga
kejujuran, saling pengertian dan saling bisa menerima
kekurangan dan kelebihan masing-masing pihak.
Bila hal diatas dapat kita jalankan dalam pribadi
masing-masing pasangan, insyaAllah keluarga langgeng
penuh mawaddah warahmah akan dapat kita rasakan.
Pasangan kita bagai pakaian terhadap kita. Fungsi
pakaian untuk menutupi aurat, menjaga kesehatan tubuh
dari sengatan matahari, juga untuk kecantikan. Maka
pasangan dalam hidup kita adalah untuk saling menutupi
aib masing-masing,, bukan sebaliknya semakin
berumahtangga semakin terbuka aib diri kita,
menjadikannya hiasan hidup dan keindahan mata, bukan
sebaliknya semakin jelek diri dipandangan mata orang
lain, sempit pergaulan, tempat kita berlindung dan
berteduh, bukan sebaliknya rumah bukan bagaikan surga,
tetapi bagai neraka, juga komunikasi tempat tukar
fikiran, mencurahkan segala isi hati dari segala macam
problematika kehidupan, saling berbagi rasa, duka dan
cita, bukan sebaliknya kedustaan yang timbul,
kecurigaan dan saling tuding menuding...
Sebaik-baik perhiasan didunia ini adalah wanita
shalihah/pria shalih.
Ada hal-hal yang kurang menjadi perhatian kita. Dari
Abi Hurairah rasulullah SAW bersabda : Salaasun
jidduhunna jiddun, wahazluhunna jiddun . Tiga hal
yang sungguh-sungguh itu menjadi benar ( sungguh2),
dan CANDA itu menjadi sungguh-sungguh.tiga hal itu
adalah : Nikah, Thalaq dan Ruju.(H.R At Tirmidzi ).
Bila seorang suami mengatakan pada istrinya : kalau
kamu keluar dari rumah ini, maka jatuh talak untukmu,
atau jika kamu begini..dan begitu..maka jatuh talaqku
. Maka apabila sang istri melakukan apa yang
disyaratkan suaminya tadi, ia keluar rumah atau
melakukan apa yang disyatratkan suaminya tadi, maka
jatuhlah talak padanya. Maka hati-hati dalam masalah
semacam ini, walau bentuknya canda sekalipun, karena
pernikahan adalah suatu hal yang sangat sacral, tidak
boleh dipermain-mainkan.
Betapa banyak diantara kita yang menikah tak tahu
hukum menikah atau perceraian. Betapa banyaknya kita
mengatakan orang berzina, sementara dalam RT kita
sendiri kitapun bisa berzina. Dimana tatkala sang
istri telah dicerai baik dengan syarat, atau
terang-terangan, dan sebagainya, tanpa terucapkan kata
rujuk kembali kita telah saling berhubungan layaknya
suami istri, padahal itu tidaklah sah. Kita dinamakan
berzina juga, tetapi zina didalam kelambu yaitu zina
dirumah sendiri, sementara orang lain kebanyakan
dinamakan zina disemak belukar.
Tapi amat disayangkan jarang ada yang menyadari hal
semacam ini, sehingga tanpa kita sadari dan kita
sengaja dari hasil hubungan semacam inipun jika lahir
janin, maka anaknya lahir dari suatu ikatan yang tidak
sah, walaupun kakak abang nya lahir dengan ikatan yang
sah, dikarenakan telah bercerai dan tanpa ada kata
rujuk kembali sang pasangan tak mengetahui hukum
mereka melakukan hubungan suami istri sebagaimana
biasa. Begitupun dengan mereka yang telah talaq tiga,
tidak menyadari akan hal ini. Suatu hal yang sering
terjadi namun tak disadari kebanyakan kita masyarakat,
terutama masyarakat awam dalam masalah agama.
Wasiat ummu Muasyirah pada anaknya tatkala malam
pernikahan :
Wahai anakku : Bersiap-siaplah engkau pada kehidupanmu
yang baru.
Jadilah engkau istri baginya dan ibu untuknya.
Jadikanlah dirimu menjadi tempat tumpuan disegala
hidupnya, seakan-akan engkaulah segala-galanya dalam
hidupnya, dunianya.
Ingatlah selalu bahwa setiap lelaki kecil ataupun
besar lelaki itu, seringan-ringan perkataan yang harus
engkau fahami adalah bahwa jangan jadikan dirinya
merasa dengan perkawinannya padamu engkau
haramkan/jauhkan seluruh keluarganya. Perasaan ini
biarkanlah tumbuh dari dirinya, jangan dari dirimu,
karena sesungguhnya ia telah meninggalkan rumah dan
keluarganya hanya karenamu, keadaannya sama dengan
keadaanmu yang sama-sama telah meninggalkan keluarga
dan rumah kalian, perbedaannya kamu perempuan ia
lelaki.
Biasanya perempuan lebih lengket pada keluarganya,
tapi biasakanlah dirimu akan kehidupan baru ini,
jangan kau bebani suamimu menanggung beban keluargamu,
dan menjadi tanggungjawabnya.
Wahai anakku, inilah kehidupanmu hari ini dan masa
depan. Ayah dan Ibumu adalah masa lalu. Bukan aku
mengatakan lupakan kami ayah. Ibu dan
saudara-saudaramu, karena bagaimanapun keluargamu tak
akan pernah melupakanmu. Bagaimana seorang ibu bisa
melupakan anak buah hatinya, tetapi aku meminta padamu
cintailah ia, hiduplah bersamanya dan bahagiakanlah
hidupmu dan hidupnya bersama-sama.
Akhir kalam : Ketahuilah wahai para suami, para istri
Penikahan adalah suatu hal yang sacral,
sebelum/sesudah menikah hendaknya masing-masing tahu
apa hak-hak dan apa kewajiban masing-masing
pihak.islam telah menetapkan dan mengajarkan semua itu
tak ada satu pasanganpun akan didzalimi, karena hukum
Allah sangat adil.
Mari kita membahas satu ayat surah Ar Rum.
Wamin aayaatihii an KHALAQA lakum MIN ANFUSIKUM
AZWAAZAN LITASKUNUU ilaihaa, wa JAALA bainakum
MAWADDATAN wa rahmatan, innaafiidzaalikaa
laayaatilliqawmiiyatafaqqaruun .
Bunyi artinya begini :
Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya, ialah yang
menciptakan untuk kamu istri-istri dari jenis kamu
sendiri, supaya kamu cenderung dan tentram bersamanya,
dan dijadikannya diantara kamu kasih sayang,
sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berfikir .
Sengaja saya memperbesar huruf yang ditebalkan diatas,
karena inilah yang akan saya jelaskan akan mukjizat
kata yang disampaikan oleh Allah SWT.
Perlu kita ketahui, bahwa kata kata khalaqa dan
jaala , berartikan sama-sama menciptakan, atau
menjadikan .
Tetapi mengapa pada ayat diatas tatkala Allah
mengatakan menciptakan/menjadikan manusia, memakai
kata Khalaqa, sedangkan ayat selanjutnya pada ayat
diatas juga, tatkala mengatakan menjadikan diantara
kamu , memakai kata Jaala , bukankah kedua arti
diatas sama-sama berartikan menjadikan..?.
Coba kita lihat, betapa telitinya Allah dalam
memasangkan kata perkata sesuai dengan maknanya yang
terkandung.
Didalam AlQuran, pemakaian kata diatas berbeda untuk
setiap maknanya, setiap kata khalaqa , maka disana
semata-mata Allah saja yang menciptakannya, tanpa ada
campur tangan makhluk lain, sementara bila kata
jaala, maka ada campur tangan makhluk lain
didalamnya(silahkan diteliti dua kata tersebut dalam
ayat-ayat Allah dan renungkan kedalaman isinya).
Pada kata pertama dalam ayat diatas, Allah mengatakan
menciptakan manusia. Jadi benar-benar Allah yang
menciptakan manusia itu tanpa ada campur tangan
makhluk lainnya, sementara pada kata kedua dipakai
kata jaala.Dan menjadikan diantara kamu cinta dan
kasih sayang.
Ini bermaknakan, bahwa dalam menciptakan atau
menjadikan pernikahan itu menjadi sebuah cinta dan
kasih sayang, bukan hanya Allah saja yang
menentukannya, tapi atas usaha kedua belah pihak,
suami dan istri. Allah memang sudah menjanjikan pada
kita dengan adanya pernikahan, maka terciptalah
ketenangan, kasih sayang dan cinta, namun semua itu
tidak akan mungkin tercapai tanpa usaha kedua belah
pihak, tidak akan tercapai tujuan pernikahan untuk
menuju ketenangan jiwa cinta dan kasih sayang, tanpa
usaha dari kedua belah pihak. Itulah sebabnya Allah
memakai kata Jaala, bukan khalaqa, subhanallah !
Ini pertama, mukjizat kata dalam AlQuran.
Kedua : dalam ayat diatas Allah mengatakan : dan
dari tanda-tanda kekuasaannya Allah menciptakan DARI
JENIS KAMU SENDIRI . Lha,..kenapa Allah mengatakan
menciptakan kita manusia dari jenis kita sendiri,
bukankah kita tercipta dari turab(tanah), setetes air
mani.
Maknanya sangat dalam sekali, karena ini diberikan
tepat dalam nasehat pernikahan. Ayat ini bermaknakan
makna majazi, atau kiasan, bukan kita tercipta dari
manusia juga, bukan..bukan itu maksudnya. Tetapi ayat
ini mengandung makna bahwa Pasangan-pasangan kita,
istri kita yang telah kita nikahi itu, pada hakikatnya
kita mempergauli istri kita sebagaimana mepergauli
diri kita sendiri MIN ANFUSIKUM.
Jadi..maknanya, pergaulilah para istri kamu
sebagaimana kamu mempergauli dirimu sendiri, cintailah
pasangan kita sebagaimana mencintai diri kita sendiri.
Bila kita mencintai pasangan kita, pada hakikatnya
kita mencintai diri kita sendiri, begitupun
sebaliknya, bila kita menyakiti pasangan kita, berarti
kita menyakiti diri kita sendiri. Subhanallah, makna
yang cukup dalam, namun jarang diantara kita
memahaminya secara teliti akan kandungan kata yang
tersirat dalam AlQuran yang banyak memiliki
mutiara-mutiara.
Ketiga : Sekarang kita lihat kata AZWAAJAN .
Lha,.koq Allah memakai kata-kata Azwaajan (para
istri-istri kamu). Bukankah jama, atau plural dari
kata zaujatan(istri) adalah Jauzaatun ., bukan
azwaajan , Azwaajan ini adalah jamak dari
zaujun(suami) : Allah menciptakan kamu wahai para
suami akan istri-istri dari diri kamu sendiri .
Kenapa disaat mengatakan para istri Allah memakai kata
Azwaajan, bukan zaujaatun?.
Ini menandakan bahwa dalam hal suami istri , ada
saling keterkaitan antara sesama pasangan, dan Allah
memang menciptakan didunia ini secara
berpasang-pasangan. Ada siang-ada malam, ada jelek,
ada buruk, ada malas ada rajin, ada lelaki ada
perempuan dsbgnya. Dan seringnya didalam AlQuran kata
zaujun, inipun berartikan istri juga. Coba lihat
surah AlBaqarah ayat 35 : Waqulnaa yaa Aadamuskun
anta wazaujukaljannata .. Dipakai kata WAZAUJUKA ,
bukan WAZAUJATUKA, bukankah Zaujun= suami,
zaujatu=istri? Koq pada ayat diatas dipakai kata
zaujun juga sementara artinya istri..?, ini menandakan
bahwa seringnya dalam AlQuran memakai kata istri
dengan zaujun, salah sat maknanya, agar sang istri
mengerti benar posisinya atas suaminya bagaimana. Juga
adanya keterkaitan pasangan satu sama lain, yaitu
sama-sama.
Bukankah Allah sudah berfirman : Arrijaalu
qawwaamuuna alannisaa? ( lelaki itu adalah pemimpin
kaum wanita. Jadi bagaimanapun tingginya pangkat,
jabatan, titel dan sekolah kamu wahai kaum istri,
tetaplah yang menjadi pemimpin RT itu adalah para
suami.
Namun ini bukan berarti seorang suami harus bertindak
semena-mena, karena dalam ayat lain disebutkan
bagaimana mempergauli istri dengan maruf
Waasyiruuhunnaa bilmaruuf . Kenapa Allah memakai
kata maruuf, bukan billainin(dengan lembut), atau
bikhairin(dengan baik), atau baliighan(
qawlannbaliighan, perkataan yang cerdas dalam
penyampaian), tetapi Allah memakai kata maruuf?
Dalam bahasa Arab, kata marufini jauh lebih dalam
maknanya ketimbang khairun. Kata maruf ini jauh
lebih baik dan lebih sempurna, baik maruf dalam
perbuatan, perkataan, tingkah laku dan kerdipan mata
segala-galanya, baik dalam mempergaulinya ketika
berhubungan intim, ketika meminta tolong, ketika
memberi nafkah , ketika mengajari dan menasehatinya
dan lain-lainnya. Berat bukan tugas seorang suami
terhadap sang istri? Jadi jangan cepat sedih dan
gulana dulu wahai kaum istri, karena yang dipilih
untuk pemimpin dalam RT adalah suami? Jangan..Allah
memberi kelebihan lain bagi kita kaum istri, yang mana
tidak diberikan pada kaum suami. Kita disuruh patuh
pada suami, dan suami disuruh mempergauli istri
dengan maruf.
Dalam hadist disebutkan : Masing-masing kamu
pemimpin, dan setiap pemimpin ditanya akan yang
dipimpinnya, dan perempuan adalah pemimpin dalam
urusan dalam negeri RT nya , maka jagalah anak-anak
kita, harta suami kita dan sebagainya, karena tugas
kitalah yang mengatur dalam belanja sehari-hari,
aturlah biaya belanja yang telah diserahkan oleh suami
kita dengan baik, jangan difoya-foyakan,
pandai-pandailah memanage keuangan. Seorang wanita
yang tidak pandai mengatur belanja RTk, mka akan
hancurlah RT tersebut, akan cepat jatuh miskin, syukur
jatuh miskin, kalau jatuh tapai yang lembek itu
bagaimana, yah..penyet , atau remuk kayak kerupuk
donk..?
Keempat : Litaskunuu ilaihaa . Agar kamu mendapat
ketenangan bersamanya. Kata Litaskunuu berasal dari
akar kata sakana, yang artinya tempat tinggal,
atautempat berdiam. Namun arti diatas lebih condong
kepada ketenangan dalam hal sexual. Kenapa demikian?
Karena pada ayat selanjutnya disebutkan Waddah dan
rahmah cinta dan kasih sayang. Jadi dalam hal ini
diharapkan para suami sebelum menikah sulit untuk
melampiaskan nafsunya entah kemana, maka istrilah
satu-satunya jalan pemecahannya.
Kelima : Kata mwaddah, sering diartikan orang rasa
cinta. Kalau kita tilik, atau kita tinjau makna
sebenarnya kata mawaddah itu jauh lebih dalam lagi
dari cinta. Mawaddah itu bisa berartikan suatu
keluasan, lapangan yang luas. Kenapa Allah memakai
kata mawaddah ini..?
Allah mengajak para pasangan masing-masing agar
masing-masing pasangan selalu berlapang dada. Positive
thinking terhadap pasangan, terimalah segala kelebihan
dan kekurangan pasangan kita.
Dalam melabuhi lautan luas, maka kapal akan menghadapi
gelombang. Dalam hal ini perlulah kiranya
masing-masing pasangan memakai rumus sejati yaitu :
Asaa antakrahuu syaian, wayajalallaahu fiihi khairan
katsiira, waasaa antuhibbu syaian, wayajalallaahu
fiihi sarran katsiira , Bisa jadi apa-apa yang kamu
bencii itu, Allah menjadikan padanya segudang
kebaikan, dan bisa jadi apa yang kamu cintai ini,
Allah menjadikan dari dalam dirinya kejahatan yang
banyak .
Dalam literature Atsarpun, yang bagi ulama sudah
dikatakan hadist, karena periwayatannya yang shahih,
bahwa Cintailah kekasihmu sedang-sedang saja, bisa
jadi kelak ia menjadi musuhmu kelak, dan benciilah
musuhmu seadanya, bisa jadi ia menjadi kekasihmu suatu
saat kelak .
Terakhir Allah menutup ayatnya dengan kata
Liyatafakkarun , agar kamu berfikir dan merenungi.
Alam setiap ayat apapun pasti Allah menutupnya dengan
kata yang sesuai dengan ayat yang disebutkan. Ketika
mewajibkan puasa, maka ditutup dengan agar kamu
bertaqwa , maka dalam ayat pernikahan ini ditutup
dengan kata Agar kamu berfikir, merenungi betapa
maknanya cukup tinggi yang perlu untuk direnungi
bersama-sama, karena RT adalah salah satu cara
menggapai syurga.
Seseorang bisa masuk neraka, dan bisa masuk syurga
karena ini. Renungilah wahai kita semua, tidak gampang
dalam membina mahligai rumahtangga yang damai, tentram
dan bahagia itu. Sebelum berumahtangga, maka lihat
dulu niat kita apa, apakah hanya semata-mata untuk
urusan biologis saja, atau untuk kesenangan duniawi
saja,.? Tidak,.niatkanlah untuk mencapai kebahagiaan
dunia dan akhirat. Pilihlah pasangan yang
sebaik-baiknya. Itu sangat penting. Lihatlah agamanya,
sebagaimana pada ulasan kita yang pertama sekali dalam
topik pembicaraan kita mengenai menjadi ayah yang
baik.
Kemudian dalamilah wahai semua pasangan, untuk
mencapai kebahagiaan , cinta dan sayang itu, adalah
usaha kedua belah pihak, bukan hanya sepihak saja.
Fahamilah hak-hak dan kewajiban masing-masing pasangan
yang sudah ditetapkan oleh agama kita islam yang
mulia. Semua tuntunan rincian ini banyak tercantum
dalam hadist rasulullah SAW.
Wassalam. Kairo 18 July 2005 Rahima
__________________________________________
Yahoo! DSL Something to write home about.
Just $16.99/mo. or less.
dsl.yahoo.com
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================