Assalamu'alaikum...
   
  Iko ado tanggapan seorang kawan yang saya copy kan ke sini sehubungan dengan 
formalin ini. 
   
  Rika
  Osaka
   
  
-------------------------------------------------------------------------------------------------
   
    Formalin, biasanya digunakan para Kremator untuk mengawetkan mayat. Cak 
Saifur (seorg teman juga, red) juga menggunakannya untuk ngecek DNA atau RNAnya 
(hybridization) sudah terpotong oleh restriksi enzym yang di-DIGEST-kan. 
Nelayan Indonesia, untuk ikannya agar pengeluaran lebih kecil dari pemasukkan.
   
  Formalin merupakan campuran 37% gas formaldehide yang dilarutkan dalam air. 
Dan untuk membunuh parasit ikan (hidup) di Aquaculture dengan penambahan 10-15% 
metanol. Dan ikannya bisa dimakan setelah diberikan larutan diatas, tentunya 
sesuai dosis yang dianjurkan WHO. Formalin terbukti manjur untuk membunuh 
parasit ikan hidup dan tidak mempengaruhi organ dalam.
   
  Masalahnya, mengapa formalin jadi beracun....?? tentunya harus tahu sifatnya, 
dimana toksisitas formalin bertambah pada suhu yang tinggi melebihi 21oC.
   
  Karena masuk dalam zat additive: (1) tentunya berefek jangka panjang bila 
digunakan di makanan seperti mie, tahu dll.
   
  (2) apakah direkomendasi digunakan ke ikan pingsan/mati..??, sebab 
dinegara-negara maju biasanya untuk ikan/hewan yang masih hidup dan terjual 
bebas.Tentunya ada cara penggunaan formalin dilabelnya, kecuali formalin 
oplosan yang dijual dipasar.
   
  Logikanya, Formalin digunakan ke ikan mati kita tidak tahu itu beracun atau 
tidak. Formalin yang dimasukan dikolam/diberikan ke hewan dan ikan/hewannya 
masih hidup berarti dagingnya bisa dimakan. Kalau mati ya beracun, efeknya 
sampai kapan terasa..?? tidak tahu. Semakin banyak yang dimakan semakin cepat 
effectnya dan semakin banyak parasitoid dalam lambung kita yang kebal dan non 
parasit yang mati, terlepas dari reaksi yang katanya menjadi CO2. Padahal kalau 
kita kebanyakan CO2 akan masuk angin, kalau terus-terusan masuk angin bisa 
sakit..??
   
  Kalau membaca tulisan dibawah (yang diposting ttg Formalin tidak 
berbahaya??),, formalin diserap dan dinetralisir dalam darah kemudian dilepas 
dalam bentuk CO2 via pernafasan (choto aneh) . Apakah formalin itu nggak 
didegradasi oleh microbia/enzim dalam lambung dan menghasilkan CO2..yaa...??.
   
  Akhirnya: alangkah baiknya bila kita memakan makanan bebas zat aditive. 
   
   
  Wassalam
   
   




                
---------------------------------
Yahoo! Photos
 Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, 
whatever.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke