--- Ahmad Ridha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Bismillahirrahmaanirrahiim, > Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuhu. Selamat dik Ridha. Sekali berjalan dua tiga pulau terlalui.Bisa belajar, kerja dan menuntut ilmu khusus bahasa Arab disana. Uni do'akan semua berjalan dengan lancar. > > Sebelumnya mohon maaf karena posting ini tidak > terkait langsung dengan > ranah Minang. > > Adakah yang mengetahui kelanjutan masalah tenaga > kerja Indonesia yang > dipersulit ketika berangkat ke Qatar? Mungkin ada > Mamak, Uda atau Uni > yang dapat memberikan informasi lebih jelas mengenai > rekomendasi > Depnakertrans ini? Biasanya imigrasi atau penerbangan Indonesia, atau kedutaan negara yang akan kita kunjungi yang akan mennayakan ini dan itu kekita yang akan berangkat. > > Kebetulan insyaa Allah saya akan berangkat ke Arab > Saudi awal Februari > ini untuk melanjutkan studi di KFUPM. Visa yang > digunakan adalah visa > kerja karena saya akan merangkap sebagai Research > Assistant di sana. > Ketika saya mengambil tiket di Saudi Airlines siang > tadi, saya > disarankan untuk mengurus rekomendasi itu di Kantor > Depnakertrans di Jl. > Pengantin Ali No. 17 Ciracas - Kp. Rambutan. > Disebutkan juga biayanya > sekitar 60 US$. Apakah benar diperlukan? Ada baiknya diurus dik Ridha agar tidak mendapatkan kesulitan kelak disaat akan berangkat. Tetapi pada hakikatnya terkadang surat menyurat semacam ini, tidak ditanyakan(tergantung sikon penerbangannya, kadang ditanya, kadang bebas saja). Soal pembayaran uni tidak tahu pasti, karena itu berkaitan dengan ketenagakerjaan, mungkin beda bila kita berangkat dengan visa turis, visa study, atau kerja. Lebih mudah turis, ketika nyampai dinegara setempat bisa diurus visa selanjutnya apa yang kita miliki dinegara itu, belajar atau kerja.(ini kalau di Mesir, rata-rata mahasiswa visa turis pada mulanya, kemudian berubah menjadi visa study). Kalau visa study, maka akan lebih berurusan lagi dengan DEPDIKNAS.Dan itu yang sedang dik Ridha urus juga.gampang-gampang sulit memang urusan dengan birokrasi di Indonesia. Sabar aja, mengalah selangkah demi mencapai beribu-ribu langkah kemenangan. Itu saja dulu. Wassalam. Uni. Rahima. > > Saat ini paspor dinas (paspor biru) dan surat izin > dari Sekretariat > Negara untuk tugas belajar saya sedang diurus dan > sepertinya sih dengan > itu urusannya bisa lebih mudah. Namun saya khawatir > jika ternyata > dokumen tersebut belum selesai nanti malah kesulitan > dalam keberangkatan > nanti. Sejauh ini saya menggunakan paspor perjalanan > (paspor hijau) > untuk pengurusan. > > Sekalian mohon do'a restu agar perjalanan saya dapat > lancar. > > Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, > > -- > Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim > (l. 1980M/1400H) > > > > -------------------------------------------------------------- > Website: http://www.rantaunet.org > ========================================================= > Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi > keanggotaan anda, silahkan ke: > http://rantaunet.org/palanta-setting > -------------------------------------------------------------- > UNTUK DIPERHATIKAN: > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika > melakukan Reply > - Besar posting maksimum 100 KB > - Mengirim attachment ditolak oleh sistem > ========================================================= > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

