Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Alhamdulillah, ambo raso SBY mangecek tulus tentang nagari, masyarakat
dan pemimpin Minang ko, dan bukan terhipnotis dek keindahan alamnyo,
baik budi dan islami masyarakatnyo, mudah2an kini tingga dek masyarakaik
awak lai, kesungguhan dan niek, karano pamimpin local dan dunia alah
mulai malirik, siako dan baa jenis urang minang ko, ruponyo permato yang
masih didalam tanah, mangapik daun kunyik????.
Wassalam, syb.
Sumbar Dapat Rahmat
* Setelah Suksesnya Pertemuan Bilateral Indonesia-Malaysia
Sabtu, 14-Januari-2006, 04:10:30 71 clicks
Bukittinggi, Padek-Sukses penyelenggaraan Pertemuan Bilateral Presiden,
Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Malaysia, Abdullah
Badawi di Kota Bukittinggi, seolah membawa rahmat bagi Sumatera Barat.
Hal itu, setidaknya terungkap dari apresiasi luar biasa disampaikan
Presiden SBY, bahwa pihaknya akan memberikan perhatian besar bagi
peningkatan pembangunan serta peningkatan pertumbuhan ekonomi Sumatera
Barat.
"Saya minta Gubernur Sumbar dengan tokoh-tokoh masyarakatnya tiga bulan
ke depan, dapat mempresentasikan kepada saya di Jakarta, berbagai
program pembangunan dan program pengembangan investasi yang telah
dirancang bersama masyarakat, baik dalam konteks regional maupun
nasional.
Insya Allah saya akan bantu mengkomunikasikan dengan semua pihak,
khususnya para kepala negara di dunia agar mereka dapat memberikan
perhatian dan bantuan lebih luas untuk Sumatera Barat," ujar presiden
SBY dihadapan Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi serta pengurus PWI Sumbar,
pada acara silaturahmi yang dipandu Pemimpin Umum Singgalang Basril
Djabar di ruang pertemuan Istana Negara Triarga, Bukittinggi, Jumat
(13/1) sore, kemarin.
Di mata SBY, Sumatera Barat adalah inspirasi Indonesia. Banyak
putra-putri Ranah Minang telah mengisi pusat keunggulan di negeri ini.
Sederet nama seperti Bung Hatta, Syahrir, Agus Salim, Natsir, HAMKA
serta sejumlah nama lain, termasuk para sastrawan terkenal, di antaranya
Ismail Marzuki ataupun Taufiq Ismail, yang lahir di Sumatera Barat,
sumbangsihnya telah terukir dalam perjalanan sejarah bangsa.
"Inilah antara lain, yang mendorong saya memberikan perhatian khusus
mengapa penyelenggaraan pertemuan Bilateral Indonesia-Malaysia di
Bukittinggi. Bahwa, negara ini telah "berhutang" kepada masyarakat
Sumatera Barat yang telah menyumbangkan putra-putri terbaiknya selama
ini.
Dan, kini saatnya potensi-potensi Sumatera Barat bangkit dan berkembang
lebih pesat lagi di segala bidang, baik dalam konteks pembangunan
infrastruktur untuk pengembangan wilayah, maupun investasi mendorong
tumbuhnya perekonomian rakyat. Tanpa basa-basi, dihadapan Gubernur
Gamawan dan Wakil Ketua DPD-RI Irman Gusman yang hadir, dan berperan
mewadahi dialog dan silaturahmi itu, Presiden SBY menyatakan optimisnya
Sumatera Barat akan gemilang beberapa tahun ke depan.
"Gubernurnya cerdas, cekatan dan jago dalam memenej dalam mengatasi
persoalan. Saya sudah buktikan ketika musibah meletusnya Gunung Talang.
Apa yang dilakukan Gubernur Gamawan, ketika masih menjabat Bupati Solok
itu, saya jadikan model di tingkat nasional," tegas SBY dalam dialog
yang berjalan sangat akrab dan komunikatif itu. Dalam catatan SBY,
Sumatera Barat memiliki sejumlah potensi dengan keunggulan komparatif.
Dimulai dari kehidupan beragamanya yang kuat, adat istiadatnya yang
spesifik, ini bergandeng dengan keramahtamahan masyarakat. Begitu juga
keindahan alamnya, seperti pantai, danau dan gunung. Selanjutnya,
industri rumah tangga, baik handicraf, songket dan sejenisnya yang
berkualitas tinggi.
"Saya dengar para tamu dari Malaysia dan Jakarta memborong habis produk
home industry masyarakat Minang itu. Termasuk istri saya juga
membelinya, dan saya lihat kualitasnya bagus. Saatnya Sumatera Barat
membangun pusat kegiatan wisatawan yang betul-betul lengkap, dengan
Rumah Gadang sebagai representasinya. Sebab, makin banyak turis yang
datang, itu pertanda perekonomian yang menyentuh rakyat kecil semakin
menggeliat. Bangunlah masa depan Sumbar dengan mengundang orang datang
berkunjung ke daerah ini," tutur SBY.
Ia menyebutkan pula, keinginan untuk datang ke Bukittinggi sudah sejak
lama. "Sejak masih menjabat Pangdam Sriwijaya kerinduan itu. Namun, hari
ini baru kesampaian, dan saya betul-betul menikmatinya. Bahkan, sampai
empat hari, dan saya juga dapat bertemu dengan masyarakatnya yang ramah
dan taat beragama di masjid dan di pasar," imbuh SBY.
Dalam perspektif lain, Presiden juga memahami spirit otonomi yang kini
mekar di provinsi, kabupaten dan kota. Terhadap daerah yang memiliki
kreativitas, inovasi untuk bekerjasama dengan luar negari peluang dibuka
seluas-luasnya. Seandainya ada pihak-pihak yang mempersulit, misalnya
jajaran kabinet, beri tahu presiden, atau paling tidak kirim tembusan.
Saya akan disposisi ke menteri yang bersangkutan agar dibantu dan
dituntaskan. Begitupun terhadap aturan yang menghambat di pusat , kita
akan segera ubah. Pokoknya, demi kepentingan rakyat, peraturan apapun
bisa diubah, bahkan diganti," janji Presiden SBY.
Beberapa penekanan lain dalam kepemimpinanya agar Indonesia selamat, SBY
menyebut bahwa daya saing harus tumbuh di negeri ini. Untuk itu,
pertama, diperlukan pendidikan yang tepat dan benar. Kedua, membangun
tata pemerintahan yang bersih. Keduanya, merupakan kebutuhan kembar.
Selanjutnya digarisbawahi pula, bahwa lingkar pembangunan yang baik,
efisien, responsif dan bertanggung jawab.
Menyangkut korupsi, secara tegas SBY menyatakan tidak bisa main-main.
Karena korupsi merupakan penghancur semua dimensi kemanusiaan. Dalam
pengumuman Transparansi Internasional akhir tahun 2005, dari survei yang
dilakukan pada 64 negara, tercatat 6 negara yang berkurang kejahatan
korupsi, satu di antaranya Indonesia. Ini jelas sesuatu yang
membanggakan dikaitkan dengan perkembangan corruption index.
"Setiap tahun tercatat 65 pejabat negara yang kita keluarkan izin karena
terlibat korupsi, termasuk sejumlah anggota DPRD. Bagi saya yang salah
harus menerima sanksi, yang sudah terbukti harus menerima hukuman, namun
yang tidak bersalah wajib direhabilitisi nama baiknya. Ini, menurut saya
yang adil," tegas SBY yang didampingi jubir kepresidenan Andi
Mallarangeng dan staf khusus, Kurdi.
Para tokoh pers Sumbar yang berdiskusi dengan Presiden selama satu
setengah jam, dan tercatat paling lama temu presiden dengan pers itu, H
Basril Djabar (Pemimpin Umum Singgalang), St Zaili Asril (Pemimpin Umum
Padang Ekspres), Hasril Chaniago (Pemimpin Redaksi Mimbar Minang),
Darlis Syofyan (Pemipin Redaksi Singgalang), WiztianYoetri (Pemimpin
Redaksi Padang Ekspres), Oktaveri (Pemimpin Redaksi Posmetro Padang),
sedangkan dari PWI Sumbar M Mufti Syarfie (Ketua), Basril Basyar (Wakil
Ketua) dan Khairul Jasmi (Sekretaris).
Seluruh pertanyaan yang disampaikan dalam pertemuan ini, dijawab dengan
tuntas, elegan dan sangat santun oleh Presiden SBY. Pertemuan pers
Sumatera Barat dengan seorang Presiden di republik ini, adalah yang
pertama kali. "Ini jelas, wujud keterbukaan dan komitmen kerakyatan yang
luar biasa dari pemimpin rakyat," ujar Basril Djabar ketika menyampaikan
sambutan penutup diskusi dan silaturahmi itu. (Tim Padek)
Berita Terkait...
Badawi: Tingkatkan Investment Syarikat Usaha di Indonesia
Syarikat Malaysia Harapkan Tranparansi
Mutiara
QS: Huud: 93
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir
sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. QS:
Huud: 93
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================