Assalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu.

Sebuah Artikel dari Ustadz HMNA.Nur Abdurrahman ulama
kondangan di Sulawesi.
Kehidupan dunia dizaman sekarang ini banyak menuntut
hak wanita sering berlebihan dari semestinya, dengan
suatu alasan emansipasi wanita. Kalau perempuan tidak
bekerja diluar rumah, hanya bertugas di rumah saja
mencuci gosok, jaga anak, seakan-akan dipandang
rendah. Naudzubillahimindzalik.

 Ketaatan pada suami seakan bumerang bagi
perempuan.Padahal semua perintah dan larangan tertuju
khusus kepada perempuan itu semuanya berasal dari
Allah dan RasulNya, bukan dari siapa-siapa.

Yah...tidak heran, bukankah Rasulullah sendiri sudah
mengingatkan kepada kita dengan perkataannya : "
Sangat sedikit kamu kaum perempuan yang mau
mengakui(apalagi melaksanakannya, mengakui saja
susah), akan perintah dan larangan Allah ini untuk
taat pada suami".

Tidak salah kalau begitu sabda Rasulullah lagi :
"Penghuni neraka yang paling banyak adalah
perempuan".(H.R Bukhari).

Kapankah bangsa ini akan maju. Kenapa standar kemajuan
selalu dinilai dimata manusia dari sisi material dan
kebendaan, pangkat dan jabatan.

Saya telah memiliki segala yang saya inginkan, mobil
punya, rumah punya,harta,jabatan punya, suami dan
anak-anak yang cakep-cakep sudah punya. Tetapi saya
selalu berfikir, semua itu tiada artinya bila
anak-anak, suami harta jabatan, kekayaan lebih saya
cintai ketimbang mencintai Allah dan RasulNya,
mematuhi semua perintah dan laranganNya. Baik dari
sisi berpakaian, bermuamalah sesama, menolong fakir
miskin dengan harta itu, tidak pelit, beribadah wajib
untuk Allah, karena saya tahu semua yang kita miliki
hanyalah berupa cobaan dan pinjaman belaka.

Wassalam. Rahima(36thn).

BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar] 
710. Perempuan Berjihad yang Bersih dari Genderisme. 

Apabila disebut perkataan 'jihad', apakah yang
terlintas di dalam pikiran kita? Serta-merta tergambar
kesungguhan berkorban yang akan menimbulkan semangat
berjuang hingga ke tetesan darah yang terakhir!
Semangat ini memang baik dan perlu dipupuk bertepatan
dengan ketetapan Islam serta kehendak Allah SWT.

Menurut arti bahasa (lughawi), jihad adalah
bersungguh-sungguh. Jahada filamri, artinya berusaha
dengan sungguh-sungguh. Dengan mendasarkan pada
pengertian bahasa tersebut, oleh sebagian tokoh agama
dan intelektual, kata jihad diimplementasikan dalam
banyak aspek. Maka, menurut mereka, semua kegiatan
kebaikan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh adalah
jihad. Menuntut ilmu, bekerja, atau berbagai kegiatan
lain, bila dilakukan secara sungguh-sungguh dan
bertujuan baik semua adalah jihad. Tetapi, jihad tidak
boleh dibatasi pengertiannya hanya menurut arti bahasa
saja. Karena di samping arti bahasa, jihad juga
memiliki makna yang digali dari nash-nash syar'i yang
menjelaskan tentang perintah jihad. Berdasarkan
pengertian menurut Syari'ah (syar'i) jihad memiliki
arti spesifik, yaitu : "qitaalu lkuffaari fiy
sabiyliLlahi li i'lai kalimatiLlahi", yaitu memerangi
orang-orang kafir di jalan Allah dalam rangka
meninggikan kalimat Allah (Islam). Jadi, jihad adalah
mengangkat senjata untuk melawan atau memerangi
orang-orang kafir, dalam rangka membela kehormatan
Islam dan kaum Muslimin. Demikianlah menurut definisi
yang syar'i, jihad ialah mengerahkan tenaga untuk
mempertahankan/membela Islam dan kaum Muslimin, bagi
mencapai keredaaan Allah. Dari sini nanti akan
terbentuk sebuah masyarakat Islam dan seterusnya akan
terbina negara Islam yang sehat. Jihad mesti
berterusan hingga ke hari qiamat. Martabat jihad yang
paling rendah ialah jihad di dalam hati dan yang
paling tinggi ialah berperang di atas jalan Allah.
Mengorbankan waktu, harta dan kepentingan diri sendiri
demi kebaikan Islam serta ummatnya juga adalah jihad.
Begitu juga dengan menyeru kearah kebaikan dan
mencegah kemungkaran (amar ma'ruf nahyi munkar) serta
memperjelaskan hakikat Tawhid (keEsaaan Allah) juga
merupakan sebahagian daripada jihad.

Bagimanakah kedudukan perempuan dalam jihad yang
bersih dari Genderisme?
Jawaban atas pertanyaan ini mesti benar-benar difahami
supaya sumbangan kita dalam jihad akan menguntungkan
Islam. Oleh karena itu, kita perlu menyingkap kembali
lembaran sejarah Rasulullah SAW untuk mengambil
iktibar tentang persoalan jihad  bagi kaum perempuan.
Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan Ath-Thabrani, pada
suatu hari seorang perempuan bernama Zainab yang
bergelar Khatibatin-nisa' (seorang tokoh perempuan
yang pintar berpidato) datang menemui Rasulullah SAW
lalu berkata: "Aku telah diutus oleh kaum perempuan
kepada engkau. Jihad yang diwajibkan oleh Allah ke
atas kaum lelaki itu, jika mereka luka parah, mereka
mendapat pahala. Dan jika mereka gugur pula, mereka
hidup disisi Allah dengan mendapat rezeki. Manakala
kami kaum perempuan, sering membantu mereka. Maka
apakah pula balasan kami untuk semua itu?"
Bersabda Rasulullah SAW: "Sampaikanlah kepada barang
siapa yang engkau temui daripada kaum perempuan,
bahawasanya taat kepada suami serta mengakui haknya
adalah menyamai pahala orang yang berjihad pada jalan
Allah, tetapi adalah sangat sedikit sekali daripada
golongan kamu yang dapat melakukan demikian."

Pada dasarnya, kaum perempuan disamakan dengan kaum
lelaki dalam tanggungjawab agama samada mengenai
aqidah, ibadah dan muamalah, kecuali tanggungjawab
yang khusus yang sesuai dengan fitrah (nature) kaum
perempuan. Begitu juga dengan tanggungjawab jihad yang
diwajibkan kepada kaum lelaki tidak diwajibkan kepada
kaum perempuan. Seandainya kaum perempuan berupaya
pergi bersama-sama kaum lelaki ke medan pertempuran,
tidaklah ditolak oleh Islam. Bagaimanapun tugas ini
hanya dianggap sebagai sumbangan tambahan. Jelaslah,
jihad yang paling utama dan dituntut kepada setiap
perempuan ialah taat kepada suami dan mengakui hak
suami, manakala jihad di luar rumah adalah sumbangan
tambahan bagi mereka yang berbuat demikian.

Oleh sebab itu kita mesti menyakini bahawa berjihad di
barisan depan adalah kaum lelaki, sedangksn jihad kaum
perempuan sebagai tulang belakang adalah ketetapan
Allah SWT yang Maha Adil. Kita perlu memahami firman
Allah yang bermaksud:
-- WALMWaMNWN WALMWaMNT B'ADhHM AWLYAa B'ADh YAaMRWN
BALM'ARWF WYNHWN 'AN ALMNKR (S. ALTWBt, 9:71), dibaca:
-- walmu'minu-na walmu'mina-ti ba'dhuhum awliya-u
ba'dhin ya'muru-na bilma'ru-fi wayanhauna 'anil
mungkari, artinya:
-- Dan orang-orang beriman laki-laki dan orang-orang
beriman perempuan sebahagian mereka (adalah) wali bagi
sebahagian yang lain, mereka menyuruh (mengerjakan)
yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar (At-Taubah, 71).

Alhasil, sudut-sudut jihad perempuan, yaitu:
1. Menjadikan rumahtangga tempat yang bahagia untuk
keluarga berkumpul. 
2. Mewujudkan suasana Islam dalam proses pendidikan
dan pembesaran anak-anak. 
3. Menyempurnakan segala urusan rumah tangga menurut
syara' dengan penuh keikhlasan semoga akan beroleh
keberkatan. 
4. Mengajak sesamanya perempuan memahami
prinsip-prinsip Islam dan cara hidup yang Allah
tetapkan. 
5. Memerangi perkara-perkara bid'ah, khurafat serta
pemikiran yang salah dan adab-adab yang buruk yang
mengusai perempuan masa kini. 
6. Menyertai rancangan kemasyarakatan yang berfaaedah
untuk umat manusia umumnya, seperti  menjaga anak-anak
yatim, organisasi perempuan, sekolah-sekolah dan
bantuan untuk keluarga miskin. 

Sebagai kesimpulan, sekali lagi perlu dicamkan bahawa
jihad yang utama bagi perempuan adalah wajib bagi
semua muslimah dalam batas kemampuan yang telah Allah
kurniakan. Manakala jihad tambahan yang Allah
anugerahkan bersama keistimewaan tertentu tidak boleh
membatalkan jihad yang utama. Jihad utama mesti
dilaksanakan dahulu, yang bagi kaum perempuan keenam
butir di atas itu. WaLlahu a'lamu bisshawab.

*** Makassar, 15 Januari 2006
     [H.Muh.Nur Abdurrahman]




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke