Assalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu.

Ada beberapa hal yang sangat menarik perhatian saya
terhadap segeri dan budaya Sumaatera Barat ini.

Pertama : Alamnya sangat indah, jarang saya temui
ditempat lain, baik daerah lain, atau beberapa negara
yang saya kunjungi. Klasik, unik, tenang, dan indah.

Kedua : Budayanya. Saya lihat sangat tinggi dengan
sastra, pantun-memantun.juga bangunan Rumah Gadangnya,
mempunyai seni arsitestik yang cukup tinggi, tak
obahnya semacam arsitek ukiran bangunan mesjid dan
bangunan lama/kuno di negara Islam, Mesir
khususnya(kehalusan ukirannya)

Ketiga: Gaya bahasanya yang memakai kata kiasan tidak
sebanyak didaerah lain, dan ini mirip dengan Islam
dari berbagai buku Islam yang saya pelajari, seperti
punya kesamaan budaya/sastra.

Sungguh saya sangat salut dengan budaya Minang, budaya
saya sendiri, budaya orang tua dan nenek-nenek saya,
walau terkadang saya sedikit melihat ketidaksesuaian
antara pameo, atau pantun-pantun, azas-azasnya dengan
pelaksanaan atau prilaku sebehagian besar orang Minang
itu sendiri.(maaf jangan tersinggung, tidak
menyinggung siapa-siapa disini, tetapi lebih baik
menyampaikan kejujuran, demi kemajuan).Khusus yang
bersangkutan masalah agama. Padahal, sandinya, atau
dasar (dari pantun atau apalah namnya), sudah tepat
sekali.

Saya belum membaca buku Hamka, yang katanya dulu
pernah mengkritik orang Minang, atau ulama lainnyapun
dalam banyak tulisan mereka tak jauh menyampaikan hal
yang senada, atau semacamnya.

10 tahun yang lalu, memang saya merasakan adanya
ketimpangan antara azas dengan pelaksanaan masyarakat
Minang di Smabr itu sendiri. Tetapi lama kelamaan,
saya sudah melihat mulai sedikit kembali kearah yang
benar, ke arah Islam, walau belum menyeluruh.Bahkan
ada dikota-kota semakin parah moralnya, mungkin
semenjak krisis ekonomi 1997, dimulai dari krisis
ekonomi menjadikan krisis multidimensial dari berbagai
bidang.

Contoh, masalah warisan tanah, meminang, kemudian dulu
saya sering melihat para lelaki duduk-duduk di lapau
bercerita kian kemari, sambil minum kopi hangat dan
goreng pisang, sementara istrinya tunggang tanggik di
sawah, juga angkat yang berat-berat(bekerja). 

Saya sempat bertanya pada apak Paja di rumah. Kenapa
begitu lelaki itu/suaminya, istri bekerja lelah, sang
suami duduk-duduk dilapau(pagi hari, bukan sore hari,
kalau sore, hal ini biasa setelah lelah bekerja
paginya, berkumpul sesama).

Apa jawab apak paja : " Yah,..memang sering begitu di
Minang ini,..dst..". tetapi itu dulu, setelah 10 thn
saya kembali lagi, hal semacam itu sudah tidak saya
temukan lagi. 

Saya teringat, dengan Cysca yang pernah menyampaikan
apa yang saya lihat dan rasakan, ternyata sama
dirasakan dan dilihatnya, mengenai lelaki duduk
dilapau pagi hari, istri kesawah/kerja keras.

Keunikan dan keindahan alam serta budaya Minang inilah
yang sempat membuat saya memilih bertugas menjadi guru
di Bukittinggi dan mengorbankan menjadi dosen di
daerah Sulawesi. Padahal jelas beda tunjangan guru dan
dosen. Tetapi keinginan melihat Sumbar lebih dekat,
dan memajukannya, entah dengan apa, membuat saya
memilih lebih mendalami budaya dan alam Sumbar.

Wassalam. Rahima(36 thn)



--- Pankka RN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> ----- Message from Yulnofrins Napilus
> <[EMAIL PROTECTED]> on Tue, 17
> Jan 2006 20:12:02 -0800 (PST) -----
> To:
> Subject:      Liputan Tour d'Sumbar...
> Dear Dunsanak kasadonyo,


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke