Syukurlah kalau begitu. Jika situasi mengizinkan, kemungkinan saya pun jg akan 
ikut pulang dan akan berusaha mengajak rekan2 fotografer lainnnya dari Jakarta. 
   
  Tetapi sayangnya masih belum ada 'counter information' nih dari Pemda Sumbar 
sampai saat ini. Kebanyakan perantau kayaknya masih mengacu ke berita di 
Republika Online di link ini : 
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=232871&kat_id=383. Saya jg coba 
buka www.singgalang.co.id, ttp kyknya msh ada internal problem ya...
   
  Seperti yang terjadi kemaren siang di Kantin RS Pelni di Jakarta. 4 orang 
Pariaman yg cukup parlente ngomel2 dan menyebut-nyebut bbrp nama pejabat Pemda 
yg mereka harapkan. Pembicaraan dg 'bahasa awak' yg cukup "hangat" dan 
memancing (kalau tidak boleh dikatakan mengganggu) perhatian semua pengunjung 
kantin ke mereka berkisar masalah kenapa Acara Tabuik yg dilakukan setiap 
tahun, sekarang dibatalkan. Sehingga mereka terpaksa juga membatalkan tiket dan 
rencana pulang ke Pariaman. Bisa kan dibayangkan, bagaimana ekspresi muka dan 
body language urang awak kalau lagi kesel, kecewa dan marah...:D 
   
  Saya tidak punya data, berapa banyak lagi orang2 yg membatalkan rencana 
mereka 'bawa duit' untuk 'membelanjakan duitnya' ke Sumbar karena berita ini.
   
  Untuk menghindari kesimpang siuran informasi, saya menghimbau Pemda Sumbar 
untuk memberikan pernyataan resmi ttg Pesta Tabuik ini di media massa. Jika 
dirasa ada manfaatnya...
   
  Salam,
  Nofrins

dutamardin umar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Assalaamu'alaikum sanak ambo,

Apa nan ambo ketahui melalui www. singgalang. co.id dan menghubungi pemrednya
sanak Darlis Sofyan, bahwa memang pemda/pemko tidak akan menyelenggarakan
pesta Tabuikko dek alasan tak ada dana. Kemudian anak negeri cepat mengambil
inisitaif mengambil oper. Kabar yang kami terima telah terbentuk panitia 
penyelenggara Tabuik yang terdiri panitia Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang.
Untuk diketahui sejak awal memang pesta Tabuik ko adalah permainan anak
nagari, semacam kompetisi antata anak nagari Pasa dengan anak nagari Subarang.
Mereka nanti basosoh didalam kota, sampai akhirnya maambua kalauik.

Jadi ambo tetap basumangaik pulang kasato maoyak osen.

Ambo satokan H. Darlis Sofyan, dan nakan Ferry salah seorang panitia lokal
agar dapat melakukan konformasi.

Salam Oyak Osen
ajoduta/58/USA
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================


                                
---------------------------------
Bring words and photos together (easily) with
 PhotoMail  - it's free and works with your Yahoo! Mail.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke