Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu
Krisis KeImanan dan krisis Kepercayaan Saudara-saudaraku se Iman, rahimakumullaahulakum Apabila dalam tulisan saya menyebutkan kata ke Imanan, yang saya maksudkan adalah Iman kepada Allah dan RasulNya, Malaikat, KitabNya., sementara kepercayaan adalah sesama kita manusia biasa. Sering kita bertanya, ada apa dan kenapa di negara kita Indonesia seringnya, tidak selamanya, apabila ada satu krisis, katakanlah krisis ekonomi, maka krisis-krisis lain akan mengirinya, menjadi krisis multidimensi, krisis moral, akhlaq, pendidikan dan seterusnya. Cobalah kita mari mencoba kaji ulang, membuka lembaran-lembaran sejarah Rasulullah shallallahualaihiwasallam dan para sahabat radhiallahuanhum. Mari kita coba gelitik, dimana dizaman Rasulullah dan para sahabat beliau, mereka juga menghadapi krisis bahkan tantangan yang cukup berat, namun mereka tetap sabar, tabah dan saling kerjasama, menjalin silaturrahmi dan ukhuwah Islamiyyah yang kuat, tak tergoyahkan oleh ombak dan badai, walau angin yang menerpa cukup dahsyat dan kencang bagai petir menyambar, bagai anak panah yang melesit jauh dalam hal apa yang disebut dengan Ukhuwah dan pengorbanan demi tegaknya Islam, tidak saling buruksangka, iri dan dengki, sana sini, sungguh suatu ukhuwah Islamiyah yang dilandasi oleh keimanan yang cukup tinggi, sangat sulit ditemukan dizaman ini, walau kita harus tetap bersikap optimisme, bahwa masih ada sekelumit hati yang bersemayam ke ikhlasan, kejujuran, ukhuwah Islamiyah dan perjuangan keimanan demi tegaknya Islam. Mari kita sama-sama membuka lembaran putih sejarah itu dan kita lihat bagaimana sikap para sahabiah, dan sahabat dalam menghadapi krisis dan memperjuangkan tegaknya Islam. Siapakah dibalik kemajuan Islam zaman Rasulullah shallallahualaihiwasallam itu? Jawaban pertama adalah : Seorang istri shalihah. Ibunda Siti Khadijah binti Khuwailid, adalah orang pertama yang beriman setelah Rasulullah mendapatkan wahyu, dimana sang suami sedang menghadapi problema yang cukup berat, kedatangan seorang yang belum dikenalnya sama sekali, dalam bentuk seorang lelaki putih, dimana wahyu pertama sekali turun tepat pada bulan Ramadhan, disaat itu baginda Rasulullah selalu berkhalwat di gua Hira. Imam Ibnu Ishaq dalam bukunya yang termashur Assiirah Annabawiyah(Sejarah Nabi) mengatakan dan menceritakan bagaimana perjalanan Nabi Muhammad disaat pertama sekali menerima wahyu, kedatangan seorang dalam bentuk manusia lelaki belum dikenal. Apa katanya kepada Nabi Muhammad: Iqra, bacalah Rasulullah menjawab Maa ana biqaari, begitu terus disuruh baca-baca, berulang kali, dan jawaban Rasulullah selalu saya tidak pandai membaca, kemudian yang menyerupai manusia itu memeluk nabi erat-erat, sehingga Rasulullah menyangka itu adalah suatu almaut, atau kematian. Pada akhirnya dibacakan kepada beliau surat Al Alaq ayat 1-5., kemudian nabipun membacanya. Kemudian lanjut Rasulullah dalam cerita itu, yang berbentuk lelaki itupun berpaling, dan dalam diriku seolah-olah dituliskan sebuah kitab, kemudian aku keluar dari gua itu dan ada suara dari langit mengatakan kepadaku : Ya Muhammad, engkau adalah Rasulullah dan aku adalah Jibril, kemudian aku berhenti dan melihatnya, tanpa maju, juga tidak mundur kakiku dari situ sampai tiga kali malaikat Jibril mengatakan hal senada Ya Muhammad, engkau adalah Rasulullah sementara aku adalah malaikat Jibril .dst sampai aku mendatangi istriku Khadijah. (Radhiallhuanha). Ibunda Siti Khadijah yang melihat suami semacam itu, diselimuti, disuruh ceritakan apa yang terjadi sambil menyuruh suaminya bertelekan di maaf ( pahanya ) yang kiri, kemudian setelah bercerita dan bertanya, apakah kamu melihat orang itu benar-benar dalam rupa aslinya, Iya jawab Rasulullah, disuruh lagi pindah pada paha sebelah kanan, didadanya, setelah sampai dikamar diselimuti, kemudian ditenangkan hatinya dengan perkataan lemah lembut, sugesti, dorongan, Wahai suamiku, tenangkanlah hatimu, kamu adalah orang yang baik, yang menunaikan amanah, tidak pernah berdusta, bergembiralah, yang datang kepadamu itu adalah malaikat, bukan Syetan. Aku beriman kepadamu. Kemudian diselesaikan problema beliau dengan mendatangi seorang pendeta bernama Waraqah bin Naufal, dan diceritakan kejadian itu, pendeta itupun menjawab berikabar gembira yang datang kepadanya adalah Annaamuus akbar(Malaikat besar ) yang pernah juga datang kepada nabi Musa alaihissalam. Sebagai seorang istri yang menghadapi suami dalam keadaan takut, kedinginan, beliau menenangkan hati suaminya. (Bukan kebanyakan dari istri zaman sekarang, para istri, sering menambah problema suami diatas problema lainnya, bukan menenangkan malah meruncingkan dan merumitkan, kecuali istri shalihah yang tidak melakukan hal semacam itu, inilah pelajaran yang dapat kita ambil bagaimana sikap seorang istri pada suami tatkala suami menghadapi suatu problema besar di tempat kerjanya atau dimasyarakatnya, dan pelajaran bagi suami agar orang pertama sekali yang hendak tahu problemanya bukanlah orang lain, tetapi istrinya, mengadulah dan terbukalah serta bermusyawarahlah dengan istri dengan baik). Setelah berapa lama, Rasulullah memberi kabar pada istri beliau Siti Khadijah, bahwa ia mendapat salam dari Allah. Yang disampaikan oleh malaikat Jibril, Siti Khadijahpun menjawab Allahussalaam, alaikassalamm(Bagimu keselamatan), bagi malaikat Jibril salam. Kita melihat disana Malaikat JIbril menyeru nabi Muhammad Ya Muhammad sampai tiga kali, Ini bukan pertanda malaikat Jibril tidak menghormati beliau, ataupun melecehkannya. Tidak sama sekali tidak. Dan penterjemahpun tidaklah salah, karena ia menulis apa adanya yang tertera. Hikmah lain yang kita lihat bagaimana sugesti seorang istri dalam kehidupan dakwah Islam sangatlah berperan sekali, perempuanlah pendukung utama dalam kesuksesan itu. Kemudian teman akrab, sahabat Abu Bakar Asshiddiq, Umar, Ustman Ali Radhiallhuanhum. Dalam Hijrah dari Mekkah ke Medinah pertama sekali, yang dilakukan oleh Rasulullah adalah menyusun strategi(keluar dimalam hari dan menyuruh imam Ali karamahullahuwajhah untuk menempati posisinya ditempat tidur), kemudian memilih teman akrab dalam dakwah tersebut. Menyusun strategi dan memilih teman baik yang setia itulah yang dilakukan oleh Rasulullah dan inilah juga hikmah yang dapat kita petik dalam berdakwah, susun strategi, pilih teman akrab yang baik dan setia. Lantas bagaimana dengan sikap sahabat Abu Bakar asshiddiq? Beliau mampu berkorban ketika di gua Hira, sampai digigit binatangpun demi menjaga agar jangan sampai tidur Rasulullah terganggu, mengorbankan seluruh hartanya dijalan Allah Taala..dst.. Ketika pernah suatu kali Rasulullah bertanya pada sahabat Umar Al Faaruq( digelar Al Faruq karena orang yang selalu berjuang membela kebenaran bila terjadi problema antara yang benar dan bathil) Wahai Umar apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu dari harta bendamu? Apa jawab sahabat Umar ? Aku tinggalkan setengah untuk keluargaku, setengahnya lagi aku infaqkan dijalan Allah. Ketika ditanya pada sahabat Abu Bakar Wahai Abu Bakar, apa yang kamu tinggalkan dari hartamu, untuk keluargamu? Apa jawab Abu Bakar Allah dan RasulNya( Jadi semua hartanya diberikan untuk jalan Allah. Apa jawab sahabat Umar Radhialluanhu ketika mengetahui akan hal ini, Aku telah didahului oleh Abu Bakar(maksudnya sahabat Abu Bakar jauh lebih baik dari aku, aku nafkahkan setengah untuk jalan Allah beliau nafkahkan seluruh hartanya untuk jalan Allah). Subhanallah. Suatu pelajaran ukhuwah Islamiyah yang jauh dari iri dengki, buruksangka bila seorang sahabat jauh lebih baik dari dirinya, dari sisi amalan, ataupun ilmu, kekayaan, jabatan, atau apa saja, bahkan mensugesti dan mengakuinya dengan keikhlasan hatinya. Kisah semacam ini banyak sekali, betapa pada sahabat saling mendukung, saling sugesti demi kebaikan, kemajuan berlomba-lomba dan sangat-sangat menjauhi, buruksangka pada sesama atas perbuatan sahabat lainnya. Subhanallah waMasyaAllah. Jauh panggang dari api dikebanyakan apa yang terjadi dizaman sekarang. Wajar sekali sabda Rasulullah, Kamu tidak akan bisa menyamai amalan para sahabat walaupun emas segunung engkau nafkahkan, dalam sabda yang lain, : Orang yang suka berburuk sangka adalah merekalah sebenarnya para pendusta yang paling besar, dan orang yang paling aku tidak sukai adalah mereka yang meremehkan para sahabat( Hadist derajat shahih). Dan kita lihat lagi bagaimana keluarga sahabiah yang ditinggalkan oleh ayahnya tanpa harta? Mereka sabar, tenang, bukan mengomel merepet pada ayah atau suaminya Dikisahkan dalam sebuah riwayat. Ibunda Siti Aisyah, mengatakan Wallahi, Demi Allah, sungguh ayah kami tidak meninggalkan sedikitpun harta pada kami disaat beliau berhijrah ke Medinah. Bahkan sahabiah Asma binti Abi bakar ketika itulah yang setiap saat mengantarkan makanan untuk Rasulullah shallallhualaihiwasallam, dan ayahnya Abu Bakar radhiallhuannhu , itu sebabnya ia digelar dengan sebutan Dzatunnaatiiqathain. Lihatlah wahai saudara-saudaraku. Perjalanan dakwah, kehidupan para sahabiah/sahabat yang penuh dengan perjuangan, rela berkorban, ditimpa krisis ekonomi, di boikot ekonomi, namun mereka tidak gugah imannya sedikitpun, bahkan bertambah menjadi-jadi keimanan, sampai pun rela syahid, mati dibunuh. Dan syahid pertama dibunuh kaum Musyrik Mekkah adalah dari seorang perempuan, dalam menegakkan kalimah Allah adalah Ummu Yatsir. MasyaAllah betapa peranan perempuan dimasa mula tegaknya Islam sanga-sangat penting, Siti Khadijah, Siti Aisyah, Asma, Ummu Yatsir dan lain-lainnnya, pantas untuk dijadikan contoh tauladan, begitupun dengan sikap para sahabat Abu Bakar Asshiddiq, Umar, Ustsman Ali dan lain-lainnya karamahullahuwajhahum, dalam kerelaan berkorban, berjuang, mencintai Allah dan rasulNya jauh lebih tinggi ketimbang mencintai diri, dan keluarganya. Jadi krisis utama apa sebenarnya yang terjadi di Indonesia itu? Boleh kita katakan bukan sekedar krisis ekonomi saja, tetapi kerisis keimanan. Karena semiskin-miskin orang bagaimanapun kalau ia kuat Iman, ia tidak akan mungkin mau korupsi, berdusta, curang, makan harta yang bukan hartanya, menjual diri ditempat-tempat laknat, prostitusi, judi, pergi ketukang ramal, atau dukun, dllnya, pelarian yang semakin menambah buruknya krisis, bahkan sebaliknya ia rela berkorban, menafkahkan harta dan tenaga, pikirannya, meski dalam keadaan sempit dan miskin. Ukhuwah Islamiyahpun tegak tanpa adanya sikap buruksangka pada sesama, saling nasehat menasehati, saling mensugesti.. Itulah keberhasilan dari daulah islamiyah yang ada dizaman Rasulullah dan para sahabat. Bagimana dengan sekarang. Hanya hati kita masing-masinglah yang mampu menjawabnya, bukan orang lain. Haasibuuanfuusakum qabla antuhaasabuu, Intropeksilah dirikamu sendiri sebelum kamu mengintropeksi orang lain, Allah berfirman : Berpegang teguhlah kamu pada tali Allah, jangan kamu berpecah pelah, FirmanNya lagi Wahai orang-orang beriman, jauhilah oleh kamu buruksangka, karena buruksangka itu adalah suatu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah kamu saling bergunjing(apalagi bersepakat untuk meruntuhkan seseorang yang baik dari singgasananya, jabatannya, posisinya dllnya). Demikian sebuah telaah ringan dari krisis yang terjadi di Indonesia saat ini. Saya melihat para sahabat hidupnya jauh lebih susah, miskin dan sulit dan tuduhan, tudingan, siksaan musuh cukup berat dirasakan, namun mereka tetap tegak ke Islaman, ukhuwah Islamiyah dan kuat Imannya Wassalamualaikum, mohon maaf bila ada kata yang salah. Rahima Sikumbang(36thn) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

