Depok Baru (Sebuah Mimpi)

 Sejak   pergantian  walikota,  Depok  terasa  berubah.  Pak  Walikota
 berkunjung ke daerah kumuh, stasiun kereta api, pasar tradisional dan
 terminal.

 Perubahan   mulai  terjadi.  Pasar  tradisional  yang  semula  selalu
 merupakan daerah macet berubah. Dengan sedikit kepedulian, pengaturan
 dan  pengawasan  maka para pedagang, supir angkot dan pengendara ojek
 yang  biasanya  menjadikan  pasar  macet sekarang sudah memperhatikan
 kenyamanan  dan  kelancaran  kendaraan  pengunjung.  Pengunjung pasar
 tradisional semakin bertambah dan rasa amanpun semakin meningkat.


 Di  terminal,  para  calo  dan  preman tak terlihat lagi. Polisi yang
 mengamankan  terminal  berhasil  juga  mengatur keluar masuk kendaran
 umum  dengan  rapi.  Dengan pengawasan yang berkesinambungan kerapian
 ini  tidak  hanya  bersifat  sementara tapi sudah menjadi pemandangan
 sehari-hari.

 Para pedagang  pinggir jalan yang biasanya memadati terminal tetap
 dapat berdagang  namun sekarang mereka menempati tempat yang telah
 disediakan dan tidak  lagi menghambat kelancaraan lalu lintas.

 Stasiun kereta api yang biasanya kumuh sekarang nampak
 lebih apik  setelah dicat. Toilet juga menjadi bersih. Papan
 pengumuman sudah  berfungsi baik bahkan kedatangan dan keberangkatan
 kereta api tidak  hanya diumumkan secara lisan tapi dapat dilihat
 tertulis seperti di  papan pengumuman di bandara. Ini amat menolong bagi
 penumpang asing yang  sukar menangkap bahasa lisan. Namun yang paling
 berkesan adalah mulai  stasiun Depok tak ada lagi penumpang yang bertengger
 diatas kereta api.
 Semuanya masuk di dalam gerbong penumpang. Keteraturan  ini patut menjadi
 contoh bagi seluruh stasiun kereta api di Indonesia.

 Namun perubahan yang paling terasa adalah di pemukiman
 kumuh.
 Ketersediaan air bersih telah dapat dijamin bahkan
 bagi penduduk tidak  mampu ini air bersih tersedia cuma-cuma. Kata Pak
 Walikota lebih  membayar untuk air bersih daripada membayari perawatan
 diare serta  penyakit yang disebabkan minuman yang tak bersih.
 Biayanya jauh lebih  murah dan risiko kematian dapat dikurangi. Pak
 Walikota juga bermaksud  untuk menjadikan pemukiman kumuh ini bebas Demam
 Berdarah. Harus bisa,  kata beliau. Dengan peran serta seluruh masyarakat
 jentik nyamuk dapat  kita hilangkan dari Depok. Jika Kuba bisa kita juga
 bisa ujar beliau  bersemangat.

 Perhatian Pak Walikota tidak hanya tercurah pada
 penatalaksaaan  lingkungan fisik tapi juga pada layanan pendidikan dan
 kesehatan. Setiap  lurah dan jajarannya diinstruksikan untuk mencari anak
 usia sekolah dan  membawanya ke sekolah terdekat. Daya tampung sekolah
 cukup jika perlu kita operasionalkan sekolah sore atau ruang kelas
 ditambah. Beliau juga  minta dokter Puskesmas jangan hanya menunggu di
 Puskesmas tapi aktif   berkeliling kelurahan memperhatikan lingkungan serta
 warga yang sakit.
 Layanan kesehatan harus proaktif jangan kecolongan
 melulu. Menurut suatu   sumber Pak Walikota akan mengajukan biaya pendidikan
 dan kesehatan jauh  lebih tinggi daripada sebelumnya ke DPR. Kita kurangi
 pengeluaran yang  bersifat konsumtif dan kita gunakan uang rakyat untuk
 meninmgkatkan   keseja! hteraan rakyat kata beliau.

 Anda pernah ke kantor Walikota Depok? Semua telah
 berubah. anda akan  disambut sebagai tamu yang dihormati karena Walikota
 ingin menunaikan  janjinya sebagai pelayanan masyarakat. Di halaman muka
 kantor walikota   tercantum berbagai layanan yang disediakan lengkap
 dengan lama layanan dan biayanya. Jika layanan tak selesai pada waktunya
 warga Depok akan    dapat hadiah sebagai kompensasi. Karena itulah seluruh
 staf kantor  Walikota berusaha bekerja keras untuk dapat melayani
 warga tepat waktu  dan tanpa biaya tambahan. Menurut pengakuan pegawai
 meski tak memungut  biaya siluman pendapatan mereka dinaikkan oleh
 Walikota dengan bonus  tambahan. Jika kantor walikota lancar maka banyak
 investor masuk jelas  Walikota.

 Untuk kenyamanan bangku di ruang tunggu di tambah
 bahkan di ujung ruang  tunggu disediakan air putih gratis untuk diminum.
 Untuk layanan yang   selalu dibutuhkan masyarakat seperti layanan
 kependudukan waktu layanan    diperpanjang sampai pukul delapan malam agar 
warga
 yang bekerja tak  perlu membolos. Kelompok LSM Warga Peduli yang
 didominasi oleh pengajar  di UI banyak membantu pemda Depok dalam meningkatkan
 layanan. Salah satu  hasil karya mereka adalah pengaturan operasi angkutan
 kota sehingga  efisien. Mengurangi kemacetan dan mengurangi pemakaian
 BBM. Melalui  simulasi komputer ternyata operasi angkutan kota dapat
 dikurangi  frekuensinya 20% tanpa mengurangi jumlah penumpang
 yang diangkut. Jika  perubahan ini berjalan terus dalam waktu yang tak
 terlalu lama kota  Depok yang kecil tapi aman dan teratur ini akan
 menjadi model  pembangunan kota di Indonesia.


 -Prof. DR. Dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI-


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke