Assalamu'alaikum Saya benar2 nggak habis fikir dengan Rahima ini.., rajin sekali menulis namun terkadang tulisannya cenderung membawa cerita2 yang tidak membangun. Sudah diperingatkan oleh bundo.., masih saja menulis yang tidak pantas.., urusan di ranjang ditulis tanpa rasa sungkan sama sekali.
Sayang sekali..wanita indonesia, islam lagi yang menuntut ilmu agama jauh ke negeri sana, namun kurang arif dalam menyikapi sesuatu hal, dan masih saja memakai kaca mata kuda dalam menyoroti sesuatu hal. Kekejaman ibu/bapak tiri adalah cerita usang yang mestinya dibuang dalam memory manusia masa kini, itu sifatnya kasus per kasus dan tidak bisa dijadikan acuan untuk menganggap ibu/bapak tiri identik dengan kekejaman terhadap anak tiri. Saya justru lebih sepakat dengan pendapat pak Ridwan, yang perlu disikapi adalah kekejaman dalam rumah tangga, itu bisa dilakukan oleh siapa saja, yang kandung ataupun yang tiri. Coba simak cerita yang saya kutip dibawah ini dari koran lokal. 1. Tabloid Nova: Ponsel Hilang, Kegadisan Anak Dijual HANYA BISA MENANGIS DI KAMAR Seorang ibu tega menawarkan anaknya yang masih remaja kepada pria hidung belang. Alasannya, untuk membayar ponsel pinjaman yang hilang. Saudara-saudaranya menuding sikap ibu ini memang tidak benar. http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=1274 2. Liputan6, Jakarta: Untuk kesekian kali penganiayaan anak yang dilakukan orang tua kembali terjadi. Kali ini menimpa Siti Ihtiatus Solihah di Sunter Jaya, Jakarta Utara, baru-baru ini. Dia dipukuli dengan tangan dan tali tambang hingga bibir serta badannya menderita luka. Ternyata, Juhandi, sang ayah, juga menganiaya anaknya dengan setrika panas sehingga korban menderita luka bakar serius. 3. penganiayaan anak juga menimpa Indah Novianti dan Lintar Saputra di Serpong, Tangerang, Banten, awal Januari silam. Kedua bocah tersebut dibakar sang ibu karena Yeni bertengkar dengan suaminya, Saiful, yang pulang pagi setelah merayakan Tahun Baru. Indah dan adiknya itu kemudian dirawat di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo Jakarta Pusat. Akan tetapi, setelah lebih dari satu minggu mereka dirawat di rumah sakit, umur yang diberikan Tuhan kepada Indah tidak panjang. Indah akhirnya mengembuskan napas terakhirnya kemarin. http://liputan6.com/view/11,115652,1,0,1137012242.html Penting kita sadari sebagai orang tua.., untuk menanamkan adanya kasih sayang terhadap anak2 kita., kasih sayang itu sifatnya universal, bisa didapat dan diberikan not only to the same blood in your family, but it may come from your father's wife, your mother's husband, and others Tidak bisa dielak kan bentuk keluarga itu bermacam macam..tidak selalu hanya ada satu ayah dan satu ibu, banyak sekali terjadi justru dalam kenyataan hidup ini orang yang punya 2 ayah atau 2 ibu., atau mungkin seperti kaum bapa2 yang beristri 2, 3 ataupun 4. Apakah dengan begitu..mereka2 ini tak bisa hidup rukun dan normal seperti keluarga lainnya yang cuma punya sepasang orang tua..?? Ayam saja bisa mengerami telor bebek sampai menetas dan mengasuh anak bebek itu sama2 dengan anak2 ayam lainnya. Masa kita ini manusia2 yang diberikan begitu banyak kelebihan oleh Allah, punya rasa dan punya nalar.., tidak bisa lebih baik dari ayam2 itu..?? Fakta didunia ini mencatat begitu banyak anak2 sengsara dan kehilangan rasa aman.., lihat di sekeliling kita..anak2 yang berkeliaran di kolong jembatan, korban bencana alam dsb, semua itu butuh kasih sayang dari kita2 yang punya kelebihan. Anak orang lain saja bisa kita jadikan anak angkat dan kita asuh layaknya anak sendiri.., mengapa kita nggak sanggup mengasuh anak2 suami kita, atau anak2 istri kita.., mereka2 itu jelas lebih punya ikatan dengan kita. Karena menikahi duda atau janda beranak., maka yang kita ambil bukan cuma suami atau istrinya saja..but the whole packet which includes their children.. Tugas kitalah sebagai orang dewasa untuk melindungi, menyayangi dan memberi rasa aman pada anak2 itu.., tak peduli apakah itu anak kandung, anak tiri ataupun anak angkat. Saya mau cerita sedikit (real).. Saya kebetulan punya kenalan yang mengalami pernikahan ke dua, dimana masing2 membawa anak., orang Islam juga yang kebetulan org Amerika. Anak2 dari suami dan anak2 dari istri diperlakukan sama dengan anak2 yang mereka hasil kan secara bersama sama, bahkan masih sanggup untuk mengadopsi anak2 lain..jadi total anak2 mereka ada 12 orang. Kasih sayang mereka tak terbatas, sehingga walaupun anak2 ini sudah besar.., namun anak2 ini tidak merasa seolah mereka tinggal dengan ibu/ayah tiri. suatu hari ibu dan anak tiri nya ini pergi ke sebuah American Muslim Conference. Tak sengaja bertemulah dengan ibu kandung dari anak ini. Dengan tulus ibu tiri ini berkata pada anak tirinya kalau ada ibu kandungnya ada disini, dan meminta nya utk menemui ibu kandungnya (utk silahturahmi). Dalam perjalanan pulang, anak ini heran koq Ibu tirinya membisu. Sakin penasaran, lalu si anak bertanya perubahan ini? Si ibu lalu berkata, kalau dia ada perasaan cemburu ketika si anak bertemu dengan ibu kandungnya :). Isn't it so sweet? Lalu mereka saling berpelukan. Lalu kisah real seorang dosen wanita (nonmuslim). sudah berumur lebih dari 60 tahun. Suatu hari dia berhalangan mengajar seperti biasa. ketika masuk dosen ini minta maaf dan menjelaskan alasan ketidak hadirannya. Anaknya yg berumur 7 bulan sakit. Tentu saja kami kaget. Bagaimana mungkin org setua dia masih punya anak berumur 7 bulan? Dosen wanita ini menjelaskan keterkejutan kami dgn menjelaskan kalau dia punya anak angkat 9 orang. dan yg paling besar sudah berumur 20 tahun. Ini adalah kenyataan2 dan bukan sebuah hisapan jempol belaka.., dan masih banyak lagi orang2 seperti ini didunia ini. (tidak sedikit seperti yg di perkirakan Rahima) Sekarang ini kita tidak bisa lagi mengkotak kotakkan dan membuat semuanya serba kaku. Banyak anak2 atau janda2/duda2 yang butuh pertolongan karena korban bencana alam, atau akibat pahit lainnya. Adalah sangat penting untuk memberi rasa aman kepada anak2..dan menceritakan hal2 yang positip kepada anak kita agar mereka bisa berbagi kasih sayang dengan siapa saja..Kita tidak pernah tahu.., umur ini bukan kita yang mengatur.., mungkin saja umur atau jodoh ini pendek. Sedang anak2 tetap butuh bimbingan ayah dan ibu.., apa akan di larang suami/istri menikah lagi kalau kitanya duluan masuk liang kubur atau sudah tidak ada ke harmonisan? ketika kedua orang tua sering bertengkar, apakan anak2 itu tidak ikut tertekan hidupnya apalagi dalam sebuah keluarga yg penuh dgn sandiwara? kita itu tidak boleh sering sekali berbangga diri seolah diri ini paling bersih dan sempurna, pakai contoh2 suami atau anak2nya lah..atau kawan2nya lah.. Kalau kawan rahima mau menikah lagi..dengan duda karena alasan materi dan bukan krn ingin memberi kasih sayang yg tulus bila nanti menjadi ibu dari anak2 suaminya.., maka kawan Rahima ini ke sholehannya patut di pertanyakan? kayanya sekarang ukuran ke sholehan tiap orang itu mungkin beda2 ya. Lalu kasih sayang bunda theresia itu seperti apa bila di sejajarkan dengan kawannya Rahima yg sholeha? Bisa2 Islam ini makin di tertawakan oleh non-muslim :) Saran saya sebagai orang yang lebih tua anggaplah ini sebagai nasehat untuk Rahima agar mau introspeksi, ilmu dituntut emang perlu tapi yang lebih perlu lagi adalah pengamalan, terlalu banyak menonjolkan diri sendiri itu tidak baik, bisa membuat diri ini lupa, ingat bahwa orang Iman itu pasti akan di coba oleh Allah, jangan sampai kelebihan2 yang diberikan oleh Allah itu sebenarnya adalah cobaan.., biarlah Allah yang menilai kesolehan kita, tak perlu terlalu dipamerkan benar. Adrisman Yunus (44 thn) Hassi Messaoud, Algeria __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

