ASSwRwB,

DISAMPING pesan utk rang kampuang awak ,JANGAN ABAIKAN
POTENSI RANTAU, tp orang rantu pun harus punya konsep
dan komitment utk me-mobilisir potensi secara
terencna, sistematis dan berkelanjutan. dan begitu
juga bgmn meng implentasi kan nya " sperti melalu kan
benang dalal tepung". Alhamdullllah , orang Minang
selalu tidak lupa dgn "kubangan nya, sejauh2 terbang
bangau akhir nya kembali juga". Mudah2an.
Wass. Muzirman
=================================
Jangan Abaikan Potensi Rantau 
Minggu, 26-Februari-2006, 04:39:56 1 clicks   
 
 
Jakarta, PadekĀ—Pimpinan formal dan informal serta
masyarakat Minang yang berdomisili di Sumatera Barat
agar tidak mengabaikan sumberdaya dan potensi
masyarakat Minang yang ada di perantauan. Harapan itu
disampaikan tokoh masyarakat Minang di Jakarta, Prof
DR Emil Salim, saat bertatap muka dengan warga DKI
Jakarta asal Minang, Minggu lalu di Anjungan Sumatera
Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta
Timur. 
 
 
Jangan abaikan sumberdaya masyarakat Minang yang ada
di perantauan. Potensinya sangat besar, tegas Emil
Salim, sesaat akan dimulainya Pergelaran Kesenian
Tradisional Minangkabau dan Lomba Salawat Dulang, yang
diselenggarakan oleh KPHB Sumbar di Jakarta
bekerjasama dengan Lembaga Kesenian Alam Minang (LKAM)
di TMII. 

Menurut Emil Salim, dalam kurun waktu sepuluh tahun
terakhir sudah banyak terjadi perubahan di Minangkabau
yang mengarah kepada proses pengabaian jatidiri
sebagai etnis Minang, baik dari sisi sosiologis,
maupun politis. 

Dijelaskannya, ada lima hal pokok yang menjadi
jatidiri etnis Minang dalam pergaulan masyarakat
dunia. Pertama, menjadikan alam terkembang sebagai
guru. Kedua, nasionalis bagaikan aua jo tabiang. 

Ketiga, etnis yang suka menoleh ke luar yang akhirnya
melahirkan budaya merantau. Keempat, Garis keturunan
menurut ibu yang kita kenal dengan matrilineal dan
kellima Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi
Kitabullah. 

Jika kelima ciri khas ini hilang, maka hilang pula
Minang itu, tegas Tokoh Lingkungan Hidup itu. Secara
perlahan tapi pasti, kata Emil Salim, proses erosi
terhadap lima dasar ciri pokok etnis Minang itu saat
ini berlangsung secara terus-menerus tanpa sedikitpun
ada perlawanan yang berarti dari kalangan etnis Minang
sendiri. 

Alam sebagai guru yang sangat berharga bagi etnis
Minang - kini sudah mulai dirusak secara sistematis
dan terencana. Upaya-upaya untuk penyelamatannya
hingga kini belum juga kelihatan secara kongrit.
Aparat hukum dan pemerintah setempat masih saja sibuk
dengan berbagai wacana dan penghargaan-penghargaan.
Sementara kerusakan sudah semakin parah, tegas Emil
Salim. 

Selain berlangsungnya proses pengrusakan alam, kata
Emil Salim, saat ini juga berlangsung pemaksaan
terhadap beberapa nagari untuk dijadikan kota dengan
dalih politis dan pemberdayaan masyarakat. Nagari,
kata Emil Salim, merupakan satu-kesatuan adat yang
sangat komprehensif. Wilayah akan lemah bila satu sisi
dari pilar-pilar yang dimilikinya itu digrogoti atas
nama kekuasaan dan politis. Kampung saya, Koto Gadang,
kini sudah ada kelurahan karena sudah masuk dalam
wilayah Kota Bukittinggi. Sebagai Anak Nagari, yang
pernah menempuh hidup hingga remaja di Kota Gadang,
saya benar-benar merasa tertipu dengan keputusan itu,
tegas Emil Salim. 

Sebentar lagi, kata Emil Salim, tidak tertutup
kemungkinan berbagai konflik kepentingan individu dan
politik kelompok yang terjadi di kota dengan
sendirinya akan menjalar ke Koto Gadang yang dahulunya
kita rasakan sebagai Nagari yang elok dan aman serta
kaya akan inspirasi. Demikian juga soal agama, ujar
Emil Salim, sesaat lagi kita di rantau dengan amat
mudahnya akan menyaksikan agama hanya sebagai prosesi
ritual tanpa roh dan esensial. (fas) 
 
 



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke